Bandarlampung  (ANTARA Lampung) - Tim Panel Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2016 mengapresiasi inovasi Pemerintah Provinsi Lampung dalam melaksanakan program rumah sakit keliling.

"Salah seorang panelis Siti Zuhro menyatakan bahwa inovasi tersebut terbilang langka dan perlu dicontoh oleh pemerintah daerah lain di Indonesia," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung Bayana, di Bandarlampung, Senin.

Panelis itu, lanjut Bayana, saat mewawancarai peserta Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2016, di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Senin menyatakan program itu adalah terobosan baru dalam hal pelayanan kesehatan, mendatangi pasien atau orang sakit secara langsung tanpa perlu masyarakat jauh-jauh mengunjungi rumah sakit untuk memeriksakan kesehatannya.

"Jika perlu Kementerian PAN-RB, merekomendasikan kepada Kementerian Kesehatan agar program ini disupport oleh pemerintah pusat. Karena dampak positif dari program ini amat besar dirasakan oleh masyarakat luas," ujar Bayana mengutip pernyataan panelis.

Bayana menyatakan dalam penilaian tersebut Pemerintah Provinsi Lampung diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Arinal Djunaidi, Kepala Dinas Kesehatan Reihana, Kabid Perencanaan Dinas Kesehatan dan lainnya.

Sekretaris Daerah dalam kesempatan itu menjelaskan, Provinsi Lampung dengan luas 35.288,35 Km2, memiliki kondisi geografi beragam yang memiliki daerah rawan bencana dan daerah otonom baru (DOB) dan daerah tersebut belum seluruhnya memiliki rumah sakit.

"Pemerintah Provinsi Lampung membuat inovasi untuk mengatasi kegawatdaruratan dan akibat bencana, kasus rujukan, mendekatkan akses kepada masyarakat," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana menambahkan RS keliling merupakan program unggulan Gubernur Lampung dengan landasan hukum UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Gubernur No. 16 Tahun 2013 tentang Pedoman Mobile Clinic yang mengatur Sumber Daya Manusia, Pembiayaan dan operasional.

Kegiatan yang dilakukan antara lain pelayanan empat spesilais dasar yakni (penyakit dalam, anak, kebidanan, dan bedah), kasus THT, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiogi.

Fasilitas mobil klinik, yakni ruang konsultasi, ruang laboratorium, ruang operasi minor dan mayor, mobil radiologi, mobil recovery room, mobil angkutan tenaga medis.

Manfaat utama dari rumah sakit keliling, jelas Reihana, yaitu memudahkan akses pelayanan spesialistik dan rujukan kemasyarakat di daerah otonomi baru yang belum memiliki RS.

"Masyarakat sangat antusias untuk memeriksakan kesehatannya. Terlihat dari meningkatnya kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Masyarakat dapat mengakses layanan spesialis, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi yang sulit diperoleh karena minimnya fasilitas di wilayah mereka," jelas Reihana.(Ant)