Bandarlampung (Antara Lampung) - Anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung Juniardi menyarankan perempuan setempat yang berkualitas untuk menunjukkan perannya di publik.
"Kedudukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebenarnya legitimasinya lebih kuat dibandingkan caleg. Karena mereka seperti capres, dipilih langsung oleh masyarakat," kata Juniardi menanggapi minimnya perempuan Lampung yang maju menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, di Bandarlampung, Selasa.
Hal tersebut, demikian Juniardi yang juga Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi Lampung itu menambahkan, menjadi peluang besar untuk membawa aspirasi masyarakat lokal, dalam hal ini Lampung.
"Keterwakilan perempuan memang seringkali menjadi permasalahan, bahkan misalnya dalam pileg keterwakilan perempuan menjadi hanya semacam pemenuhan kuota," ujar Juniardi.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), dari 26 calon anggota DPD, hanya ada tiga perempuan yang mencalonkan diri menjadi anggota "senator" dari Provinsi Lampung, yakni Rida Budiyati Ketua Fatayat NU PW Lampung nomor urut 18, lalu Tuti W Malano nomor urut 24, dan Woro Ary Werdhani nomor urut 25.
Media, menurut Juniardi lebih lanjut, memang berperan besar untuk "membesarkan" tokoh termasuk tokoh perempuan.
"Menurut saya, media dalam memunculkan narasumber masih sangat kurang dan minimalis. Tapi di sisi lain, mestinya juga perempuan-perempuan berkualitas di Lampung juga 'sadar media' dengan mulai banyak menulis dan berkiprah di masyarakat. Kendalanya saya rasa dari kualitas narasumber juga," kata dia lagi.
Hal tersebut, kata Juniardi lagi, kiranya bisa menjadi masukan bagi perempuan-perempuan berkualitas di Lampung untuk mulai menunjukkan perannya di masyarakat dan menulis di media.
"Media di Lampung juga perlu mulai mengangkat isu-isu perempuan dan kiprah perempuan di masyarakat," imbau Anggota Dewan Kehormatan PWI Provinsi Lampung itu pula.
Sesuai dengan konstitusi, format representasi DPD RI dibagi menjadi fungsi legislasi, pertimbangan, dan pengawasan pada bidang-bidang terkait.
Pada fungsi pengawasan misalnya, Anggota DPD RI dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang dan menyampaikan hasil pengawasannya kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti. Lalu menerima hasil pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Berikut 26 daftar nama calon anggota DPD RI dari Provinsi Lampung, dan empat di antaranya ialah incumbent:
1. A Azis Adyas
2. Achmad Syabirin HA Koenang
3. Agusman Effendi
4. Ahmad Farmadi Putra
5. Ahmad Jajuli (Incumbent)
6. Ananda Tohpati N
7. Anang Prihantoro (Incumbent)
8. Andi Surya
9. Ardian Saputra
10. Arief Budi Atmoko
11. Aryodhia Febriansya SZP (Incumbent)
12. Ismail Zulkarnain
13. Iswandi (Incumbent)
14. Khairudin Gustam
15. Moh Yusuf
16. Muhyidin Thohir
17. Nur Zaini
18. Rida Budiyati
19. SM Herlambang
20. Suhendra Ratu Prawita Negara
21. Suminto Martono
22. Sunardi
23. Syarif
24. Tuti W Malano
25. Woro Ary Werdhani
26. Zainal Ma'arif.
"Kedudukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebenarnya legitimasinya lebih kuat dibandingkan caleg. Karena mereka seperti capres, dipilih langsung oleh masyarakat," kata Juniardi menanggapi minimnya perempuan Lampung yang maju menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, di Bandarlampung, Selasa.
Hal tersebut, demikian Juniardi yang juga Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi Lampung itu menambahkan, menjadi peluang besar untuk membawa aspirasi masyarakat lokal, dalam hal ini Lampung.
"Keterwakilan perempuan memang seringkali menjadi permasalahan, bahkan misalnya dalam pileg keterwakilan perempuan menjadi hanya semacam pemenuhan kuota," ujar Juniardi.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), dari 26 calon anggota DPD, hanya ada tiga perempuan yang mencalonkan diri menjadi anggota "senator" dari Provinsi Lampung, yakni Rida Budiyati Ketua Fatayat NU PW Lampung nomor urut 18, lalu Tuti W Malano nomor urut 24, dan Woro Ary Werdhani nomor urut 25.
Media, menurut Juniardi lebih lanjut, memang berperan besar untuk "membesarkan" tokoh termasuk tokoh perempuan.
"Menurut saya, media dalam memunculkan narasumber masih sangat kurang dan minimalis. Tapi di sisi lain, mestinya juga perempuan-perempuan berkualitas di Lampung juga 'sadar media' dengan mulai banyak menulis dan berkiprah di masyarakat. Kendalanya saya rasa dari kualitas narasumber juga," kata dia lagi.
Hal tersebut, kata Juniardi lagi, kiranya bisa menjadi masukan bagi perempuan-perempuan berkualitas di Lampung untuk mulai menunjukkan perannya di masyarakat dan menulis di media.
"Media di Lampung juga perlu mulai mengangkat isu-isu perempuan dan kiprah perempuan di masyarakat," imbau Anggota Dewan Kehormatan PWI Provinsi Lampung itu pula.
Sesuai dengan konstitusi, format representasi DPD RI dibagi menjadi fungsi legislasi, pertimbangan, dan pengawasan pada bidang-bidang terkait.
Pada fungsi pengawasan misalnya, Anggota DPD RI dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang dan menyampaikan hasil pengawasannya kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti. Lalu menerima hasil pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Berikut 26 daftar nama calon anggota DPD RI dari Provinsi Lampung, dan empat di antaranya ialah incumbent:
1. A Azis Adyas
2. Achmad Syabirin HA Koenang
3. Agusman Effendi
4. Ahmad Farmadi Putra
5. Ahmad Jajuli (Incumbent)
6. Ananda Tohpati N
7. Anang Prihantoro (Incumbent)
8. Andi Surya
9. Ardian Saputra
10. Arief Budi Atmoko
11. Aryodhia Febriansya SZP (Incumbent)
12. Ismail Zulkarnain
13. Iswandi (Incumbent)
14. Khairudin Gustam
15. Moh Yusuf
16. Muhyidin Thohir
17. Nur Zaini
18. Rida Budiyati
19. SM Herlambang
20. Suhendra Ratu Prawita Negara
21. Suminto Martono
22. Sunardi
23. Syarif
24. Tuti W Malano
25. Woro Ary Werdhani
26. Zainal Ma'arif.