Dua WNI Disandera di PNG Dibebaskan
Jumat, 18 September 2015 13:31 WIB
Jakarta (ANTARA Lampung) - Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana menyebut dua warga negara Indonesia yang disandera kelompok bersenjata di Papua Nugini, telah dibebaskan pada Kamis (17/9) malam waktu setempat.
Ari Dwipayana dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (18/9), mengatakan kedua WNI yang telah dibebaskan itu saat ini berada di Konsulat Republik Indonesia di Vanimo PNG.
"Saya sudah bicara dengan dua WNI itu. Mereka dalam kondisi sehat," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Istana Merdeka Jakarta, Jumat.
Beberapa jam sebelum dilakukan pembebasan dua WNI itu, Presiden Joko Widodo melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Perdana Menteri PNG Peter O'Neill pada Kamis (17/9) pukul 16.26 WIB.
Dalam percakapan itu, Presiden menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah PNG atas upaya yang dilakukan Pemerintah PNG untuk membebaskan 2 WNI yang masih disandera.
"Saya memantau dari dekat perkembangan situasi sebagaimana dilaporkan oleh Menteri Luar Negeri saya," kata Presiden Jokowi.
Indonesia siap bekerjasama dengan PNG dalam mempercepat pembebasan sandera mengingat penyanderaan ini sudah memasuki hari ke-7.
"Saya mengkhawatirkan keselamatan dari kedua sandera WNI tersebut. Saya harap otoritas PNG terus memberikan informasi mengenai perkembangan situasi di lapangan," ujar Presiden Jokowi.
Ari Dwipayana dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (18/9), mengatakan kedua WNI yang telah dibebaskan itu saat ini berada di Konsulat Republik Indonesia di Vanimo PNG.
"Saya sudah bicara dengan dua WNI itu. Mereka dalam kondisi sehat," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Istana Merdeka Jakarta, Jumat.
Beberapa jam sebelum dilakukan pembebasan dua WNI itu, Presiden Joko Widodo melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Perdana Menteri PNG Peter O'Neill pada Kamis (17/9) pukul 16.26 WIB.
Dalam percakapan itu, Presiden menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah PNG atas upaya yang dilakukan Pemerintah PNG untuk membebaskan 2 WNI yang masih disandera.
"Saya memantau dari dekat perkembangan situasi sebagaimana dilaporkan oleh Menteri Luar Negeri saya," kata Presiden Jokowi.
Indonesia siap bekerjasama dengan PNG dalam mempercepat pembebasan sandera mengingat penyanderaan ini sudah memasuki hari ke-7.
"Saya mengkhawatirkan keselamatan dari kedua sandera WNI tersebut. Saya harap otoritas PNG terus memberikan informasi mengenai perkembangan situasi di lapangan," ujar Presiden Jokowi.
Pewarta : Hanni Sofia Soepardi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dua WNI yang disandera kelompok bersenjata Filipina diserahkan kepada keluarga
11 April 2019 17:48 WIB, 2019
Polres Lampung Selatan sita 42,8 kg sabu di Bakauheni selama Agustus 2026
05 September 2026 17:24 WIB
Polres Lampung Selatan sita 769 kartrid mengandung etomidate di Bakauheni
04 September 2026 20:19 WIB
Pemkab dan Polres Lampung Selatan perkuat kolaborasi jaga keamanan masyarakat
03 September 2026 19:32 WIB
Kemenkum gelar harmonisasi Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Tulang Bawang Barat
03 September 2026 19:29 WIB
Kanwil Kemenkum Lampung tekankan pentingnya harmonisasi produk hukum daerah
03 September 2026 18:49 WIB
Presiden Prabowo kenang dukungan Uni Soviet pada awal Republik Indonesia
03 September 2026 17:23 WIB
Terpopuler - Politik Dan Hukum
Lihat Juga
Polres Lampung Selatan sita 42,8 kg sabu di Bakauheni selama Agustus 2026
05 September 2026 17:24 WIB
Polres Lampung Selatan sita 769 kartrid mengandung etomidate di Bakauheni
04 September 2026 20:19 WIB
Pemkab dan Polres Lampung Selatan perkuat kolaborasi jaga keamanan masyarakat
03 September 2026 19:32 WIB
Kemenkum gelar harmonisasi Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Tulang Bawang Barat
03 September 2026 19:29 WIB
Kanwil Kemenkum Lampung tekankan pentingnya harmonisasi produk hukum daerah
03 September 2026 18:49 WIB
Presiden Prabowo kenang dukungan Uni Soviet pada awal Republik Indonesia
03 September 2026 17:23 WIB
Presiden Prabowo sebut EEF ke-11 potensi besar menjadi jembatan kerja sama kawasan
03 September 2026 15:42 WIB