Relawan Lampung Kawal Program Jokowi-JK
Selasa, 21 Oktober 2014 23:35 WIB
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Relawan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Provinsi Lampung akan tetap mengawal semua program kerja pemerintahan Presiden Jokowi agar berjalan dengan baik dan dirasakan oleh rakyat secara keseluruhan.
"Relawan jangan bubar usai pelantikan Presiden Jokowi-Wapres JK kemarin, tetapi kita semua harus selalu menjaga dan mengawal program yang prorakyat," kata Ketua Relawan Jokowi-JK di Lampung, Mukhlis Basri, saat syukuran atas pelantikan Jokowi-JK menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019, di Sukarame, Bandarlampung, Selasa (21/10).
Menurut Mukhlis yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lampung Barat itu, penting untuk tetap menjaga kebersamaan relawan karena tugas yang diemban masih panjang agar dapat mengawal seluruh program kerja Jokowi-JK sampai ke rakyat.
"Program kerja prorakyat inilah yang menjadi tugas kita bersama mengawalnya, agar pembangunan negeri ini menjadi sesuai harapan masyarakat," ujar Bupati Lampung Barat itu pula.
Ia mengharapkan partai pendukung, koalisi dan pihak lainnya harus tetap berjuang bersama untuk melanjutkan pembangunan yang telah dijalankan presiden sebelumnya.
Ketua panitia syukuran pelantikan Presiden Jokowi-Wapres JK periode 2014-2019, Cerius Martuabasa mengatakan, momentum serah terima jabatan presiden-wapres kemarin merupakan yang pertama terjadi.
"Pertama terjadi karena Presiden Susilo Bambang Yudoyono mau dengan lapang dada mempersilahkan Jokowi-JK untuk melanjutkan kerja pemerintahan sebelumnya," kata dia lagi.
Menurut mantan anggota DPRD Lampung ini, hal itulah yang baru, mengingat sebelumnya belum pernah ada sikap lapang dada dan mau menerima apa yang sudah menjadi pilihan rakyat.
"Ini sudah menjadi pilihan rakyat, sehingga perlu terus kita kawal agar visi misi Jokowi-JK untuk membangun Indonesia lima tahun ke depan bisa tercapai," ujarnya.
"Relawan jangan bubar usai pelantikan Presiden Jokowi-Wapres JK kemarin, tetapi kita semua harus selalu menjaga dan mengawal program yang prorakyat," kata Ketua Relawan Jokowi-JK di Lampung, Mukhlis Basri, saat syukuran atas pelantikan Jokowi-JK menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019, di Sukarame, Bandarlampung, Selasa (21/10).
Menurut Mukhlis yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lampung Barat itu, penting untuk tetap menjaga kebersamaan relawan karena tugas yang diemban masih panjang agar dapat mengawal seluruh program kerja Jokowi-JK sampai ke rakyat.
"Program kerja prorakyat inilah yang menjadi tugas kita bersama mengawalnya, agar pembangunan negeri ini menjadi sesuai harapan masyarakat," ujar Bupati Lampung Barat itu pula.
Ia mengharapkan partai pendukung, koalisi dan pihak lainnya harus tetap berjuang bersama untuk melanjutkan pembangunan yang telah dijalankan presiden sebelumnya.
Ketua panitia syukuran pelantikan Presiden Jokowi-Wapres JK periode 2014-2019, Cerius Martuabasa mengatakan, momentum serah terima jabatan presiden-wapres kemarin merupakan yang pertama terjadi.
"Pertama terjadi karena Presiden Susilo Bambang Yudoyono mau dengan lapang dada mempersilahkan Jokowi-JK untuk melanjutkan kerja pemerintahan sebelumnya," kata dia lagi.
Menurut mantan anggota DPRD Lampung ini, hal itulah yang baru, mengingat sebelumnya belum pernah ada sikap lapang dada dan mau menerima apa yang sudah menjadi pilihan rakyat.
"Ini sudah menjadi pilihan rakyat, sehingga perlu terus kita kawal agar visi misi Jokowi-JK untuk membangun Indonesia lima tahun ke depan bisa tercapai," ujarnya.
Pewarta : Agus Setyawan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Metro Jaya segera periksa tersangka kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi
07 November 2025 20:03 WIB
Prabowo sebut tingkat inflasi terjaga karena teknik pengendaliannya dirintis Jokowi
20 October 2025 21:48 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Wapres Gibran dukung pengembangan faskes di RSUD dr A Dadi Tjokrodipo Bandarlampung
08 May 2026 18:11 WIB
Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono meninggal dunia pada usia 84 tahun
28 March 2026 17:36 WIB
ANTARA minta maaf terkait kesalahan berita "pemerintah setop penerbangan luar negeri"
18 March 2026 4:42 WIB