Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menambah lagi jumlah desa inklusi keuangan sebanyak tiga desa di daerah ini untuk meningkatkan perekonomian desa setempat.

"Dengan potensi yang dimiliki oleh Lampung tentu perlu didorong adanya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan melakukan penguatan ekonomi dari desa agar seimbang dengan wilayah perkotaan," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung Kusnardi berdasarkan keterangan yang diterima di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan untuk mewujudkan peningkatan perekonomian desa, maka diperlukan ekosistem keuangan inklusi di wilayah pedesaan.

"Untuk mendukung desa inklusi, maka ada penambahan tiga desa inklusi, yakni Desa Bumi Daya, Desa Seloretno, dan Desa Wisata Kelawi, jadi total ada 16 desa inklusi keuangan yang ada di empat kabupaten di Lampung," katanya pula.

Dia menjelaskan desa inklusi tersebut telah melayani transaksi keuangan di bidang perbankan melalui agen laku pandai, dan juga transaksi di pasar modal melalui gerai investasi desa ataupun komunitas investor desa.

"Di tiga desa inklusi keuangan ini, akan ada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 78 debitur dengan total penyaluran Rp4,56 miliar, lalu ada penambahan 6 agen laku pandai, penyerahan 2.300 lembar saham, serta pembukaan galeri investasi desa," ujarnya lagi.

Selanjutnya akan ada pula pembuatan komitmen pencanangan literasi dan inklusi pasar modal kepada 1.000 perangkat desa dan masyarakat, serta adanya pembuatan bank sampah yang terintegrasi dengan layanan keuangan.

"Diharapkan dapat terus dikembangkan program ini di desa-desa lainnya, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Sebab di sini (Provinsi Lampung) sudah tidak ada lagi desa tertinggal, melainkan sudah berkembang, maju dan mandiri," ujar dia.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2024