Adakah Tentara Bayaran AS di Ukraina ?
Selasa, 27 Januari 2015 22:46 WIB
Washington (ANTARA Lampung/Sputnik) - Dugaan bahwa adanya tentara bayaran AS yang beroperasi dengan pemerintah Kiev tidak benar, ujar jurubicarawati Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki, Senin saat konferensi pers.
"Ada rumor yang menurut saya palsu," ujar Psaki kepada wartawan ketika ditanya tentang adanya tentara swasta AS yang beroperasi di Ukraina, mengacu pada video yang baru-baru ini diunggah menggambarkan petugas patroli yang berbahasa Inggris fasih di jalan-jalan Mariupol, sebuah kota di tenggara Ukraina.
Pria pertama yang direkam dengan mengenakan seragam dan memegang senjata yang dengan fasih berbahasa Inggris itu sengaja direkam pada video oleh Mariupol News Service, menolak untuk mengomentari pertanyaan koresponden dan cepat pergi dengan kata-kata "Jangan rekam saya, jangan rekam saya, tolong lah," (Out of my face, out of my face, please)".
Video lainnya menggambarkan seorang pria berseragam sedang mengamankan sebuah area dari artilery yang belum meledak, menyusul serangan penembakan berat Sabtu (24/1), yang menewaskan sedikitnya 30 orang. Video tersebut menimbulkan pertanyaan tentang dugaan keterlibatan kontraktor militer asing dalam konflik Ukraina.
"Tidak ada pasukan (AS) beroperasi (di Ukraina), selain itu ada juga tuduhan bahwa ada legiun NATO di Ukraina ... telah ada berbagai rumor di luar sana yang tidak akurat," Psaki menegaskan.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin menyerukan tentara Ukraina "legiun asing yang dikontrol NATO, tidak dikirim untuk melayani dan melindungi kepentingan nasional Ukraina."
Saat ini, para pejabat AS mengklaim bahwa mereka memberikan dukungan non-mematikan secara eksklusif ke Ukraina, serta saran militer. Duta Besar AS untuk Ukraina pada Selasa (20/1) mengumumkan bahwa Kongres AS mengalokasikan 75 juta dolar AS untuk mendukung sektor pertahanan Ukraina pada tahun 2015, selain 119 juta dolar AS yang sudah diberikan pada tahun 2014.
"Ada rumor yang menurut saya palsu," ujar Psaki kepada wartawan ketika ditanya tentang adanya tentara swasta AS yang beroperasi di Ukraina, mengacu pada video yang baru-baru ini diunggah menggambarkan petugas patroli yang berbahasa Inggris fasih di jalan-jalan Mariupol, sebuah kota di tenggara Ukraina.
Pria pertama yang direkam dengan mengenakan seragam dan memegang senjata yang dengan fasih berbahasa Inggris itu sengaja direkam pada video oleh Mariupol News Service, menolak untuk mengomentari pertanyaan koresponden dan cepat pergi dengan kata-kata "Jangan rekam saya, jangan rekam saya, tolong lah," (Out of my face, out of my face, please)".
Video lainnya menggambarkan seorang pria berseragam sedang mengamankan sebuah area dari artilery yang belum meledak, menyusul serangan penembakan berat Sabtu (24/1), yang menewaskan sedikitnya 30 orang. Video tersebut menimbulkan pertanyaan tentang dugaan keterlibatan kontraktor militer asing dalam konflik Ukraina.
"Tidak ada pasukan (AS) beroperasi (di Ukraina), selain itu ada juga tuduhan bahwa ada legiun NATO di Ukraina ... telah ada berbagai rumor di luar sana yang tidak akurat," Psaki menegaskan.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin menyerukan tentara Ukraina "legiun asing yang dikontrol NATO, tidak dikirim untuk melayani dan melindungi kepentingan nasional Ukraina."
Saat ini, para pejabat AS mengklaim bahwa mereka memberikan dukungan non-mematikan secara eksklusif ke Ukraina, serta saran militer. Duta Besar AS untuk Ukraina pada Selasa (20/1) mengumumkan bahwa Kongres AS mengalokasikan 75 juta dolar AS untuk mendukung sektor pertahanan Ukraina pada tahun 2015, selain 119 juta dolar AS yang sudah diberikan pada tahun 2014.
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kopda M "sang suami" punya kekasih lain, pembunuh bayaran pun diperintahkan habisi istrinya
25 July 2022 13:07 WIB, 2022
Atas permintaan Francis, pasukan Libya timur pulangkan 300 tentara bayaran asing
12 November 2021 13:02 WIB, 2021
Lima klub besar Eropa kuasai 71,8 persen total bayaran transfer Januari
13 February 2020 6:14 WIB, 2020
Usai kalahkan Poirier Khabib Nurmagomedov dapat bayaran Rp84 miliar
10 September 2019 8:27 WIB, 2019
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Angka kelahiran rendah, kota-kota besar di Jepang alami penurunan populasi
01 February 2026 17:11 WIB
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB