PBB : Arab Saudi Langgar Hukum Antarbangsa
Senin, 11 Mei 2015 9:40 WIB
Jenewa (Antara/Reuters) - Serangan udara sekutu pimpinan Arab Saudi atas kota Saada di Yaman, tempat banyak warga terperangkap, melanggar hukum antarbangsa, meskipun ada seruan agar warga meninggalkan daerah itu, kata Koordinator Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Yaman pada Sabtu.
"Pemboman serampangan atas daerah berpenduduk, dengan atau tanpa peringatan sebelumnya, bertentangan dengan hukum humaniter antarbangsa (IHL)," kata pernyataan Johannes van der Klaauw.
"Mengeluarkan peringatan akan ada serangan tidak membebaskan para pihak dari kewajiban IHL untuk melindungi warga dari bahaya," katanya.
Puluhan warga dilaporkan tewas dan ribuan mengungsi sesudah sekutu, yang mencakup Arab Saudi dan sembilan negara Arab lain dan didukung Amerika Serikat, Inggris dan Prancis, menyatakan seluruh gubernuran itu sasaran tentara, katanya.
"Banyak warga terjebak di Saada karena tak mendapat pengangkutan akibat kekurangan bahan bakar. Menyasar seluruh gubernuran itu akan menempatkan jumlah tak terhingga warga terancam," kata Van der Klaauw.
Serangan itu menyasar dua pusat kendali pemberontak Houthi di Bani Maaz, menghancurkan pabrik tambang di kawasan tua kota Saada dan pusat perhubungan di daerah Mothalath, kata kentor berita Saudi SPA.
Dua pusat komando Houthi di propinsi itu juga dihancurkan.
Warga Saada mengatakan serangan itu merusak makam pendiri gerakan Houthi, Hussein al-Houthi.
Berdasarkan atas hukum antarbangsa, semua pihak bersengketa harus menghindari langkah menimbulkan bahaya pada warga dan Van der Klaauw menyatakan tentara dan sarananya tidak boleh berada di daerah padat penduduk, yang akan membahayakan warga.
"Secara khusus, semua pihak harus menghindari menggunakan daerah berpenduduk sebagai tempat melancarkan serangan," katanya.
Penerjemah : B Soekapdjo
"Pemboman serampangan atas daerah berpenduduk, dengan atau tanpa peringatan sebelumnya, bertentangan dengan hukum humaniter antarbangsa (IHL)," kata pernyataan Johannes van der Klaauw.
"Mengeluarkan peringatan akan ada serangan tidak membebaskan para pihak dari kewajiban IHL untuk melindungi warga dari bahaya," katanya.
Puluhan warga dilaporkan tewas dan ribuan mengungsi sesudah sekutu, yang mencakup Arab Saudi dan sembilan negara Arab lain dan didukung Amerika Serikat, Inggris dan Prancis, menyatakan seluruh gubernuran itu sasaran tentara, katanya.
"Banyak warga terjebak di Saada karena tak mendapat pengangkutan akibat kekurangan bahan bakar. Menyasar seluruh gubernuran itu akan menempatkan jumlah tak terhingga warga terancam," kata Van der Klaauw.
Serangan itu menyasar dua pusat kendali pemberontak Houthi di Bani Maaz, menghancurkan pabrik tambang di kawasan tua kota Saada dan pusat perhubungan di daerah Mothalath, kata kentor berita Saudi SPA.
Dua pusat komando Houthi di propinsi itu juga dihancurkan.
Warga Saada mengatakan serangan itu merusak makam pendiri gerakan Houthi, Hussein al-Houthi.
Berdasarkan atas hukum antarbangsa, semua pihak bersengketa harus menghindari langkah menimbulkan bahaya pada warga dan Van der Klaauw menyatakan tentara dan sarananya tidak boleh berada di daerah padat penduduk, yang akan membahayakan warga.
"Secara khusus, semua pihak harus menghindari menggunakan daerah berpenduduk sebagai tempat melancarkan serangan," katanya.
Penerjemah : B Soekapdjo
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Putin sebut Indonesia mitra kunci di Asia-Pasifik dan sahabat terpercaya di ASEAN
03 September 2026 15:44 WIB
USGS perkirakan banyak korban jiwa dan kerusakan parah di Venezuela akibat gempa
25 June 2026 8:14 WIB