Ma'ruf Amin: Tak ada lagi 'matahari kembar'
Rabu, 16 Oktober 2024 13:45 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menyampaikan keterangan usai meresmikan Universitas Darul Ma'aruf di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Rabu (16/10/2024). ANTARA/Andi Firdaus
Indramayu (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan tidak ada istilah 'matahari kembar' selama ia berpartner dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam lima tahun terakhir di pemerintahan berkat kolaborasi yang baik.
Wapres Ma'ruf usai meresmikan Universitas Darul Ma'arif di Indramayu, Jawa Barat, Rabu, mengatakan kerja sama yang dibangun dirinya dan Presiden Jokowi diibaratkan seperti berpartner dalam pertandingan badminton.
"Saya akan bilang kalau saya itu berpartner seperti badminton. Badminton double itu kalau pasangan kita ke depan, saya harus ke belakang, kalau ke kanan, saya harus ke kiri, sehingga terjadi tidak terjadi tabrakan," ujarnya.
Wakil Presiden menegaskan pentingnya saling mengisi dan saling membantu dalam menjalankan program-program pemerintah antara presiden dan wakilnya.
"Jika beliau berhalangan hadir di sini, saya akan hadir," ujarnya.
Ma'ruf menjelaskan bahwa kolaborasi yang erat antara pemimpin dan masyarakat adalah kunci untuk menghindari potensi konflik, diibaratkan dengan istilah "matahari kembar".
"Sehingga tidak ada lagi ada matahari kembar, tidak ada. Semuanya bisa berjalan dengan baik," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ma'ruf menyempatkan diri untuk berpamitan kepada para santri dan masyarakat setempat yang hadir di peresmian Universitas Darul Ma'arif, menjelang purnatugas pada 20 Oktober 2024.
"Alhamdulillah, beberapa hari lagi, tanggal 20, sudah ada pemerintahan yang baru, presiden dan wakil presiden yang baru. Saya kira itu, sekaligus juga pamit pada masyarakat," katanya.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ma'ruf Amin jelang purnatugas: Tak ada lagi 'matahari kembar'
Wapres Ma'ruf usai meresmikan Universitas Darul Ma'arif di Indramayu, Jawa Barat, Rabu, mengatakan kerja sama yang dibangun dirinya dan Presiden Jokowi diibaratkan seperti berpartner dalam pertandingan badminton.
"Saya akan bilang kalau saya itu berpartner seperti badminton. Badminton double itu kalau pasangan kita ke depan, saya harus ke belakang, kalau ke kanan, saya harus ke kiri, sehingga terjadi tidak terjadi tabrakan," ujarnya.
Wakil Presiden menegaskan pentingnya saling mengisi dan saling membantu dalam menjalankan program-program pemerintah antara presiden dan wakilnya.
"Jika beliau berhalangan hadir di sini, saya akan hadir," ujarnya.
Ma'ruf menjelaskan bahwa kolaborasi yang erat antara pemimpin dan masyarakat adalah kunci untuk menghindari potensi konflik, diibaratkan dengan istilah "matahari kembar".
"Sehingga tidak ada lagi ada matahari kembar, tidak ada. Semuanya bisa berjalan dengan baik," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ma'ruf menyempatkan diri untuk berpamitan kepada para santri dan masyarakat setempat yang hadir di peresmian Universitas Darul Ma'arif, menjelang purnatugas pada 20 Oktober 2024.
"Alhamdulillah, beberapa hari lagi, tanggal 20, sudah ada pemerintahan yang baru, presiden dan wakil presiden yang baru. Saya kira itu, sekaligus juga pamit pada masyarakat," katanya.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ma'ruf Amin jelang purnatugas: Tak ada lagi 'matahari kembar'
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Safari Ramadhan 1447 H, Pemkab Lamtim pererat silaturahmi di Ponpes Darul Hidayah
26 February 2026 10:09 WIB
Akademisi sebut pemerataan kualitas pendidikan dasar terkendala distribusi guru
21 February 2026 13:52 WIB
Sekolah desa sebagai pusat peradaban, Dosen UM Kalianda lakukan pengabdian di Lampung Selatan
12 January 2026 14:50 WIB
Panda kembar akan dipulangkan ke China, ribuan warga Jepang antre berpamitan
21 December 2025 9:22 WIB
Terpopuler - Eksekutif/Legislatif/Yudikatif
Lihat Juga
Prabowo tegaskan kunjungan kerja ke Jepang dan Korsel untuk kepentingan rakyat
26 March 2026 17:21 WIB
Prabowo telepon Mahmoud Abbas ucapkan Idul Fitri, perkuat solidaritas Palestina
24 March 2026 7:35 WIB