Unpad Pentaskan Monolog Inggit Garnasih
Senin, 8 April 2013 13:50 WIB
Bandung, (Antara Lampung) - Unit Kesenian Universitas Padjadjaran akan menyelenggarakan Pidangan Seni Budaya Rumawat Padjadjaran Edisi ke-57 berupa pementasan monolog berjudul "Inggit" yang akan diperankan oleh Happy Salma.
Kepala UPT Humas Unpad Weny Widyowati, dalam siaran persnya, Senin. menuturkan pementasan monolog ini akan dilaksanakan pada Rabu (10/4), bertempat di Bale Rumawat Padjadjaran, Universitas Padjadjaran Jalan Dipati Ukur Nomor 35 Kota Bandung, mulai pukul 15.30 WIB sampai dengan selesai.
Pementasan monolog "Inggit" akan diselenggarakan dalam dua sesi, yaitu pementasan sesi I pukul 15.30 sampai 17.30 WIB dan pementasan sesi II pukul 19.30 sampai 21.30 WIB.
Menurut Wenny, pembagian sesi ini dilakukan, mengingat pementasan seni budaya ini hanya berlangsung satu hari, sehingga dapat memberikan kesempatan bagi para penonton yang ingin menyaksikan pementasan monolog "Inggit" ini.
"Kisah yang menyentuh dari Inggit Garnasih dipentaskan secara monolog oleh Happy Salma, pemeran sekaligus pendiri dari Titimangsa Foundation, yang juga pelaksana dari pementasan monolog 'Inggit'," ujarnya.
Semenjak pementasan awalnya pada tahun 2011 di Bandung dan berlanjut di tahun 2012 mendapatkan respon yang positif dan antusias, maka pementasan ini pun dilaksanakan kembali pada tahun 2013.
Dikatakan dia, pementasan yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini, mengisahkan bagaimana sosok perempuan yang hampir terlupakan di balik perjuangan Kemerdekaan Indonesia.
Melalui pementasan monolog "Inggit" ini, kata Wenny, diharapkan akan menjadi pembuka untuk menampilkan sosok-sosok terutama perempuan yang berjasa besar namun terlupakan dan tak ada yang peduli dengan keberadaannya.
Inggit Garnasih bukan hanya sekedar nama, tetapi juga ingatan akan sosok perempuan di mata lelaki.
Pidangan seni ini, terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya. Tempat terbatas, untuk pemesanan tempat dapat menghubungi Gugun di nomor telepon 085318952320.
Inggit Garnasih merupakan istri kedua dari Presiden Soekarno yang berani mengatakan "Tidak¿" pada keinginan sang proklamator untuk menikah lagi.
Selain itu, Inggit berani menolak dan menerima resiko untuk tidak lagi menjadi Ibu Negara yang selama ini setia mendampingi Bung Karno dan kembali dipulangkan di tanah kelahirannya Bandung.
Inggit Garnasih, sosok perempuan yang setia dan patuh mendampingi suaminya yang memiliki kekuatan besar namun terlupakan.
Dengan yakin ia mengatakan "Tidak" demi sebuah keutuhan harga dirinya sebagai perempuan.
Kepala UPT Humas Unpad Weny Widyowati, dalam siaran persnya, Senin. menuturkan pementasan monolog ini akan dilaksanakan pada Rabu (10/4), bertempat di Bale Rumawat Padjadjaran, Universitas Padjadjaran Jalan Dipati Ukur Nomor 35 Kota Bandung, mulai pukul 15.30 WIB sampai dengan selesai.
Pementasan monolog "Inggit" akan diselenggarakan dalam dua sesi, yaitu pementasan sesi I pukul 15.30 sampai 17.30 WIB dan pementasan sesi II pukul 19.30 sampai 21.30 WIB.
Menurut Wenny, pembagian sesi ini dilakukan, mengingat pementasan seni budaya ini hanya berlangsung satu hari, sehingga dapat memberikan kesempatan bagi para penonton yang ingin menyaksikan pementasan monolog "Inggit" ini.
"Kisah yang menyentuh dari Inggit Garnasih dipentaskan secara monolog oleh Happy Salma, pemeran sekaligus pendiri dari Titimangsa Foundation, yang juga pelaksana dari pementasan monolog 'Inggit'," ujarnya.
Semenjak pementasan awalnya pada tahun 2011 di Bandung dan berlanjut di tahun 2012 mendapatkan respon yang positif dan antusias, maka pementasan ini pun dilaksanakan kembali pada tahun 2013.
Dikatakan dia, pementasan yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini, mengisahkan bagaimana sosok perempuan yang hampir terlupakan di balik perjuangan Kemerdekaan Indonesia.
Melalui pementasan monolog "Inggit" ini, kata Wenny, diharapkan akan menjadi pembuka untuk menampilkan sosok-sosok terutama perempuan yang berjasa besar namun terlupakan dan tak ada yang peduli dengan keberadaannya.
Inggit Garnasih bukan hanya sekedar nama, tetapi juga ingatan akan sosok perempuan di mata lelaki.
Pidangan seni ini, terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya. Tempat terbatas, untuk pemesanan tempat dapat menghubungi Gugun di nomor telepon 085318952320.
Inggit Garnasih merupakan istri kedua dari Presiden Soekarno yang berani mengatakan "Tidak¿" pada keinginan sang proklamator untuk menikah lagi.
Selain itu, Inggit berani menolak dan menerima resiko untuk tidak lagi menjadi Ibu Negara yang selama ini setia mendampingi Bung Karno dan kembali dipulangkan di tanah kelahirannya Bandung.
Inggit Garnasih, sosok perempuan yang setia dan patuh mendampingi suaminya yang memiliki kekuatan besar namun terlupakan.
Dengan yakin ia mengatakan "Tidak" demi sebuah keutuhan harga dirinya sebagai perempuan.
Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bea Cukai Batam gagalkan penyeludupan seratus ponsel bekas ke Jakarta
14 January 2025 5:12 WIB, 2025
Megawati berterima kasih pada rakyat-Prabowo yang meluruskan sejarah Soekarno
11 January 2025 5:21 WIB, 2025
Bareskrim: Dua karyawan Lion Air enam kali loloskan narkoba dari Kualanamu ke Soekarno Hatta
18 April 2024 17:26 WIB, 2024
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022