Logo Header Antaranews Lampung

Gubernur: Pasar Murah Untuk Stabilkan Harga

Senin, 22 Agustus 2011 12:11 WIB
Image Print
Gubernur Lampung Sjachroedin ZP (Foto ANTARA/M.Tohamaksun)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Gubernur Lampung Sjachroedin ZP mengatakan pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran 2011.

"Biasanya setiap jelang Lebaran harga barang kebutuhan pokok naik, sehingga harus ada upaya untuk menekan gejolak harga tersebut salah satunya dengan pasar murah," katanya.

Menurut gubernur, harga barang kebutuhan yang dijual di pasar murah itu di bawah harga pasar karena pemerintah memberikan subsidi.

Ia menyebutkan, pasar murah yang berlangsung di lapangan Korpri kompleks perkantoran gubernur Lampung selama tiga hari mulai 22 hingga 24 Agustus 2011 itu juga efektif untuk membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya menjelang Lebaran.

Selain itu dengan menjual harga di bawah pasaran maka daya beli masyarakat dapat terjaga dan tidak terpengaruh dengan harga yang berubah naik mendekati hari raya Idul Fitri.

Sementara itu berdasarkan pemantauan para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Lampung dan warga sekitar kompleks perkantoran itu mendatangi pasar murah untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok untuk lebaran.

Harga kebutuhan pokok yang dijual itu relatif lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

Salah seorang PNS di lingkungan Pemprov Lampung Fitri mengatakan, harga yang dijual cukup murah dibandingkan harga di pasar.

Harga gula pasir misalnya di pasar murah dijual Rp9.000/kg, sedang di pasar tradisional sebesar Rp11.000-Rp12.000/kg.

Komoditas lainnya yang dijual di pasar murah kata dia seperti telur juga di bawah harga pasaran yakni Rp12.000/kg, sedang di pasar mencapai Rp14.000-Rp15.000/kg.

Pasar murah itu juga tidak hanya menjual barang kebutuhan pokok tetapi juga sejumlah kebutuhan lebaran lainnya seperti berbagai macam kue kering, sirup dan lain-lain.

(Ant)



Pewarta :
Editor: Agusta Hidayatullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026