Lampung Barat perkuat pengendalian harga komoditas
Rabu, 14 September 2016 9:10 WIB
Bupati Lampung Barat Muklis Basri saat Peluncuran sistem informasi harga dan komoditas beberapa waktu lalu (FOTO:ANTARA Lampung/Ist)
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Kabupaten Lampung Barat melakukan langkah strategis dalam upaya pengendalian inflasi di daerah itu dengan diresmikannya mekanisme pemantauan dan pengendalian harga yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat.
"Peluncuran sistem informasi harga dan komoditas telah dilakukan beberapa waktu lalu oleh Bupati Lampung Barat, Mukhlis Basri," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung, Arief Hartawan, di Bandarlampung, Selasa (13/9).
Ia menyebutkan, sistem informasi harga dan komoditas menampilkan informasi harga pangan strategis, seperti beras, gula, daging sapi dan ayam, bawang, cabai dan lain-lain.
Harga yang tercantum di sistem tersebut bersifat harian dan mencakup lima pasar tradisional, yakni Pasar Sibelat, Simpang Luas, Liwa, Senen, dan Pasar Pura Jaya yang menjadi pusat perdagangan di Lampung Barat.
Sistem tersebut, lanjutnya, berbasis web, sehingga setiap orang dapat dengan mudah mengakses informasi perkembangan harga komoditas di lima pasar tersebut melalui tautan www.tpid-lampungbarat.org. Selain itu, terdapat keunggulan lainnya yaitu setiap orang dapat mengakses informasi harga di Lampung Barat melalui sms Harga#Nama Pasar#Komoditas ke no. 0822 9979 331.
"Hal itu sangat membantu masyarakat dalam proses konsumsi maupun perdagangan," ujarnya pula.
Arief menjelaskan, tersedianya sistem informasi harga tersebut memudahkan bagi TPID Lampung Barat untuk mengidentifikasi simpul-simpul penyebab fluktuasi harga, dan hal tersebut menjadi dasar yang kuat bagi TPID Lampung Barat untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam pengendalian inflasi.
Selain untuk pengendalian harga, sistem tersebut juga berguna untuk meningkatkan perekonomian Lampung Barat melalui penyediaan informasi harga untuk perdagangan antar kabupaten.
Ia menjelaskan, berbagai manfaat dari pelayanan informasi harga tersebut, mendorong optimisme Bupati Lampung Barat terhadap kemajuan perekonomian di kabupaten itu dan memperkuat upaya menjaga inflasi pada tingkat yang rendah dan stabil.
Harapan Bupati Lampung Barat sangat mungkin terwujud, mengingat ke depan sistem informasi harga dan komoditas Lampung Barat akan dilengkapi dengan data produksi (tempat dan volume) dan akan terkoneksi secara nasional dengan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (www.hargapangan.id).
"Ke depan, ketersediaan informasi harga ini diharapkan dapat juga dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Jika hal ini terwujud, upaya untuk mendorong perekonomian daerah dan menjaga stabilitas harga di Lampung akan semakin nyata," tambahnya.(Ant)
"Peluncuran sistem informasi harga dan komoditas telah dilakukan beberapa waktu lalu oleh Bupati Lampung Barat, Mukhlis Basri," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung, Arief Hartawan, di Bandarlampung, Selasa (13/9).
Ia menyebutkan, sistem informasi harga dan komoditas menampilkan informasi harga pangan strategis, seperti beras, gula, daging sapi dan ayam, bawang, cabai dan lain-lain.
Harga yang tercantum di sistem tersebut bersifat harian dan mencakup lima pasar tradisional, yakni Pasar Sibelat, Simpang Luas, Liwa, Senen, dan Pasar Pura Jaya yang menjadi pusat perdagangan di Lampung Barat.
Sistem tersebut, lanjutnya, berbasis web, sehingga setiap orang dapat dengan mudah mengakses informasi perkembangan harga komoditas di lima pasar tersebut melalui tautan www.tpid-lampungbarat.org. Selain itu, terdapat keunggulan lainnya yaitu setiap orang dapat mengakses informasi harga di Lampung Barat melalui sms Harga#Nama Pasar#Komoditas ke no. 0822 9979 331.
"Hal itu sangat membantu masyarakat dalam proses konsumsi maupun perdagangan," ujarnya pula.
Arief menjelaskan, tersedianya sistem informasi harga tersebut memudahkan bagi TPID Lampung Barat untuk mengidentifikasi simpul-simpul penyebab fluktuasi harga, dan hal tersebut menjadi dasar yang kuat bagi TPID Lampung Barat untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam pengendalian inflasi.
Selain untuk pengendalian harga, sistem tersebut juga berguna untuk meningkatkan perekonomian Lampung Barat melalui penyediaan informasi harga untuk perdagangan antar kabupaten.
Ia menjelaskan, berbagai manfaat dari pelayanan informasi harga tersebut, mendorong optimisme Bupati Lampung Barat terhadap kemajuan perekonomian di kabupaten itu dan memperkuat upaya menjaga inflasi pada tingkat yang rendah dan stabil.
Harapan Bupati Lampung Barat sangat mungkin terwujud, mengingat ke depan sistem informasi harga dan komoditas Lampung Barat akan dilengkapi dengan data produksi (tempat dan volume) dan akan terkoneksi secara nasional dengan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (www.hargapangan.id).
"Ke depan, ketersediaan informasi harga ini diharapkan dapat juga dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Jika hal ini terwujud, upaya untuk mendorong perekonomian daerah dan menjaga stabilitas harga di Lampung akan semakin nyata," tambahnya.(Ant)
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota DPR RI Mukhlis Basri berikan bantuan korban banjir di Bandarlampung
22 January 2025 8:28 WIB, 2025
Reses di Tanggamus, Mukhlis Basri dorong peningkatan status jalan di Lampung
11 December 2024 16:25 WIB, 2024
Ekonom Indef sebut sosok Faisal Basri jadi inspirasi bagi peneliti muda
05 September 2024 9:13 WIB, 2024
Terdakwa kasus suap Unila Heryandi dan M Basri divonis 4 tahun 6 bulan penjara
25 May 2023 16:32 WIB, 2023
Saksi sebut M Basri minta jejak digital mahasiswa titipan Unila dihapus
24 January 2023 18:16 WIB, 2023
Saksi M Basri terima Rp780 juta uang titipan penerimaan mahasiswa baru
14 December 2022 15:01 WIB, 2022
Bachtiar Basri dipanggil KPK sebagai saksi terkait kasus gratifikasi
26 October 2021 14:07 WIB, 2021
Terpopuler - Lampung Barat
Lihat Juga
Bupati Lampung Barat sebut kepala sekolah berperan bangun kedisiplinan murid
15 January 2026 10:21 WIB