Logo Header Antaranews Lampung

Presiden Jokowi "touring" bergaya "Chopperland"

Minggu, 8 April 2018 22:04 WIB
Image Print
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) mengendarai motor Chopper Royal Enfield 350 CC saat kunjungan kerja di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4). Presiden mengendara motor sejauh 30 km meninjau pelaksanaan program padat karya tunai sekaligus memperkenalkan kawasan wisata Pelabuhan Ratu. (FOTO: ANTARA/Puspa Perwitasari)
Supaya diketahui kalau kita ingin naik sepeda motor, spionnya harus ada, lampu ada, nomor ada, semua ada. Memang harus komplit, jelas Kepala Negara

Jakarta (Antaranews Lampung) - Presiden Joko Widodo bersama klub motor dari Elders, Cleaveland, dari komunitas artis melakukan "touring" dengan mengendarai sepeda motor Royal Enfield Bullet 350 CC yang dimodifikasi bergaya "chopperland" saat kunjungan ke Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Yang mendampingi semua klub motor dari Elders, Cleaveland, dari komunitas artis," ujar Jokowi di Kantor Kecamatan Bantar Gadung, Sukabumi, Minggu (8/4).

Seluruh masyarakat tetap harus mematuhi peraturan berlalu lintas, sekalipun seorang Presiden. "Supaya diketahui kalau kita ingin naik sepeda motor, spionnya harus ada, lampu ada, nomor ada, semua ada. Memang harus komplit," jelas Kepala Negara.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan motor yang dikendarainya juga memiliki kelengkapan surat-surat, seperti STNK, BPKB dan surat uji kelayakan.

Jokowi menjelaskan dirinya pernah mencoba mengendarai motor tersebut di garasi dan lingkungan Istana Kepresidenan Bogor.

Presiden mengingatkan agar masyarakat juga harus mengenakan helm dan perlengkapan keselamatan jika ingin mengendarai sepeda motor.

Kepala Negara mengendarai chopperlandnya dari titik awal di Kantor Kecamatan Bantar Gadung, Kabupaten Sukabumi untuk menuju Desa Pasir Suren dan Desa Citarik di Kecamatan Pelabuhanratu sejauh 30 kilometer.

Agenda kunjungan Presiden pada Minggu adalah untuk meninjau penyerahan gizi makanan bagi ibu hamil dan balita serta meninjau proyek perbaikan irigasi dan tembok penahan tanah. Di Desa Citarik, Presiden meninjau implementasi penyerapan Dana Desa Citarik 2018 senilai total Rp771 juta.



Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026