Kalapas Rajabasa minta kepada warga binaan dan petugas tekuni ilmu agama
Kamis, 19 September 2024 13:58 WIB
Kegiatan memperingati Maulid Mabi Muhammad SAW di Lapas Rajabasa, Bandarlampung. (ANTARA/HO)
Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandarlampung, Saiful Sahri meminta kepada seluruh warga binaan dan petugas agar serius dalam menekuni ilmu agama.
"Tekuni ilmu agama khususnya bagi yang muslim melalui pendidikan yang ada di dalam Lapas," kata Saiful dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad di Lapas setempat, Kamis.
Menurut dia, ilmu agama yang harus ditekuni tersebut secara tidak langsung setidaknya dapat membatasi perbuatan-perbuatan yang akan melanggar agama atau bertentangan dengan hukum selama berada di dalam Lapas.
Selain itu, lanjut dia, ilmu agama juga dapat menjadi benteng pembatas diri sendiri dalam hal melakukan perbuatan yang dilarang.
"Tentunya akan merugikan diri sendiri dan para petugas di Lapas. Sama juga dengan petugas akan merugikan dirinya sendiri dan keluarganya. Karena itu melalui ilmu agama yang kita tekuni, itu semua akan menjaga kita dari perbuatan-perbuatan yang akan merugikan orang banyak. Khususnya selama berada di dalam Lapas," kata dia.
Ia menambahkan dengan adanya momen tersebut semoga dapat menjadikan ketauladanan Rasulullah sebagai motivasi untuk berjuang lebih menggali ilmu agama serta peduli terhadap sesama.
"Tentunya saya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia penyelenggara. Mari jadikan momen peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini dengan penuh khidmad dan bisa menambah keimanan dan ketakwaan," katanya.
Hadir pada kegiatan tersebut Ustadz Mufid sebagai pemberi tausiah yang menerangkan bahwa untuk setiap tanggal 12 Rabiul Awal Hijriyah umat Islam memperingati hari Maulid Nabi atau lahirnya Nabi Muhammad SAW yang dilakukan dengan mengenang kembali sejarah dan perjuangan Rasulullah SAW.
"Tekuni ilmu agama khususnya bagi yang muslim melalui pendidikan yang ada di dalam Lapas," kata Saiful dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad di Lapas setempat, Kamis.
Menurut dia, ilmu agama yang harus ditekuni tersebut secara tidak langsung setidaknya dapat membatasi perbuatan-perbuatan yang akan melanggar agama atau bertentangan dengan hukum selama berada di dalam Lapas.
Selain itu, lanjut dia, ilmu agama juga dapat menjadi benteng pembatas diri sendiri dalam hal melakukan perbuatan yang dilarang.
"Tentunya akan merugikan diri sendiri dan para petugas di Lapas. Sama juga dengan petugas akan merugikan dirinya sendiri dan keluarganya. Karena itu melalui ilmu agama yang kita tekuni, itu semua akan menjaga kita dari perbuatan-perbuatan yang akan merugikan orang banyak. Khususnya selama berada di dalam Lapas," kata dia.
Ia menambahkan dengan adanya momen tersebut semoga dapat menjadikan ketauladanan Rasulullah sebagai motivasi untuk berjuang lebih menggali ilmu agama serta peduli terhadap sesama.
"Tentunya saya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia penyelenggara. Mari jadikan momen peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini dengan penuh khidmad dan bisa menambah keimanan dan ketakwaan," katanya.
Hadir pada kegiatan tersebut Ustadz Mufid sebagai pemberi tausiah yang menerangkan bahwa untuk setiap tanggal 12 Rabiul Awal Hijriyah umat Islam memperingati hari Maulid Nabi atau lahirnya Nabi Muhammad SAW yang dilakukan dengan mengenang kembali sejarah dan perjuangan Rasulullah SAW.
Pewarta : Damiri
Editor : Satyagraha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
HK catat 415.637 kendaraan lintasi Tol Sumatera selama libur panjang Maulid Nabi
10 September 2025 11:37 WIB
PWNU Lampung sebut Maulid Nabi seharusnya jadi penguat komitmen kebangsaan
05 September 2025 13:37 WIB
Kemenag Lampung sebut Maulid jadi momentum rajut tali persaudaraan
17 September 2024 20:11 WIB, 2024