Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Provinsi Lampung menyerukan masyarakat berhati-hati memilih calon presiden dan calon wakil presiden Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 nanti.

Seruan tersebut, demikian Ketua Wilayah LMND Lampung, Aris Setiyanto di Bandarlampung, Kamis (5/6), dilakukan melalui aksi diikuti sekitar 50-an orang dipimpin M Arira Fitra di Tugu Adipura Bandarlampung pada pukul 09.00 WIB ini.

"Selain menyerukan jangan pilih capres-cawapres pelanggar HAM dan antidemokrasi, LMND Lampung juga menyerukan masyarakat jangan memilih capres-cawapres yang menyuburkan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), serta jangan pilih capres-cawapres penjual sumber daya alam atau SDA," kata Aris lagi.

Pemilihan presiden, demikian Aris yang juga alumni Civic Education for Future Indonesia Leaders (CEFIL) Lampung ini, bukan hanya sebatas pergantian pemimpin semata.

"Hal yang selama ini kita jalani namun tidak mengubah sistem kesejahteraan rakyat, sehingga sumberdaya lam yang ada semakin banyak dikuasai asing. Setiap lulusan hanya menambah pengangguran terdidik karena kekurangan lapangan pekerjaan dan korupsi tumbuh subur, sehingga kekayaan di negeri ini hanya dikuasai oleh segelintir orang," ujarnya menjelaskan.

Hal-hal tersebut merupakan "penyakit" yang menyebabkan kesejahteraan rakyat semakin terasa timpang.

Selain itu, kata Aris menambahkan, pemerintah selalu lebih dekat kepada modal asing ketimbang kepada rakyatnya.

"Hal inilah yang membuat pemerintah melanggengkan dan mengamini negara kita masuk dalam sistem neoliberalisme atau neokolonialisme yang menghamba pada kapitalisme asing dengan segala kepentingan yang menghisap dan iming-iming kekayaan bagi penguasa," ujarnya menuturkan.

Neokolonialsime telah membuat segala kebijakan yang dibuat merelakan dan tega melihat keadaan masyarakkatnya yang harus bertahan dan bersaing untuk hidup di tengah-tengah privatisasi di segala sektor, seperti pencabutaan subsidi pendidikaan, kesehatan dan lain-lainnya.

"Karena itu, LMND Lampung menyerukan masyarakat untuk tidak memilih capres-cawapres dengan kriteria-kriteria tersebut," demikian Aris Setiyanto.

Pewarta : Gatot Arifianto
Editor :
Copyright © ANTARA 2026