Logo Header Antaranews Lampung

Gubernur Lampung minta malam pergantian tahun dirayakan tanpa euforia berlebihan

Selasa, 30 Desember 2025 18:06 WIB
Image Print
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat memberi sambutan. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Mari jadikan momen tahun baru sebagai waktu untuk berkumpul bersama keluarga di rumah, tanpa euforia berlebihan yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta masyarakat di wilayahnya untuk merayakan malam pergantian tahun tanpa euforia berlebihan.

"Mari jadikan momen tahun baru sebagai waktu untuk berkumpul bersama keluarga di rumah, tanpa euforia berlebihan yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan," ujar Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengajak hal tersebut dilaksanakan sesuai dengan terbitnya Surat Edaran (SE) nomor 195 tahun 2025 tentang imbauan tidak menyalakan kembang api atau petasan dan sejenisnya pada Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

"Surat edaran yang ditetapkan di Bandarlampung pada tanggal 24 Desember 2025 ditujukan kepada bupati serta wali kota di Provinsi Lampung, dan kepala perangkat daerah, serta seluruh elemen masyarakat," katanya.

Menurut dia, perayaan tahun baru tidak harus dilakukan dengan petasan atau kembang api, melainkan dapat dilakukan dengan menjalin kebersamaan dengan keluarga di rumah.

"Tahun baru tidak harus dirayakan dengan petasan atau kembang api, yang terpenting adalah maknanya. Mari kita manfaatkan momen ini untuk berkumpul bersama keluarga, menjaga empati, perayaan, dan keselamatan. Ini akan jauh lebih bermakna serta aman," ucap dia.

Gubernur menjelaskan imbauan tersebut juga merupakan wujud empati dan solidaritas Pemerintah Provinsi Lampung terhadap masyarakat di sejumlah daerah yang saat ini tengah menghadapi bencana alam. Seperti banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Selain aspek kemanusiaan, penggunaan petasan dan kembang api berisiko menimbulkan gangguan keamanan, kecelakaan, hingga kebakaran. Terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi," tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang merencanakan perjalanan libur akhir tahun agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan, seiring dengan kondisi cuaca yang terus berubah.

"Kami mengingatkan masyarakat yang bepergian untuk selalu memantau informasi cuaca dari BMKG, menghindari wilayah rawan bencana, serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga," ujar dia.

Melalui Surat Edaran Nomor 195 tahun 2025, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan sosialisasi terhadap imbauan tersebut kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha. Lalu, aparat keamanan diminta mengambil langkah-langkah preventif guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

"Pemerintah Provinsi Lampung berharap perayaan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung secara sederhana, aman, khidmat, dan bermakna. Dengan mengedepankan nilai kebersamaan, toleransi, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat," kata Gubernur.


Baca juga: Warga Bandarlampung diimbau tak nyalakan kembang api pada tahun baru

Baca juga: Wali Kota Bandarlampung ajak warga sambut tahun baru dengan berdoa

Baca juga: PLN Lampung pastikan keamanan pasokan listrik selama Natal-tahun baru



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026