Tanah tebing Gunung Galunggung kembali longsor
Senin, 13 Maret 2023 11:58 WIB
Polisi meninjau lokasi longsor tanah tebing di Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (12/3/2023). (ANTARA/HO-Polsek Sukaratu)
Tasikmalaya (ANTARA) - Aktivitas longsoran tanah tebing di kawasan Perhutani Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali terjadi karena intensitas hujan yang tinggi sehingga terjadi longsoran besar di daerah itu dan menimpa sebagian kawah di bawahnya.
"Longsor itu berada di dinding sebelah barat. Dampak longsorannya sekitar 7 hektare," kata Manager Site Priangan Perhutani Tasikmalaya, Sumarsono, saat dihubungi wartawan di Garut, Senin.
Ia menuturkan longsoran tebing di kawasan Puncak Gunung Galunggung itu berdasarkan catatan sudah terjadi sejak tahun 2017, kemudian dalam rentan waktu beberapa tahun kembali terjadi longsoran.
Terakhir kejadian longsor, kata dia, pada Sabtu (11/3) tengah malam dan Minggu (12/3) dini hari yang menurut keterangan warga sempat menimbulkan suara gemuruh.
"Sekarang kejadian lagi pada malam minggu, longsoran itu ada lebihnya, ada suaranya. Menurut informasi kejadiannya jam 11 malam dan jam 5 pagi," katanya.
Ia menyampaikan longsoran itu berada cukup jauh dari pemukiman penduduk sehingga tidak mengancam bahaya masyarakat.
Sejak terjadinya longsoran di Galunggung, kata dia, masyarakat dilarang turun ke bawah menuju kawah, apalagi meminum air danau yang ada di bawah, karena khawatir mengganggu kesehatan.
"Sementara daerah itu kita tutup, tidak boleh ada yang turun ke bawah, ke kawah," katanya.
"Longsor itu berada di dinding sebelah barat. Dampak longsorannya sekitar 7 hektare," kata Manager Site Priangan Perhutani Tasikmalaya, Sumarsono, saat dihubungi wartawan di Garut, Senin.
Ia menuturkan longsoran tebing di kawasan Puncak Gunung Galunggung itu berdasarkan catatan sudah terjadi sejak tahun 2017, kemudian dalam rentan waktu beberapa tahun kembali terjadi longsoran.
Terakhir kejadian longsor, kata dia, pada Sabtu (11/3) tengah malam dan Minggu (12/3) dini hari yang menurut keterangan warga sempat menimbulkan suara gemuruh.
"Sekarang kejadian lagi pada malam minggu, longsoran itu ada lebihnya, ada suaranya. Menurut informasi kejadiannya jam 11 malam dan jam 5 pagi," katanya.
Ia menyampaikan longsoran itu berada cukup jauh dari pemukiman penduduk sehingga tidak mengancam bahaya masyarakat.
Sejak terjadinya longsoran di Galunggung, kata dia, masyarakat dilarang turun ke bawah menuju kawah, apalagi meminum air danau yang ada di bawah, karena khawatir mengganggu kesehatan.
"Sementara daerah itu kita tutup, tidak boleh ada yang turun ke bawah, ke kawah," katanya.
Pewarta : Feri Purnama
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025