Jalan longsor di wilayah OKU ditimbun BBPJN
Jumat, 5 Januari 2024 6:06 WIB
Anggota Polsek Pengandonan mengatur arus lalulintas di lokasi jalan yang amblas, Kamis (4/1/2024). ANTARA/Edo Purmana.
Baturaja (ANTARA) - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan dan Kementerian PUPR melakukan penimbunan jalan lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Desa Gunung Meraksa, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang longsor akibat intensitas curah hujan tinggi pada Rabu (3/1).
Pengawas Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sumsel Darwanto di Baturaja, Kabupaten OKU, Kamis, mengatakan bahwa jalan amblas tersebut awalnya turun 20 Cm, namun saat ini bertambah mencapai 60 Cm.
"Total panjang jalan yang amblas saat ini mencapai 60 meter," katanya.
Menurut dia, kerusakan jalan hanya menurunkan permukaan dan tidak bergeser ke arah samping jurang karena tidak terjadi pergerakan pada bronjong di lokasi tersebut.
Meskipun demikian, kata dia, para pengemudi yang melintas di jalan negara itu khususnya untuk jenis truk dan fuso diminta untuk bergantian serta ekstra berhati-hati.
"Pengendara harus ekstra berhati-hati saat melintas karena dikhawatirkan jalan akan semakin amblas ke bawah," katanya.
Perbaikan jalan itu, lanjut dia, baru akan dimulai pada Februari 2024 karena masuk dalam program penanganan longsor.
"Untuk sementara, jalan yang amblas ditimbun dengan batu agregat," ujarnya.
Sementara, Kapolsek Pengandonan Iptu Jenizar mengatakan pihaknya sudah memasang rambu-rambu peringatan di lokasi jalan yang longsor guna mengantisipasi agar pengguna jalan lebih waspada ketika melintas di jalur tersebut.
"Peringatan bertuliskan Hati-hati Jalan Amblas ini diharapkan menjadi peringatan dini bagi pengendara yang berlalu lalang di jalur longsor guna mengantisipasi korban jiwa," ujarnya.
Pengawas Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sumsel Darwanto di Baturaja, Kabupaten OKU, Kamis, mengatakan bahwa jalan amblas tersebut awalnya turun 20 Cm, namun saat ini bertambah mencapai 60 Cm.
"Total panjang jalan yang amblas saat ini mencapai 60 meter," katanya.
Menurut dia, kerusakan jalan hanya menurunkan permukaan dan tidak bergeser ke arah samping jurang karena tidak terjadi pergerakan pada bronjong di lokasi tersebut.
Meskipun demikian, kata dia, para pengemudi yang melintas di jalan negara itu khususnya untuk jenis truk dan fuso diminta untuk bergantian serta ekstra berhati-hati.
"Pengendara harus ekstra berhati-hati saat melintas karena dikhawatirkan jalan akan semakin amblas ke bawah," katanya.
Perbaikan jalan itu, lanjut dia, baru akan dimulai pada Februari 2024 karena masuk dalam program penanganan longsor.
"Untuk sementara, jalan yang amblas ditimbun dengan batu agregat," ujarnya.
Sementara, Kapolsek Pengandonan Iptu Jenizar mengatakan pihaknya sudah memasang rambu-rambu peringatan di lokasi jalan yang longsor guna mengantisipasi agar pengguna jalan lebih waspada ketika melintas di jalur tersebut.
"Peringatan bertuliskan Hati-hati Jalan Amblas ini diharapkan menjadi peringatan dini bagi pengendara yang berlalu lalang di jalur longsor guna mengantisipasi korban jiwa," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kodam XXI/Radin Inten gelar salat gaib untuk doakan korban longsor Cisarua
27 January 2026 18:35 WIB
Menko PMK sebut 1.050 huntara telah dibangun untuk korban bencana Sumatera
29 December 2025 16:06 WIB
Mendagri minta daerah untuk tunjukkan solidaritas bantu penanganan bencana
04 December 2025 21:02 WIB
Terpopuler - Sumbagsel
Lihat Juga
Wali Kota Prabumulih Sumsel terancam sanksi teguran tertulis dari Kemendagri
18 September 2025 20:15 WIB
Pemerintah gerak cepat tangani kasus dua balita cacingan di Seluma Bengkulu
18 September 2025 5:34 WIB
Ratusan rekening penerima bansos di Rejang Lebong terindikasi untuk judol
10 September 2025 5:35 WIB