Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta membangkitkan perekonomian daerah.
"Konsep MBG ini, tidak hanya tentang pembangunan sumber daya manusia (SDM), tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah," ujar Iyai Mirza, sapaan akrab Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya yang diterima di Bandarlampung, Kamis.
Ia meminta rekrutmen petugas dapur MBG diprioritaskan bagi masyarakat asal daerah letak dapur MBG dan masuk dalam kategori desil 1. Hal ini diharapkan akan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi tingkat pengangguran di daerah tersebut.
"Selanjutnya, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat makanan harus berasal dari daerah tersebut. Jika tidak ada, bisa berkoordinasi dengan daerah terdekatnya dan ini akan berdampak pada perputaran ekonomi di daerah tersebut," katanya saat meluncurkan program MBG yang digagas oleh Yayasan Sai Bumei Berjaya, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah.
Dia menjelaskan jika hal tersebut dilakukan di setiap dapur MBG di Provinsi Lampung, maka akan mengangkat pertumbuhan ekonomi Lampung dan menurunkan angka kemiskinan.
"Sekaya apapun suatu daerah atau suatu bangsa. Jika sumber daya manusianya tidak cerdas, maka tidak akan memberikan manfaat apapun bagi masyarakat bahkan hanya akan dikuasai pihak luar. Namun sebaliknya jika sumber daya manusianya cerdas, maka kekayaan alam yang dimiliki daerah tersebut akan memberikan manfaat yang besar bagi daerah," ucap dia.
Ia berharap program MBG bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Anak-anak yang sehat dan bergizi akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, produktif dan kompetitif. Ini adalah pondasi menuju Indonesia Emas 2045 dan Lampung Maju,” katanya.
Dia mengajak seluruh perangkat desa dapat menjalin kolaborasi dan sinergi antara Koperasi Merah Putih, Bumdes dan Dapur MBG, karena kolaborasi dan koordinasi tersebut akan menghidupkan perekonomian di desa.
"Program ini merupakan bagian dari upaya strategis menyambut bonus demografi dan Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia menjadi penentu kemajuan bangsa," tambahnya.
Program MBG juga diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung, terutama pada dimensi kesehatan dan pendidikan. Asupan gizi yang cukup berpengaruh langsung terhadap tingkat partisipasi sekolah, prestasi belajar dan penurunan angka stunting.
Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi dari salah satu pilar utama visi “Lampung Maju, Inklusif, dan Berkelanjutan”. Program MBG menjadi refleksi nyata bahwa pembangunan manusia dilakukan secara menyeluruh mulai dari desa, tanpa meninggalkan kelompok rentan.