Wabah MERS mulai mereda
Jumat, 19 Juni 2015 15:42 WIB
Seoul (Antara/Reuters) - Wabah Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) di Korea Selatan telah mereda, kata pejabat kesehatan setempat, Jumat, dengan hanya satu pasien baru dilaporkan, sehari setelah Thailand melaporkan kasus pertamanya.
Dalam wabah di Korsel tersebut, sebanyak 166 orang terinfeksi dan menjadi wabah terbesar yang terjadi di luar Arab Saudi. Wabah berasal dari seorang lelaki 68 tahun yang baru kembali dari perjalanan bisnis ke Timur Tengah pada awal Mei.
Virus tersebut menyebar melalui rumah sakit-rumah sakit dan menewaskan 24 orang.
Kasus Thailand, seorang pengusaha Oman berusia 75 tahun diduga tidak terkait dengan wabah di Korsel namun akan menebarkan kekhawatiran di kawasan tersebut, meskipun wabah terburuk sudah berakhir di Korsel.
"Dengan perkembangan saat ini, kami memastikan bahwa ini sudah berakhir, namun kita perlu memantau penyebaran lebih jauh, kasus-kasus lebih jauh dari pemantauan intensif rumah sakit," kata kepala kebijakan kementerian kesehatan, Kwon Deok-cheol.
Sebagai bagian dari upaya itu, pihak perwenang di Korsel menghubungi hampir 42 ribu orang yang telah mengunjungi sebuah rumah sakit di ibukota Seoul, yang menjadi pusat penyebaran wabah, dengan separuh kasus infeksi terjadi di lokasi tersebut.
Pihak berwenang mengatakan mereka akan mengontak warga yang pernah berada di rumah sakit itu, Samsung Medical Center, antara 27-29 Mei dan 2-10 Juni, dan menambah jumlah orang yang kemungkinan kontak dengan kasus MERS menjadi 7 ribu orang.
MERS pertama kali teridentifikasi pada manusia di Arab Saudi pada 2012 dan mayoritas kasus terjadi di Timur Tengah.
Dalam wabah di Korsel tersebut, sebanyak 166 orang terinfeksi dan menjadi wabah terbesar yang terjadi di luar Arab Saudi. Wabah berasal dari seorang lelaki 68 tahun yang baru kembali dari perjalanan bisnis ke Timur Tengah pada awal Mei.
Virus tersebut menyebar melalui rumah sakit-rumah sakit dan menewaskan 24 orang.
Kasus Thailand, seorang pengusaha Oman berusia 75 tahun diduga tidak terkait dengan wabah di Korsel namun akan menebarkan kekhawatiran di kawasan tersebut, meskipun wabah terburuk sudah berakhir di Korsel.
"Dengan perkembangan saat ini, kami memastikan bahwa ini sudah berakhir, namun kita perlu memantau penyebaran lebih jauh, kasus-kasus lebih jauh dari pemantauan intensif rumah sakit," kata kepala kebijakan kementerian kesehatan, Kwon Deok-cheol.
Sebagai bagian dari upaya itu, pihak perwenang di Korsel menghubungi hampir 42 ribu orang yang telah mengunjungi sebuah rumah sakit di ibukota Seoul, yang menjadi pusat penyebaran wabah, dengan separuh kasus infeksi terjadi di lokasi tersebut.
Pihak berwenang mengatakan mereka akan mengontak warga yang pernah berada di rumah sakit itu, Samsung Medical Center, antara 27-29 Mei dan 2-10 Juni, dan menambah jumlah orang yang kemungkinan kontak dengan kasus MERS menjadi 7 ribu orang.
MERS pertama kali teridentifikasi pada manusia di Arab Saudi pada 2012 dan mayoritas kasus terjadi di Timur Tengah.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes sebut ada penambahan 130 kasus COVID-19 di Lampung dari 13 daerah
20 March 2022 21:58 WIB, 2022
Kapolri Listyo Sigit minta warga Aceh vaksin dosis kedua sesuai jadwal
25 February 2022 21:23 WIB, 2022
Virus corona ditemukan pada sampel kemasan daging impor di Hong Kong
23 February 2022 6:06 WIB, 2022
HK sebut seksi dua tol Sibanceh tunggu izin operasi dari Kementerian PUPR
15 February 2022 5:29 WIB, 2022
pemimpin Hong Kong minta maaf karena warga antre lama untuk dites COVID-19
10 February 2022 11:51 WIB, 2022
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Putin sebut Indonesia mitra kunci di Asia-Pasifik dan sahabat terpercaya di ASEAN
03 September 2026 15:44 WIB
USGS perkirakan banyak korban jiwa dan kerusakan parah di Venezuela akibat gempa
25 June 2026 8:14 WIB