Penjualan Hiasan Natal Meningkat
Selasa, 20 Desember 2011 15:59 WIB
Penjualan pohon natal dan aksesorisnya makin marak menjelang perayaan Natal. (FOTO ANTARA/Hisar Sitanggang)
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Penjualan hiasan dan pernak-pernik Natal di sejumlah di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan di Bandarlampung meningkat menjelang perayaan Natal 2011.
Salah seorang penjual aksesori natal, Andi, di Pasar Tengah Tanjungkarang, Bandarlampung, Selasa mengatakan, dirinya sudah mulai berjualan aksesoris natal sejak sepekan lalu.
"Aneka hiasan natal banyak diburu untuk menghias pohon natal atau bahkan untuk sekadar kado natal. Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau," kata Andi.
Selain menjual aksesoris Natal, Ia menambahkan, dia juga menjual sejumlah parsel dan keranjang parsel.
"Bahkan pengunjung dapat melihat serta memilih langsung proses pembuatan dekorasinya," katanya sambil promosi.
Hal senada dikemukakan Desi, salah satu penjual aksesori natal di Simpur Center, Bandarlampung, mengatakan, penjualan aksesoris natal ini sudah menjadi tradisi, begitu mendekati bulan Desember.
"Sekarang ini pengunjung umumnya baru melihat-lihat, mungkin seminggu jelang Natal baru ramai pembeli," katanya.
Ia mengatakan, untuk pohon natal dijual seharga Rp 120.000 hingga lebih dari Rp 1 juta per unit, lampu hias dari Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per unit, lonceng dari Rp 25.000 hingga Rp 60.000, dan boneka Sinterklas dari Rp 60.000 hingga Rp 150.000.
Sementara aksesoris lainnya, seperti jumbai-jumbai dan lampu hias berkelip harga yang ditawarkan bervariasi sesuai bahan dasar dan cara pembuatannya.
Salah satu penjual tanaman ornamen natal, Amran, di Jl Ikan Hiu Telukbetung Selatan, Selasa, mengatakan pada bulan Desember ini, pembeli pohon cemara selalu ada setiap hari.
"Kalau bulan biasa paling pohon cemara hanya terjual 75-100 pohon, tapi sampai kemarin saja sudah laku 120 pohon," ujar Amran.
Harga yang ditawarkan untuk satu pohon cemara sangat bervariasi tergantung dari tinggi pohon. Untuk pohon cemara setinggi 50 sentimeter dijual seharga Rp350 ribu, pohon setinggi 120 sentimeter Rp800 ribu, bahkan untuk ukuran 650 sentimeter dijual seharga Rp5 juta.
"Kan tergantung selera, kalau buat di rumah ya pasti pembeli memilih yang kecil atau sedang," kata pedagang itu.
Salah seorang penjual aksesori natal, Andi, di Pasar Tengah Tanjungkarang, Bandarlampung, Selasa mengatakan, dirinya sudah mulai berjualan aksesoris natal sejak sepekan lalu.
"Aneka hiasan natal banyak diburu untuk menghias pohon natal atau bahkan untuk sekadar kado natal. Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau," kata Andi.
Selain menjual aksesoris Natal, Ia menambahkan, dia juga menjual sejumlah parsel dan keranjang parsel.
"Bahkan pengunjung dapat melihat serta memilih langsung proses pembuatan dekorasinya," katanya sambil promosi.
Hal senada dikemukakan Desi, salah satu penjual aksesori natal di Simpur Center, Bandarlampung, mengatakan, penjualan aksesoris natal ini sudah menjadi tradisi, begitu mendekati bulan Desember.
"Sekarang ini pengunjung umumnya baru melihat-lihat, mungkin seminggu jelang Natal baru ramai pembeli," katanya.
Ia mengatakan, untuk pohon natal dijual seharga Rp 120.000 hingga lebih dari Rp 1 juta per unit, lampu hias dari Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per unit, lonceng dari Rp 25.000 hingga Rp 60.000, dan boneka Sinterklas dari Rp 60.000 hingga Rp 150.000.
Sementara aksesoris lainnya, seperti jumbai-jumbai dan lampu hias berkelip harga yang ditawarkan bervariasi sesuai bahan dasar dan cara pembuatannya.
Salah satu penjual tanaman ornamen natal, Amran, di Jl Ikan Hiu Telukbetung Selatan, Selasa, mengatakan pada bulan Desember ini, pembeli pohon cemara selalu ada setiap hari.
"Kalau bulan biasa paling pohon cemara hanya terjual 75-100 pohon, tapi sampai kemarin saja sudah laku 120 pohon," ujar Amran.
Harga yang ditawarkan untuk satu pohon cemara sangat bervariasi tergantung dari tinggi pohon. Untuk pohon cemara setinggi 50 sentimeter dijual seharga Rp350 ribu, pohon setinggi 120 sentimeter Rp800 ribu, bahkan untuk ukuran 650 sentimeter dijual seharga Rp5 juta.
"Kan tergantung selera, kalau buat di rumah ya pasti pembeli memilih yang kecil atau sedang," kata pedagang itu.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perokris PLN Lampung gelar ibadah dan bakti sosial di Wisma Kasih Sejati Metro
13 January 2026 19:10 WIB
Natal Oikoumene Lampung 2025 jadi momentum perkuat keluarga dan kepedulian sosial
06 January 2026 17:22 WIB
Ribuan wisatawan Malaysia gunakan Whoosh untuk wisata di libur Natal-tahun baru
28 December 2025 17:35 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022