Logo Header Antaranews Lampung

Densus 88 tangkap terduga teroris di Pesawaran

Sabtu, 19 Mei 2018 00:19 WIB
Image Print
Rumah kontrakan terduga teroris di Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran telah dipasangi garis polisi (police line), Jumat (18/5) (Foto: Antaralampung.com/Ardiansyah)
Orangnya memang tertutup bang, istrinya sering ikut pengajian bareng ibu-ibu, dan suaminya juga sering kok sholat berjemaah di masjid, jelasnya

Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Tim Densus Polda Lampung dikabarkan mengamankan satu keluarga terduga teroris di sebuah rumah kontrakan di Jalan Asikin Dusun Meego Rejo 2 Desa Kurunganyawa, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawarawan, Provinsi Lampung, Jumat (18/5).

Belum diperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian setempat terkait adanya penangkapan keluarga terduga teroris tersebut, namun menurut keterangan, salah satu yang ditangkap bernama Sup (39), yang tinggal bersama isteri dan dua anaknya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga yang tinggal tepat bersebelahan dengan kediaman terduga teroris, keluarga tersebut sudah menetap di kontrakan milik bapak Atip sudah hampir satu tahun.

Riski (20), tetangga pelaku mengaku saat penangkapan dirinya sedang membuat sebuah desain tugas kuliahnya, tiba-tiba datang polisi kira-kira dua mobil dan langsung mendatangi kontrakan tersebut dan berhasil menyita barang bukti berupa perakit.

"Saat datang polisi cuma ditemuin sama istri dan anaknya, kabarnya suaminya sudah ketangkap terlebih dahulu," katanya.

Riski juga menerangkan keluarga tersebut memang tertutup tapi kalau ada kegiatan rohani, istrinya selalu ikut pengajian ibu-ibu di sekitar dusun tersebut.

"Orangnya memang tertutup bang, istrinya sering ikut pengajian bareng ibu-ibu, dan suaminya juga sering kok sholat berjemaah di masjid," jelasnya.

Riski juga mengungkapkan, keluarga tersebut sudah cukup lama tinggal di kontrakan itu, hanya saja baru terendus baru-baru ini. Saat penangkapan suaminya tidak ada di tempat cuma ada istri dan anaknya yang masih kecil.

"Kira-kira udah hampir satu tahunlah dia tinggal di sini, cuma mungkin baru ini keendus," jelasnya.

Sementara itu, rumah kontrakan tempat tinggal keluarga terduga teroris tersebut telah dipasangi garis polisi (police line).



Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026