Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Pemilu 2014 tinggal beberapa hari lagi, 9 April, dan di Lampung akan bersamaan dengan pemungutan suara pemilihan gubernur 2014--2019.
Berkaitan itu, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Lampung terus melakukan sosialisasi kesiapan melaksanakan Pemilu Legislatif bersamaan Pemilihan Gubernur Lampung pada 9 April 2014.
Ketua KPU Lampung, Dr Nanang Trenggono MSi, didampingi Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Pemungutan dan Penghitungan Suara, Dra Handi Muryaningsih MSi, di Bandarlampung, Jumat (4/4), memastikan kesiapan pihaknya untuk menggelar pemilu legislatif bersamaan pemilihan gubernur 9 April 2014.
Kesiapan distribusi logistik pilgub dan pemilu legislatif yang diperlukan telah sampai ke seluruh KPU kabupaten/kota di Lampung.
Berkaitan dengan sosialisasi kesiapan itu, untuk meningkatkan partisipasi aktif dalam menyukseskan pemilihu legislatif dan pemilihan gubernur pada 9 April ini, dilaksanakan di Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Darmajaya Lampung berupa sosialiasi tata cara pencoblosan Pemilu 2014, Kamis (3/4), berlangsung di aula gedung Pascasarjana IBI Darmajaya.
Sosialisasi ini bekerjasama dengan KPU Lampung.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Pengembangan Sumber Daya IBI Darmajaya, Novita Sari, SSos, MM, saat membuka sosialisasi Pemilu 2014 itu mengatakan bahwa mahasiswa sebagai `agent of change` (pembawa perubahan) harus ikut bertanggungjawab untuk turut menyukseskan pemilu.
"Kesuksesan Pemilu 2014 ini bukan semata-mata tanggung jawab KPU sebagai penyelenggara, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita semua. Mahasiswa harus berpartisipasi aktif untuk menyukseskan pemilu ini," katanya lagi.
Dia berharap melalui sosialisasi ini dapat membuka cakrawala berpikir mahasiswa untuk memberikan hak suaranya pada Pemilu 9 April mendatang, karena satu suara menentukan nasib Indonesia lima tahun mendatang.
"Salah satu kontribusi kita dalam menyukseskan pemilu adalah dengan menyalurkan hak suara kita. Mudah-mudahan sosialisasi ini memberikan manfaat bagi kita semua, dan bisa membawa perubahan bagi Indonesia ke arah yang lebih baik," kata Novita lagi.
Ketua KPU Lampung, Dr Nanang Trenggono MSi menegaskan, tahun ini Lampung dihadapkan dengan dua pemilihan umum, yakni legislatif dan gubernur.
Hal ini, kata dia, membutuhkan kerja keras dari semua pihak, khususnya dalam pengawasan.
"Untuk itu, pada Pemilu 9 April mendatang, mahasiswa diharapkan tidak hanya datang untuk mencoblos, tetapi juga ikut melakukan pengawasan. Pastikan semuanya berjalan sesuai dengan prosedur, jika ada temuan atau indikasi kecurangan diharapkan dapat segera melaporkannya ke Bawaslu," ujar Nanang pula.
Pada kesempatan tersebut, ia juga meminta kepada mahasiswa untuk tidak memilih menjadi golongan putih (golput) atau tidak menggunakan hak pilihnya secara sengaja.
"Sebagai generasi bangsa, mahasiswa harus bisa menjadi pelopor perubahan lima tahun ke depan. Salah satu cara yang bisa dilakukan yakni memberikan hak suaranya, untuk menentukan pemimpin yang akan membawa Indonesia menjadi lebih baik," katanya lagi.
Berkenaan dengan tata cara pencoblosan, Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Pemungutan dan Penghitungan Suara, Dra Handi Muryaningsih MSi memaparkan pemilu tahun ini diikuti 12 partai politik.
Menurut Handi, untuk pemilu legislatif para pemilih akan menentukan pilihan kepada wakil rakyat di tingkat kabupaten/kota, DPRD provinsi, dewan perwakilan daerah (DPD), dan pusat (DPR-RI).
"Untuk DPR-RI warna surat suara kuning, merah untuk DPD, dan hijau untuk DPRD. Khusus di Lampung, bursa persaingan anggota DPD diikuti 26 calon anggota dan hanya 4 calon senator ini yang akan melaju ke Senayan," kata dia lagi.
Handi berharap, dengan wawasan yang telah mereka dapatkan hari ini, mahasiswa dapat meneruskannya ke masyarakat.
"Mahasiswa mempunyai peran sentral dalam menyukseskan Pemilu 2014. Untuk itu diharapkan sosialisasi ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi juga disebarluaskan ke masyarakat. Perlu ditanamkan dalam diri kita, bahwa pemilu adalah untuk perubahan, karenanya kita harus ikut serta menciptakan pemilu yang berkualitas, jujur, dan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang amanah," demikian Handi Mulyaningsih.
Namun berkaitan sosialisasi pilgub Lampung bersamaan pemilu legislatif ini, sejumlah petugas Panitia Pemungutan Suara di Bandarlampung mengaku belum mendapatkan sosialisasi berkaitan pilgub Lampung.
"Kami sudah diundang untuk menghadiri sosialisasi Pemilu Legislatif 2014 yang akan dilaksanakan pada 9 April nanti, tapi untuk pemilihan gubernur belum ada sosialisasinya, sehingga kami belum bisa menjelaskannya kepada masyarakat," kata salah satu petugas PPS di Kecamatan Sukarame Bandarlampung.
Menurut informasi di lapangan, selain PPS, para petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di daerah ini juga belum mendapatkan sosialisasi berkaitan kepastian pelaksanaan pilgub Lampung bersamaan pemilu legislatif itu, terutama tentang teknis pencoblosan dan penghitungan suaranya.
Mereka mengharapkan sosialisasi teknis pelaksanaan pilgub Lampung itu dapat segera dilakukan mengingat waktu pencoblosan hanya tinggal beberapa hari lagi, agar tidak menimbulkan masalah teknis pada saat hari H.
Berkaitan itu, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Lampung terus melakukan sosialisasi kesiapan melaksanakan Pemilu Legislatif bersamaan Pemilihan Gubernur Lampung pada 9 April 2014.
Ketua KPU Lampung, Dr Nanang Trenggono MSi, didampingi Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Pemungutan dan Penghitungan Suara, Dra Handi Muryaningsih MSi, di Bandarlampung, Jumat (4/4), memastikan kesiapan pihaknya untuk menggelar pemilu legislatif bersamaan pemilihan gubernur 9 April 2014.
Kesiapan distribusi logistik pilgub dan pemilu legislatif yang diperlukan telah sampai ke seluruh KPU kabupaten/kota di Lampung.
Berkaitan dengan sosialisasi kesiapan itu, untuk meningkatkan partisipasi aktif dalam menyukseskan pemilihu legislatif dan pemilihan gubernur pada 9 April ini, dilaksanakan di Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Darmajaya Lampung berupa sosialiasi tata cara pencoblosan Pemilu 2014, Kamis (3/4), berlangsung di aula gedung Pascasarjana IBI Darmajaya.
Sosialisasi ini bekerjasama dengan KPU Lampung.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Pengembangan Sumber Daya IBI Darmajaya, Novita Sari, SSos, MM, saat membuka sosialisasi Pemilu 2014 itu mengatakan bahwa mahasiswa sebagai `agent of change` (pembawa perubahan) harus ikut bertanggungjawab untuk turut menyukseskan pemilu.
"Kesuksesan Pemilu 2014 ini bukan semata-mata tanggung jawab KPU sebagai penyelenggara, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita semua. Mahasiswa harus berpartisipasi aktif untuk menyukseskan pemilu ini," katanya lagi.
Dia berharap melalui sosialisasi ini dapat membuka cakrawala berpikir mahasiswa untuk memberikan hak suaranya pada Pemilu 9 April mendatang, karena satu suara menentukan nasib Indonesia lima tahun mendatang.
"Salah satu kontribusi kita dalam menyukseskan pemilu adalah dengan menyalurkan hak suara kita. Mudah-mudahan sosialisasi ini memberikan manfaat bagi kita semua, dan bisa membawa perubahan bagi Indonesia ke arah yang lebih baik," kata Novita lagi.
Ketua KPU Lampung, Dr Nanang Trenggono MSi menegaskan, tahun ini Lampung dihadapkan dengan dua pemilihan umum, yakni legislatif dan gubernur.
Hal ini, kata dia, membutuhkan kerja keras dari semua pihak, khususnya dalam pengawasan.
"Untuk itu, pada Pemilu 9 April mendatang, mahasiswa diharapkan tidak hanya datang untuk mencoblos, tetapi juga ikut melakukan pengawasan. Pastikan semuanya berjalan sesuai dengan prosedur, jika ada temuan atau indikasi kecurangan diharapkan dapat segera melaporkannya ke Bawaslu," ujar Nanang pula.
Pada kesempatan tersebut, ia juga meminta kepada mahasiswa untuk tidak memilih menjadi golongan putih (golput) atau tidak menggunakan hak pilihnya secara sengaja.
"Sebagai generasi bangsa, mahasiswa harus bisa menjadi pelopor perubahan lima tahun ke depan. Salah satu cara yang bisa dilakukan yakni memberikan hak suaranya, untuk menentukan pemimpin yang akan membawa Indonesia menjadi lebih baik," katanya lagi.
Berkenaan dengan tata cara pencoblosan, Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Pemungutan dan Penghitungan Suara, Dra Handi Muryaningsih MSi memaparkan pemilu tahun ini diikuti 12 partai politik.
Menurut Handi, untuk pemilu legislatif para pemilih akan menentukan pilihan kepada wakil rakyat di tingkat kabupaten/kota, DPRD provinsi, dewan perwakilan daerah (DPD), dan pusat (DPR-RI).
"Untuk DPR-RI warna surat suara kuning, merah untuk DPD, dan hijau untuk DPRD. Khusus di Lampung, bursa persaingan anggota DPD diikuti 26 calon anggota dan hanya 4 calon senator ini yang akan melaju ke Senayan," kata dia lagi.
Handi berharap, dengan wawasan yang telah mereka dapatkan hari ini, mahasiswa dapat meneruskannya ke masyarakat.
"Mahasiswa mempunyai peran sentral dalam menyukseskan Pemilu 2014. Untuk itu diharapkan sosialisasi ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi juga disebarluaskan ke masyarakat. Perlu ditanamkan dalam diri kita, bahwa pemilu adalah untuk perubahan, karenanya kita harus ikut serta menciptakan pemilu yang berkualitas, jujur, dan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang amanah," demikian Handi Mulyaningsih.
Namun berkaitan sosialisasi pilgub Lampung bersamaan pemilu legislatif ini, sejumlah petugas Panitia Pemungutan Suara di Bandarlampung mengaku belum mendapatkan sosialisasi berkaitan pilgub Lampung.
"Kami sudah diundang untuk menghadiri sosialisasi Pemilu Legislatif 2014 yang akan dilaksanakan pada 9 April nanti, tapi untuk pemilihan gubernur belum ada sosialisasinya, sehingga kami belum bisa menjelaskannya kepada masyarakat," kata salah satu petugas PPS di Kecamatan Sukarame Bandarlampung.
Menurut informasi di lapangan, selain PPS, para petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di daerah ini juga belum mendapatkan sosialisasi berkaitan kepastian pelaksanaan pilgub Lampung bersamaan pemilu legislatif itu, terutama tentang teknis pencoblosan dan penghitungan suaranya.
Mereka mengharapkan sosialisasi teknis pelaksanaan pilgub Lampung itu dapat segera dilakukan mengingat waktu pencoblosan hanya tinggal beberapa hari lagi, agar tidak menimbulkan masalah teknis pada saat hari H.