Dirut ANTARA memaparkan peran pelaporan haji media Indonesia di global
Kamis, 11 Januari 2024 19:49 WIB
Direktur Utama LKBN ANTARA Akhmad Munir (kanan) menjadi salah satu pembicara dalam gelaran konferensi haji internasional, Hajj and Umrah Services Conference and Exhibition (HUSCE) 2024, di Jeddah, Arab Saudi. (ANTARA/Citro Atmoko)
Jeddah (ANTARA) - Direktur Utama LKBN ANTARA Akhmad Munir memaparkan peran pelaporan haji yang dilakukan oleh media Indonesia, khususnya ANTARA, dalam diskusi global saat menjadi salah satu pembicara dalam gelaran konferensi haji internasional, Hajj and Umrah Services Conference and Exhibition (HUSCE) 2024, di Jeddah, Arab Saudi.
Menurut Munir, salah satu peran tersebut yaitu sebagai platform global untuk narasi haji.
“Berita ANTARA yang menggarisbawahi perspektif beragam pengalaman haji dari masyarakat Indonesia dengan segala kekhasannya dapat menjadi sumber informasi tidak hanya bagi masyarakat Indonesia namun juga dunia,” ujar Munir di Jeddah, Kamis.
Munir menyampaikan, sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar, media di Indonesia menggunakan beragam platform media modern untuk melaporkan ibadah haji, yang secara signifikan mempengaruhi pemahaman dan pengalaman ibadah haji Muslim di Indonesia.
Peliputan haji akan dimulai dari sebelum keberangkatan hingga kepulangan karena selain sebagai ritual sakral keagamaan, Muslim Indonesia memiliki warisan tradisi sebelum dan setelah pelaksanaan ibadah haji, yang antara lain adalah persiapan spiritual, perpisahan dan penyambutan.
Ia mencontohkan tradisi walimatus safar atau jamuan atas rasa syukur para calon jamaah haji, yang merupakan tradisi umum yang biasa dilakukan jamaah haji sebelum berangkat. Tradisi tersebut diisi dengan doa bersama dengan keluarga, kerabat, tetangga maupun anak yatim. Tamu yang hadir akan menikmati jamuan dan menitip doa agar segera menyusul ke Tanah Suci.
Selanjutnya ada pula tradisi pengiriman doa keselamatan. Masyarakat Lombok misalnya, akan melakukan tradisi klansah dengan membangun tenda atau klansah di depan rumah jamaah haji sebagai tempat berdoa meminta keselamatan bagi jamaah haji.
Masyarakat Aceh akan melakukan tradisi peusijuek dengan cara memercikkan air daun peusijuek kepada para calon jamaah haji. Sementara masyarakat Jambi akan melakukan tradisi tale dengan merangkai doa dan nasihat bagi para calon jamaah haji dalam bentuk nyanyian.
Kemudian, ada juga tradisi penyambutan haji. Masyarakat Bugis memiliki tradisi Mappatopo untuk menyambut kepulangan jamaah haji. Sebuah pesta perjamuan untuk berbagi pengalaman spiritual untuk memperkuat ikatan sosial.
Sementara itu, masyarakat Madura memiliki tradisi Asareje untuk menyambut kepulangan jamaah haji dimana jamaah haji diarak dengan mobil dan menggelar syukuran jamuan selama 40 hari untuk berbagi pengalaman spiritual dan buah tangan.
“Narasi-naratif yang disebarluaskan oleh seluruh mitra ANTARA tidak hanya merangkum kisah-kisah jamaah haji Indonesia mulai dari kampung halaman hingga Makkah, namun juga berfungsi sebagai kanvas representatif yang mencerminkan keberagaman, spiritualitas, dan esensi universal ibadah haji, yang dapat diterima oleh umat Islam di seluruh dunia,” kata Munir.
Munir menambahkan, pelaporan haji oleh ANTARA juga untuk mendorong persatuan dan kebersamaan melalui pengalaman bersama. Dengan berbagi pengalaman emosional dan spiritual yang dialami oleh para jamaah haji Indonesia, maka ANTARA menggarisbawahi ikatan universal dari iman, solidaritas, dan pengabdian yang melampaui batas-batas negara.
“Pengalaman bersama yang disajikan dalam laporan haji oleh media di Indonesia memperkuat identitas kolektif dan rasa memiliki di kalangan umat Islam secara global yang akan memperkuat gagasan persatuan dalam keberagaman,” ujar Munir.
Di sisi lain, Munir juga menilai pentingnya pemanfaatan teknologi untuk jangkauan global. Teknologi memainkan peran penting dalam memperkuat pengaruh media Indonesia dalam diskusi haji global. Platform media sosial, live streaming, dan publikasi online memungkinkan media-media di Indonesia menjangkau khalayak global secara instan.
“Lanskap digital ini menjadi forum interaktif di mana individu di seluruh dunia dapat terlibat, berbagi wawasan, dan berkontribusi terhadap wacana global yang berkembang seputar ibadah haji,” kata Munir.
Munir menyampaikan, ANTARA juga secara rutin bekerja sama dengan kantor-kantor berita dan media yang menjadi mitranya di luar negeri untuk menyebarluaskan peliputan haji.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dirut ANTARA paparkan peran pelaporan haji media Indonesia di global
Menurut Munir, salah satu peran tersebut yaitu sebagai platform global untuk narasi haji.
“Berita ANTARA yang menggarisbawahi perspektif beragam pengalaman haji dari masyarakat Indonesia dengan segala kekhasannya dapat menjadi sumber informasi tidak hanya bagi masyarakat Indonesia namun juga dunia,” ujar Munir di Jeddah, Kamis.
Munir menyampaikan, sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar, media di Indonesia menggunakan beragam platform media modern untuk melaporkan ibadah haji, yang secara signifikan mempengaruhi pemahaman dan pengalaman ibadah haji Muslim di Indonesia.
Peliputan haji akan dimulai dari sebelum keberangkatan hingga kepulangan karena selain sebagai ritual sakral keagamaan, Muslim Indonesia memiliki warisan tradisi sebelum dan setelah pelaksanaan ibadah haji, yang antara lain adalah persiapan spiritual, perpisahan dan penyambutan.
Ia mencontohkan tradisi walimatus safar atau jamuan atas rasa syukur para calon jamaah haji, yang merupakan tradisi umum yang biasa dilakukan jamaah haji sebelum berangkat. Tradisi tersebut diisi dengan doa bersama dengan keluarga, kerabat, tetangga maupun anak yatim. Tamu yang hadir akan menikmati jamuan dan menitip doa agar segera menyusul ke Tanah Suci.
Selanjutnya ada pula tradisi pengiriman doa keselamatan. Masyarakat Lombok misalnya, akan melakukan tradisi klansah dengan membangun tenda atau klansah di depan rumah jamaah haji sebagai tempat berdoa meminta keselamatan bagi jamaah haji.
Masyarakat Aceh akan melakukan tradisi peusijuek dengan cara memercikkan air daun peusijuek kepada para calon jamaah haji. Sementara masyarakat Jambi akan melakukan tradisi tale dengan merangkai doa dan nasihat bagi para calon jamaah haji dalam bentuk nyanyian.
Kemudian, ada juga tradisi penyambutan haji. Masyarakat Bugis memiliki tradisi Mappatopo untuk menyambut kepulangan jamaah haji. Sebuah pesta perjamuan untuk berbagi pengalaman spiritual untuk memperkuat ikatan sosial.
Sementara itu, masyarakat Madura memiliki tradisi Asareje untuk menyambut kepulangan jamaah haji dimana jamaah haji diarak dengan mobil dan menggelar syukuran jamuan selama 40 hari untuk berbagi pengalaman spiritual dan buah tangan.
“Narasi-naratif yang disebarluaskan oleh seluruh mitra ANTARA tidak hanya merangkum kisah-kisah jamaah haji Indonesia mulai dari kampung halaman hingga Makkah, namun juga berfungsi sebagai kanvas representatif yang mencerminkan keberagaman, spiritualitas, dan esensi universal ibadah haji, yang dapat diterima oleh umat Islam di seluruh dunia,” kata Munir.
Munir menambahkan, pelaporan haji oleh ANTARA juga untuk mendorong persatuan dan kebersamaan melalui pengalaman bersama. Dengan berbagi pengalaman emosional dan spiritual yang dialami oleh para jamaah haji Indonesia, maka ANTARA menggarisbawahi ikatan universal dari iman, solidaritas, dan pengabdian yang melampaui batas-batas negara.
“Pengalaman bersama yang disajikan dalam laporan haji oleh media di Indonesia memperkuat identitas kolektif dan rasa memiliki di kalangan umat Islam secara global yang akan memperkuat gagasan persatuan dalam keberagaman,” ujar Munir.
Di sisi lain, Munir juga menilai pentingnya pemanfaatan teknologi untuk jangkauan global. Teknologi memainkan peran penting dalam memperkuat pengaruh media Indonesia dalam diskusi haji global. Platform media sosial, live streaming, dan publikasi online memungkinkan media-media di Indonesia menjangkau khalayak global secara instan.
“Lanskap digital ini menjadi forum interaktif di mana individu di seluruh dunia dapat terlibat, berbagi wawasan, dan berkontribusi terhadap wacana global yang berkembang seputar ibadah haji,” kata Munir.
Munir menyampaikan, ANTARA juga secara rutin bekerja sama dengan kantor-kantor berita dan media yang menjadi mitranya di luar negeri untuk menyebarluaskan peliputan haji.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dirut ANTARA paparkan peran pelaporan haji media Indonesia di global
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiga tokoh Indonesia suarakan pentingnya perdamaian dunia dalam konferensi di Roma
02 November 2025 16:59 WIB
Tim peneliti Unila paparkan studi petani organik dalam konferensi internasional
07 September 2025 18:51 WIB
Empat peneliti Unila ikuti Konferensi Internasional Agroekologi dan Kedaulatan Pangan di Spanyol
10 April 2025 8:48 WIB, 2025
Copenhagen klub Kevin Diks bertemu Chelsea dalam 16 besar Liga Conference
21 February 2025 21:18 WIB, 2025
Prabowo dijadwalkan hadiri puncak Natal bersama 12.000 umat di GBK Jakarta
17 December 2024 18:02 WIB, 2024
Mahathir sebut perang Gaza runtuhkan narasi Israel, ungkap tipu daya Zionis
07 October 2024 12:26 WIB, 2024
Terpopuler - Artikel
Lihat Juga
Smart farming jadi solusi petani sejahtera di Desa Trimomukti Lampung Selatan
02 December 2025 16:56 WIB
HKA dari produsen material ke penggerak layanan operasi jalan tol nasional
27 November 2025 16:20 WIB
Swasembada pangan hadapi tantangan, banyak petani enggan tanam kedelai di lahan pertanian
17 November 2025 10:39 WIB
Relawan di Lampung bantu pasien kanker dan donor darah, bergerak tanpa dana tetap
10 November 2025 9:47 WIB