Emosi Stabil Berkat Ulos
Rabu, 10 Oktober 2012 12:23 WIB
Sejumlah pengunjung melihat-lihat kain tenun, seperti ulos dari tanah Batak, yang dipamerkan di Museum Lampung, Kota Bandar Lampung. (FOTO ANTARA LAMPUNG/Kristian Ali)
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Menenun ulos, kain tradisional suku Batak bisa sebagai salah satu terapi yang baik untuk menstabilkan emosi.
"Bisa dikatakan demikian, karena pada awal menenun ulos, jika salah inginnya marah. Namun seiring berjalannya waktu hal itu akhirnya menjadi hilang," kata seorang penenun ulos, Egi Panggabean di Museum Negeri Ruwai Jurai, Kota Bandarlampung, Rabu.
Salah satu peserta "Pameran Khazanah Kain Tradisional Nusantara" itu mengaku, bisa membuat ulos karena ikut kursus.
"Bagi yang 'buta' sama sekali, dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk bisa membuat ulos," ujar alumni Akademi Manajemen Informatika Komputer Medicom Medan Sumatera itu.
Pria berusia 22 tahun itu mengatakan, dibutuhkan ketekunan dan kesabaran untuk membuat kain tradisional berbahan baku kain seratus tersebut karena memiliki tingkat kerumitan sendiri.
Ulos ialah kain tradisional suku Batak yang bisa digunakan dalam acara adat seperti pernikahan.
"Jika tekun membuat, seminggu bisa jadi sehelai ulos berukuran 50 centimer kali 1,5 meter," ujarnya sembari sesekali memainkan alat tradisional membuat ulos suku Batak Toba koleksi Museum Negeri Sumatera Utara yang terbuat dari kayu.
Adapun harganya juga bervariatif, kisaran Rp1,2 juta sampai dengan Rp1,5 juta.
"Bisa dikatakan demikian, karena pada awal menenun ulos, jika salah inginnya marah. Namun seiring berjalannya waktu hal itu akhirnya menjadi hilang," kata seorang penenun ulos, Egi Panggabean di Museum Negeri Ruwai Jurai, Kota Bandarlampung, Rabu.
Salah satu peserta "Pameran Khazanah Kain Tradisional Nusantara" itu mengaku, bisa membuat ulos karena ikut kursus.
"Bagi yang 'buta' sama sekali, dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk bisa membuat ulos," ujar alumni Akademi Manajemen Informatika Komputer Medicom Medan Sumatera itu.
Pria berusia 22 tahun itu mengatakan, dibutuhkan ketekunan dan kesabaran untuk membuat kain tradisional berbahan baku kain seratus tersebut karena memiliki tingkat kerumitan sendiri.
Ulos ialah kain tradisional suku Batak yang bisa digunakan dalam acara adat seperti pernikahan.
"Jika tekun membuat, seminggu bisa jadi sehelai ulos berukuran 50 centimer kali 1,5 meter," ujarnya sembari sesekali memainkan alat tradisional membuat ulos suku Batak Toba koleksi Museum Negeri Sumatera Utara yang terbuat dari kayu.
Adapun harganya juga bervariatif, kisaran Rp1,2 juta sampai dengan Rp1,5 juta.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022