Bandarlampung (Antara Lampung) - Ratusan personil dari Kepolisian Daerah Lampung telah siap untuk melakukan pengamanan pemilihan presiden dan wakil presiden, selama masa kampanye berlangsung di Provinsi Lampung.
"Polda Lampung telah menyiapkan 960 personil, untuk mengamankan seluruh tahapan pilpres di Provinsi Lampung," kata Kapolda Lampung Brigjend Heru Winarko, saat memimpin apel gelar pasukan pengamaanan pilpres dalam operasi mantap Brata Krakatau 2014, di Lapangan Saburai, Bandarlampung, Selasa.
Dia mengatakan 960 personil tersebut terdiri dari 500 personil polda, 400 personil dari Polresta Bandarlampung, 30 personil Polres Lampung Selatan dan 30 personil Polres Tanggamus. Pengamanan ini pun dibantu oleh personil TNI, Dihub Provinsi Lampung, Pol PP, Gabungan Damkar, Rafi, Senkom dan SAR.
Ia menjelaskan tujuan apel ini tidak hanya untuk mengecek kesiapan personil dan kelengkapan sarana prasarana Polri beserta unsur terkait, tetapi melatih personil yang terlibat dalam pengamanan capres dan cawapres maupun tim suksesnya yang akan menggelar kampanye di Lampung.
"Kepada seluruh personil, untuk bisa bekerja sebaik mungkin dalam upaya mengsukseskan pilpres. Serta mengantisipasi seluruh ancaman dan upaya terorisme yang memanfaatkan situasi pilpres," katanya.
Sejauh ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan KPUD kabupaten/kota, jumlah TPS dalam pilpres kali ini akan berkurang, sedangkan DPT akan bertambah dari 500 DPT per TPS menjadi 600 DPT per TPS. Dengan kata lain, pada Pemilu Pileg dan Pilkada berjumlah 5000 TPS saat ini 4000 TPS.
"Semua anggota diwajibkan bersikap netral atau tidak berpihak ke salah satu pasangan, karena anggota Polri hanya bertugas mengamankan jalannya Pemilu. Sedangkan terkait daerah yang dianggap rawan, pihaknya tidak bisa menjelaskan karena yang terpenting pilpres bisa berlangsung lancar, aman dan damai dari awal hingga akhir," katanya.
Sementara itu, Dirsabhara Baharkam Mabes Polri Brigjen Heri Hawan yang hadir dalam apel tersebut mengatakan melihat simulasi sistem pengamanan pilpres pada 9 juli 2014 mendatang, mulai dari pengendali massa (dalmas) awal sampai dalmas akhir cukup memuaskan.
"Mulai dari pagar betis dan melumpuhkan massa yang anarkis, sudah cukup baik. Diharapkan saat pelaksanaannya nanti para personel yang telah terlatih tersebut bisa melaksanakan tugasnya dengan baik," kata dia.
Terkait tindakan tegas dan daerah yang dianggap rawan akan aksi massa, hal itu merupakan wewenang Kapolda Lampung selaku pimpinan yang mengetahui wilayahnya.
"Polda Lampung telah menyiapkan 960 personil, untuk mengamankan seluruh tahapan pilpres di Provinsi Lampung," kata Kapolda Lampung Brigjend Heru Winarko, saat memimpin apel gelar pasukan pengamaanan pilpres dalam operasi mantap Brata Krakatau 2014, di Lapangan Saburai, Bandarlampung, Selasa.
Dia mengatakan 960 personil tersebut terdiri dari 500 personil polda, 400 personil dari Polresta Bandarlampung, 30 personil Polres Lampung Selatan dan 30 personil Polres Tanggamus. Pengamanan ini pun dibantu oleh personil TNI, Dihub Provinsi Lampung, Pol PP, Gabungan Damkar, Rafi, Senkom dan SAR.
Ia menjelaskan tujuan apel ini tidak hanya untuk mengecek kesiapan personil dan kelengkapan sarana prasarana Polri beserta unsur terkait, tetapi melatih personil yang terlibat dalam pengamanan capres dan cawapres maupun tim suksesnya yang akan menggelar kampanye di Lampung.
"Kepada seluruh personil, untuk bisa bekerja sebaik mungkin dalam upaya mengsukseskan pilpres. Serta mengantisipasi seluruh ancaman dan upaya terorisme yang memanfaatkan situasi pilpres," katanya.
Sejauh ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan KPUD kabupaten/kota, jumlah TPS dalam pilpres kali ini akan berkurang, sedangkan DPT akan bertambah dari 500 DPT per TPS menjadi 600 DPT per TPS. Dengan kata lain, pada Pemilu Pileg dan Pilkada berjumlah 5000 TPS saat ini 4000 TPS.
"Semua anggota diwajibkan bersikap netral atau tidak berpihak ke salah satu pasangan, karena anggota Polri hanya bertugas mengamankan jalannya Pemilu. Sedangkan terkait daerah yang dianggap rawan, pihaknya tidak bisa menjelaskan karena yang terpenting pilpres bisa berlangsung lancar, aman dan damai dari awal hingga akhir," katanya.
Sementara itu, Dirsabhara Baharkam Mabes Polri Brigjen Heri Hawan yang hadir dalam apel tersebut mengatakan melihat simulasi sistem pengamanan pilpres pada 9 juli 2014 mendatang, mulai dari pengendali massa (dalmas) awal sampai dalmas akhir cukup memuaskan.
"Mulai dari pagar betis dan melumpuhkan massa yang anarkis, sudah cukup baik. Diharapkan saat pelaksanaannya nanti para personel yang telah terlatih tersebut bisa melaksanakan tugasnya dengan baik," kata dia.
Terkait tindakan tegas dan daerah yang dianggap rawan akan aksi massa, hal itu merupakan wewenang Kapolda Lampung selaku pimpinan yang mengetahui wilayahnya.