Gunung Merapi Alaska Meletus
Rabu, 4 Juni 2014 18:50 WIB
Dokumentasi: Letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, wilayah Provinsi Lampung, Indonesia. (Istimewa).
Juneau, Alaska (Antara/Reuters) - Satu gunung berapi Alaska yang menyemburkan abu dan lahar selama bertahun-tahun mulai meletus dengan intensitas baru pekan ini, mengeluarkan gumpalan asap dan abu setinggi 7.315 meter, kata pihak berwenang, Selasa.
Situasi itu membuat para pakar mengeluarkan siaga vulkanik tertinggi mereka dalam lima tahun.
Tetapi kegiatan gunung berapi Pavlof yang terletak di satu daerah yang tidak berpenduduk hampir 966 km barat daya Anchorage itu, sejauh ini tidak mengganggu lalu lintas penerbangan kawasan itu, berkat cuaca yang cerah yang membuat lebih mudah bagi pesawat untuk melakukan hubungan di sekitar daerah yang terkena dampak letusan itu.
Letusan masih terjadi cukup keras sehingga para ahli Observatorium Gunung Berapi Alaska mengeluarkan peringatan siaga merah pertama sejak tahun 2009, ketika Gunung Redoubt mengeluarkan serangkaian letusan yang menyemburkan abu setinggi 15.240 meter.
"Ini berarti gunung itu dapat meletus selama beberapa pekan atau bahkan beberapa bulan," kata geologis riset observatorium itu Michelle Coombs mengenai peringatan itu. "Saya tidak mengira kita akan berada dalam siaga merah yang lama, tetapi kita mengharapkan itu hanya berlangsung sebentar seperti masa lalu."
Coombs mengatakan daerah-daerah yang terkena dampak letusan itu tidak berpenduduk kecuali untuk tujuan berburu.
Pada ahli geologi pertama mengeluarkan peringatan siaga pada Senin malam. Sejak itu gulungan abu mencapai ketinggian 7.315 meter Selasa pagi.
"Sekarang, dengan cuaca cerah, abu berada dalam keadaan yang tidak berbahaya," kata Coombs. "Kami memperoleh banyak laporan pilot dan banyak foto yang bagus, sehingga kami dapat mengawasinya.
Pavlof terletak di bawah satu rute yang sering digunakan pesawat yang terbang antara Amerika Utara dan Asia, tetapi pesawat-pesawat itu biasanya terbang pada ketinggian 9.144 meter dan mungkin tidak terkena dampak abu di tingkat yang lebih rendah, kata pakar observatorium itu.
Penerjemah: R. Nurdin/A. Krisna.
Situasi itu membuat para pakar mengeluarkan siaga vulkanik tertinggi mereka dalam lima tahun.
Tetapi kegiatan gunung berapi Pavlof yang terletak di satu daerah yang tidak berpenduduk hampir 966 km barat daya Anchorage itu, sejauh ini tidak mengganggu lalu lintas penerbangan kawasan itu, berkat cuaca yang cerah yang membuat lebih mudah bagi pesawat untuk melakukan hubungan di sekitar daerah yang terkena dampak letusan itu.
Letusan masih terjadi cukup keras sehingga para ahli Observatorium Gunung Berapi Alaska mengeluarkan peringatan siaga merah pertama sejak tahun 2009, ketika Gunung Redoubt mengeluarkan serangkaian letusan yang menyemburkan abu setinggi 15.240 meter.
"Ini berarti gunung itu dapat meletus selama beberapa pekan atau bahkan beberapa bulan," kata geologis riset observatorium itu Michelle Coombs mengenai peringatan itu. "Saya tidak mengira kita akan berada dalam siaga merah yang lama, tetapi kita mengharapkan itu hanya berlangsung sebentar seperti masa lalu."
Coombs mengatakan daerah-daerah yang terkena dampak letusan itu tidak berpenduduk kecuali untuk tujuan berburu.
Pada ahli geologi pertama mengeluarkan peringatan siaga pada Senin malam. Sejak itu gulungan abu mencapai ketinggian 7.315 meter Selasa pagi.
"Sekarang, dengan cuaca cerah, abu berada dalam keadaan yang tidak berbahaya," kata Coombs. "Kami memperoleh banyak laporan pilot dan banyak foto yang bagus, sehingga kami dapat mengawasinya.
Pavlof terletak di bawah satu rute yang sering digunakan pesawat yang terbang antara Amerika Utara dan Asia, tetapi pesawat-pesawat itu biasanya terbang pada ketinggian 9.144 meter dan mungkin tidak terkena dampak abu di tingkat yang lebih rendah, kata pakar observatorium itu.
Penerjemah: R. Nurdin/A. Krisna.
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PVMBG catat Gunung Merapi luncurkan empat kali awan panas selama sepekan
20 January 2024 5:41 WIB, 2024
DMC Dompet Dhuafa Singgalang bantu penanganan pasca erupsi Gunung Marapi
06 December 2023 21:04 WIB, 2023
Warga lereng Gunung Merapi dan Merbabu di Boyolali gelar kirab budaya Temu Tirta
21 July 2023 8:40 WIB, 2023
Ribuan warga Gunung Merapi Boyolali ikuti ritual Sedekah Merapi malam 1 Sura
19 July 2023 9:42 WIB, 2023
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025