
Siswa SMAN 9 Bandarlampung Siap Jalani UN Berbasis Komputer

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Sebanyak 267 siswa kelas III (kelas 12) SMA Negeri 9 Bandarlampung di Provinsi Lampung siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer pada Senin (13/4).
Menurut Kepala SMAN 9 Bandarlampung, Drs Hendro Suyono, di Bandarlampung, Minggu, seluruh siswa kelas 12 peserta UN di sekolahnya telah siap menjalani UN SMA/SMK sederajat dimulai Senin, yang akan menggelar UN serentak di seluruh Indonesia.
SMAN 9 Bandarlampung merupakan satu dari 14 sekolah (SMA/SMK sederajat maupun SMP sederajat) di seluruh Lampung yang dipilih menjalankan UN Berbasis Komputer (Computer Based Test/CBT).
Ruang kelas yang akan digunakan UN CBT di SMAN 9 Bandarlampung sebanyak tiga ruangan yang diikuti 267 siswa.
Kepala sekolah SMAN 9 Bandarlampung Hendro Suyono menjelaskan, pelaksanaan UN CBT tersebut berlangsung dari tanggal 13 hingga 16 April 2015, kemudian dilanjutkan tanggal 20 hingga 21 April 2015.
Menurutnya, ruang ujian akan dibuka pada pukul 07.30 WIB. Sedangkan, ujian nasional baru dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.
Setiap ruangan ujian akan diisi 30 siswa. Para siswa akan ditempatkan secara merata memanjang.
Pembukaan soal UN secara umum dilakukan di ruangan yang telah disediakan oleh sekolah yang melaksanakan UN tersebut, dengan melakukan sistem pengawasan silang.
Selain pengawas silang, dua pengawas independen dari Universitas Lampung dan juga ikut pengawas internal dari SMAN 9 Bandarlampung.
Untuk menjaga kelangsungan ujian nasional itu tetap berjalan lancar dan aman, dua anggota kepolisian dari Polsek Tanjungkarang Barat juga berjaga di pintu gerbang.
"Petugas kepolisian itu mengamankan dari bagian luar ruangan ujian saja," ujar Hendro lagi.
Ujian Nasional CBT yang akan diiujikan dari hari pertama hingga hari terahir adalah mata pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Biologi, Kimia, Fisika untuk Jurusan IPA, sedangkan untuk Jurusan IPS, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, ujar Hendro.
"Setiap siswa mengerjakan soal yang berbeda, dan diberikan waktu sekitar dua jam," ujarnya pula.
Aplikasi program yang digunakan dalam UN CBT adalah ExamBrowser yang telah terpasang di tiap komputer.
Penggunaannya setiap siswa diberikan password yang berbeda saat menggunakan aplikasi program tersebut, dan komputer hanya bisa digunakan untuk aplikasi ExamBrowser.
Selain itu, untuk mengantisipasi mati lampu atau pemadaman aliran listrik saat ujian CBT berlangsung, pihaknya telah menyediakan genset dan berkoordinasi dengan PLN setempat untuk tidak mematikan lampu pada saat ujian berlangsung.
Pewarta :
Editor:
Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
