Siswa SD Terapkan Biopori
Minggu, 23 September 2012 7:49 WIB
Bendungan sebuah sungai di Bagian Barat wilayah Kota Bandarlampung untuk menampung air guna memenuhi debit air bersih PDAM Wayrilau. (FOTO DOK. ANTARA/M.Tohamaksun).
Bandarlampung (ANTARA) - Organisasi pecinta lingkungan Mitra Bentala mengajak siswa Sekolah Dasar (SD) untuk meningkatkan kepedulian lingkungan dengan sistem biopori atau lubang resapan biopori.
"Pengenalan atau pemberian pemahaman kepada siswa SD harus terus ditingkatkan agar mereka dapat menunjang tercapainya kesejahteraan lingkungan sehingga ke depan perubahan iklim bisa diminimalisasi," kata Direktur Mitra Bentala, Herza Yulianto, di SD 1 Langkapura Bandarlampung, Sabtu.
Menurut dia, pengenalan kecintaan terhadap lingkungan harus terus dikembangkan sejak usia dini sehingga kerusakan alam bisa diminimalisasi sejak awal.
Jadi, ia melanjutkan, dengan adanya keterlibatan anak-anak didik kegiatan itu dapat melatih siswa untuk turut berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Bagaimana tidak, lubang biopori yang sudah dibuat dan telah ditutup oleh penutup berlubang harus terus dirawat agar tidak tertutup sampah sehingga siswa dapat lebih mencintai kebersihan lingkungan di sekitarnya," ujar Herza.
Ia menerangkan, lubang resapan biopori merupakan metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.
Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisma di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. (Bersambung/ANTARA).
"Pengenalan atau pemberian pemahaman kepada siswa SD harus terus ditingkatkan agar mereka dapat menunjang tercapainya kesejahteraan lingkungan sehingga ke depan perubahan iklim bisa diminimalisasi," kata Direktur Mitra Bentala, Herza Yulianto, di SD 1 Langkapura Bandarlampung, Sabtu.
Menurut dia, pengenalan kecintaan terhadap lingkungan harus terus dikembangkan sejak usia dini sehingga kerusakan alam bisa diminimalisasi sejak awal.
Jadi, ia melanjutkan, dengan adanya keterlibatan anak-anak didik kegiatan itu dapat melatih siswa untuk turut berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Bagaimana tidak, lubang biopori yang sudah dibuat dan telah ditutup oleh penutup berlubang harus terus dirawat agar tidak tertutup sampah sehingga siswa dapat lebih mencintai kebersihan lingkungan di sekitarnya," ujar Herza.
Ia menerangkan, lubang resapan biopori merupakan metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.
Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisma di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. (Bersambung/ANTARA).
Pewarta :
Editor : M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Kilang Plaju dan Dompet Dhuafa Sulsel salurkan 75.000 liter air bersih di Sigi
26 August 2026 19:57 WIB
Babinsa Koramil Kotabumi tuntaskan pembangunan sumur bor untuk warga Lampung Utara
11 August 2026 14:47 WIB
Pemkab Lampung Selatan distribusikan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan
26 July 2026 9:05 WIB
Damkar Lampung Selatan distribusikan 4.000 liter air bersih untuk Desa Babatan
17 July 2026 19:38 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025