
Naik tipis harga cabai di Bandarlampung

Harga cabai merah biasa naik tipis, umumnya hasil panen petani di Lampung
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Harga cabai di Kota Bandarlampung mulai naik sehubungan meningkatnya permintaan atas bahan bumbu masak itu, namun stoknya cukup banyak sehubungan Lampung termasuk daerah penghasil cabai di Pulau Sumatera.
Beberapa pedagang cabai di pasar tradisional di Sukarame Bandarlampung, Sabtu, menyebutkan harga cabai merah biasa kini mencapai Rp36 ribu/kg, padahal harganya pekan lalu berkisar Rp30.000- Rp32.000/kg, sedang cabai rawit sekarang sekitar Rp28 ribu/kg dan cabai hijau Rp24 ribu/kg.
"Harga cabai merah biasa naik tipis, umumnya hasil panen petani di Lampung," kata salah satu pedagang cabai setempat, Anton.
Beberapa pengunjung pasar tradisional itu menyebutkan kenaikan harga cabai itu masih terjangkau, namun diharapkan harganya tak melambung seperti tahun lalu yang sempat mencapai Rp90 ribu hingga Rp130 ribu/kg.
"Cabai dibeli secukupnya saja, karena cepat membusuk. Warga umumnya beli cabai Rp5 ribu, namun ada juga yang beli seperampat kilogram seperti saya hari ini," kata Duan, salah satu pengujung pasar.
Harga cabai rawit di Kota Bandarlampung pada pekan kedua Februari 2017 sempat mencapai Rp90.000 hingga Rp130.000 per kg atau nyaris sama dengan harga daging sapi yang berkisar Rp90.000 hingga Rp120.000/kg. Ketika itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp130.000/kg, sedangkan cabai rawit hijau berkisar Rp90.000 hingga Rp100.000/kg.
Berdasarkan pantauan, kenaikan harga cabai juga disebabkan belum semua pedagang berjualan, namun harga komoditas itu diperkirakan berpeluang naik menjelang Lebaran lagi meski Lampung termasuk sentra penghasil cabai.
Produksi cabai merah di Provinsi Lampung selama 2016 mencapai 34.821 ton atau naik bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejak 2014, Lampung dikenal sebagai salah satu produsen cabai merah dan cabai rawit di Sumatera bersama Provinsi Sumbar, Aceh, Bengkulu, Jambi dan Sumut.
Produksi cabai merah Lampung tahun 2014 tercatat 32.260 ton, sempat turun menjadi 31.272 ton pada tahun 2015. Namun, naik lagi menjadi 34.821 ton pada tahun 2016.
Produksi cabai rawit Lampung tahun 2014 sebanyak 15.001 ton, turun menjadi 14.727 ton pada tahun 2015, kemudian naik lagi menjadi 15.823 ton pada tahun 2016. Pada 2017, Lampung mengembangkan 710 hektare lahan cabai di seluruh kabupaten/kota guna memenuhi kebutuhan akan komoditas tersebut.
Budi daya cabai di Lampung tersebar di hampir semua kabupaten, seperti Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Barat, Lampung Timur, Tanggamus dan Pesawaran.
Di pasar tradisonal lainnya di Kota Bandarlampung, harga cabai merah dan cabai rawit juga naik tipis, seperti di Pasar Lelang Bandarlampung.
Pewarta : Hisar Sitanggang
Editor:
Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
