Jepang Kini Tertular DBD
Selasa, 2 September 2014 8:18 WIB
Penyebaran demam berdarah melalui gigitan nyamuk jenis ini (istimewa).
Tokyo (Antara/RIA Novosti-0ANA) -Wabah demam berdarah akibat nyamuk telah menulari 22 orang di Jepang, kata Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan negara itu mengonfirmasi Senin.
Kasus pertama demam berdarah tercatat pada akhir Agustus, ketika tiga orang ditemukan telah terjangkit penyakit ini. Kemudian, 19 kasus lain juga dikonfirmasi.
Sebagian besar orang yang terkena akibat mengunjungi Taman Yoyogi Tokyo, di mana mereka yakini telah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi virus berbahaya itu.
Para pejabat Tokyo telah disemprot lebih dari 800 liter pestisida di taman itu dalam upaya untuk membunuh serangga tersebut.
Departemen Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan menginstruksikan ke-47 pemerintah prefektur Jepang untuk melaporkan setiap kasus mencurigakan berkaitan dengan penyakit tersebut.
Lima puluh sampai 100 juta orang yang tinggal di daerah tropis atau subtropis terinfeksi demam berdarah itu setiap tahun.
Penyakit ini dibawa oleh nyamuk macan dan tidak dapat ditularkan langsung dari orang ke orang.
Gejala mungkin termasuk demam ringan, sakit kepala, sakit di belakang mata, muntah dan nyeri otot, atau demam bahkan tinggi dan perdarahan masif, yang dapat mengancam jiwa.
Kadang-kadang, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi yang disebut sindrom syok dengue.
Tidak ada vaksin atau obat khusus untuk mengobati demam berdarah, sehingga otoritas kesehatan Jepang menyarankan pasien untuk beristirahat, minum banyak cairan dan mencoba untuk mengurangi demam dengan menggunakan obat yang tersedia.
Penerjemah/Redaktur : A Krisna/Hisar Sitanggang
Kasus pertama demam berdarah tercatat pada akhir Agustus, ketika tiga orang ditemukan telah terjangkit penyakit ini. Kemudian, 19 kasus lain juga dikonfirmasi.
Sebagian besar orang yang terkena akibat mengunjungi Taman Yoyogi Tokyo, di mana mereka yakini telah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi virus berbahaya itu.
Para pejabat Tokyo telah disemprot lebih dari 800 liter pestisida di taman itu dalam upaya untuk membunuh serangga tersebut.
Departemen Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan menginstruksikan ke-47 pemerintah prefektur Jepang untuk melaporkan setiap kasus mencurigakan berkaitan dengan penyakit tersebut.
Lima puluh sampai 100 juta orang yang tinggal di daerah tropis atau subtropis terinfeksi demam berdarah itu setiap tahun.
Penyakit ini dibawa oleh nyamuk macan dan tidak dapat ditularkan langsung dari orang ke orang.
Gejala mungkin termasuk demam ringan, sakit kepala, sakit di belakang mata, muntah dan nyeri otot, atau demam bahkan tinggi dan perdarahan masif, yang dapat mengancam jiwa.
Kadang-kadang, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi yang disebut sindrom syok dengue.
Tidak ada vaksin atau obat khusus untuk mengobati demam berdarah, sehingga otoritas kesehatan Jepang menyarankan pasien untuk beristirahat, minum banyak cairan dan mencoba untuk mengurangi demam dengan menggunakan obat yang tersedia.
Penerjemah/Redaktur : A Krisna/Hisar Sitanggang
Pewarta :
Editor : M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cegah demam berdarah, Kemenkes minta masyarakat jaga pola hidup sehat
01 February 2025 10:16 WIB, 2025
Dinkes Lampung Selatan tangani 195 kasus DBD pada Januari-Agustus 2024
12 September 2024 18:05 WIB, 2024
Kasus DBD tinggi, Wabup Pringsewu tinjau rumah warga di Pekon Tambahrejo
18 January 2022 8:39 WIB, 2022
Selain COVID, masyarakat juga diminta waspadai demam berdarah dengue
06 January 2022 15:17 WIB, 2022
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Putin sebut Indonesia mitra kunci di Asia-Pasifik dan sahabat terpercaya di ASEAN
03 September 2026 15:44 WIB
USGS perkirakan banyak korban jiwa dan kerusakan parah di Venezuela akibat gempa
25 June 2026 8:14 WIB