Kalianda (ANTARA LAMPUNG) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, menyediakan satu unit mobil pintar di Desa Balinuraga, Kecamatan Waypanji sebagai hiburan, sekaligus bacaan bagi anak-anak korban kerusuhan di lokasi tersebut.
"Mobil pintar ini untuk memberikan bahan bacaan dan belajar anak-anak di Balinuraga bantuan dari Dinas Pendidikan Lampung Selatan," kata salah satu tutor mobil pintar itu, Yulia Fitriningsih, di Balinuraga, Rabu.
Ia mengemukakan, ratusan anak-anak tersebut kini tidak lagi memiliki bahan belajar karena semuanya telah habis terbakar bersama rumah-rumah mereka, sehingga perlu dukungan agar mereka tetap menerima ilmu pengetahuan di saat susah dan sedih.
Mobil pintar itu, kata dia, selain menyediakan buku bacaan untuk anak-anak, juga menyediakan peralatan elektronik seperti laptop agar mereka juga tahun perkembangan teknologi dengan mengoperasikan alat itu.
"Memang tujuannya untuk belajar sambil menghibur mereka, agar tidak terlalu sedih saat ini," kata dia.
Selain itu, pihaknya juga menggelar lomba mengambar bagi anak-anak, dan nantinya akan mendapatkan hadiah sebagi pendorong peningkatan semangat belajar mereka.
Menurut Yulia, penyediaan mobil pintar ini akan dilakukan sampai kondisi di Balinuraga membaik, mengingat sampai kini mereka belum mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah berupa peralatan tulis, sepatu, dan seragam sekolah.
Ratusan siswa sekolah dasar di Desa Balinuraga memerlukan bantuan berupa buku, alat tulis, dan seragam, karena perlengkapan sekolah mereka sudah habis terbakar saat kerusuhan melanda daerah tersebut.
"Pakaian mereka semuanya habis bersama rumah yang dibakar massa saat kerusuhan terjadi sepekan lalu," kata Kepala SDN 3 Balinuraga, Nyoman Nandra.
Ia menyampaikan bahwa sebanyak 129 siswa di sekolah itu kini bersekolah menggunakan pakaian seadanya, begitu juga dengan peralatan sekolah lainnya, seperti sepatu, tas, dan alat-alat tulis.
"Baju bebas yang dipakai sekarang pun sebagian besar adalah bantuan saat berada di pengungsian di Kota Bandarlampung," kata dia pula.
"Mobil pintar ini untuk memberikan bahan bacaan dan belajar anak-anak di Balinuraga bantuan dari Dinas Pendidikan Lampung Selatan," kata salah satu tutor mobil pintar itu, Yulia Fitriningsih, di Balinuraga, Rabu.
Ia mengemukakan, ratusan anak-anak tersebut kini tidak lagi memiliki bahan belajar karena semuanya telah habis terbakar bersama rumah-rumah mereka, sehingga perlu dukungan agar mereka tetap menerima ilmu pengetahuan di saat susah dan sedih.
Mobil pintar itu, kata dia, selain menyediakan buku bacaan untuk anak-anak, juga menyediakan peralatan elektronik seperti laptop agar mereka juga tahun perkembangan teknologi dengan mengoperasikan alat itu.
"Memang tujuannya untuk belajar sambil menghibur mereka, agar tidak terlalu sedih saat ini," kata dia.
Selain itu, pihaknya juga menggelar lomba mengambar bagi anak-anak, dan nantinya akan mendapatkan hadiah sebagi pendorong peningkatan semangat belajar mereka.
Menurut Yulia, penyediaan mobil pintar ini akan dilakukan sampai kondisi di Balinuraga membaik, mengingat sampai kini mereka belum mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah berupa peralatan tulis, sepatu, dan seragam sekolah.
Ratusan siswa sekolah dasar di Desa Balinuraga memerlukan bantuan berupa buku, alat tulis, dan seragam, karena perlengkapan sekolah mereka sudah habis terbakar saat kerusuhan melanda daerah tersebut.
"Pakaian mereka semuanya habis bersama rumah yang dibakar massa saat kerusuhan terjadi sepekan lalu," kata Kepala SDN 3 Balinuraga, Nyoman Nandra.
Ia menyampaikan bahwa sebanyak 129 siswa di sekolah itu kini bersekolah menggunakan pakaian seadanya, begitu juga dengan peralatan sekolah lainnya, seperti sepatu, tas, dan alat-alat tulis.
"Baju bebas yang dipakai sekarang pun sebagian besar adalah bantuan saat berada di pengungsian di Kota Bandarlampung," kata dia pula.