Bandarlampung (ANTARA) - Ribuan warga masyarakat dari berbagai kalangan memadati Jalan Ikan Kakap Teluk Betung Selatan, Bandarlampung. Dari anak-anak hingga orang tua beragam latar belakang, pada Sabtu malam itu punya tujuan sama, menyaksikan atraksi barongsai. 

Perayaan malam pergantian Tahun Baru Imlek memang kerap menjadi hiburan tersendiri bagi warga, khususnya di Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung. Tidak saja untuk umat Buddha tetapi juga bagi pemeluk agama lainnya.

Vihara Thay Hin Bio di Jalan Ikan Kakap Nomor 35, Teluk Betung Selatan, Kota Bandarlampung  malam itu memang punya hajat yang ditunggu-tunggu banyak orang, yakni atraksi barongsai dan pertunjukan kembang api.

Dua atraksi itu memang lazim digelar untuk memeriahkan malam Tahun Baru Imlek di vihara tersebut.

Namun, sejak pandemi COVID-19 merebak 3 tahun lalu, atraksi barongsai yang merupakan tarian tradisional Tiongkok dengan menggunakan sarung menyerupai hewan singa, tidak digelar oleh pihak Vihara Thay Hin Bio.

Hal tersebut guna mengurangi kerumunan masyarakat pada malam Tahun Baru Imlek serta mencegah penyebaran COVID-19 di kota ini. Oleh karena itu, dalam 2 tahun ke belakang ini salah satu vihara tertua di Lampung ini pun hanya melaksanakan doa tanpa ada atraksi barongsai.

Kini setelah kasus COVID-19 melandai serta pemerintah telah mencabut aturan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Vihara Thay Hin Bio pada malam Tahun Baru Imlek 2754 Kongzili, menyiapkan sejumlah barongsai untuk menghibur masyarakat yang datang ke lokasi seperti tahun-tahun sebelum pandemi COVID-19.

Akhirnya, seniman barongsai itu pun kembali menari, menampilkan atraksi-atraksi menawan. Bak singa yang kelaparan, barongsai tersebut dengan penuh semangat menghibur masyarakat melalui berbagai atraksi.

Misalnya, adegan terbebas dari jeruji yang mengurungnya dan diberikan arena penampilan. Atraksi barongsai pada malam Imlek itu pun mampu membuat masyarakat yang datang ke Vihara Thay Hin Bio terhibur.

Melompat dari tiang satu ke tiang satunya lagi secara indah, lalu berlenggok dengan sejumlah gaya yang diperagakan dengan diiringi musik khas Tiongkok, membuat warga yang menyaksikan atraksi barongsai tersebut takjub sekaligus riang gembira.

Belum lagi saat barongsai turun dari gelanggang dan berjalan di kerumunan masyarakat guna mengambil angpao yang digantung di salah satu bangunan. Atraksi membuat masyarakat kegirangan dan gembira.

Penantian panjang warga untuk menyaksikan Barongsai berliuk-liuk di atas arena seperti terbayarkan dengan tontonan yang menghibur. Tidak sedikit dari mereka merasa puas meski harus berdesakan untuk bisa menyaksikan penampilan barongsai.

"Kami senang dan tidak mengira antusiasme masyarakat Bandarlampung sangat tinggi untuk menyaksikan atraksi barongsai di malam Imlek," kata seorang awak dari Perkumpulan Barongsai Suaka Insan Ridwan.

Untuk bisa tampil maksimal, para penampil barongsai telah melakukan latihan secara rutin sejak 2 bulan menuju perayaan pergantian malam Tahun Baru Imlek. Hal tersebut dilakukan agar tidak memberikan rasa kecewa  masyarakat setelah melihat penampilan dan atraksi barongsai.

"Pas mau tampil, kami merasa excited (bersemangat) karena sambutan masyarakat yang antusias terhadap barongsai. Tentu kami bersyukur karena 2 tahun sebelumnya kami tidak bisa tampil pada malam Imlek akibat pandemi COVID-19," kata dia.

  Warga memadati Jalan Ikan Kakap Kota Bandarlampung guna menunggu atraksi barongsai pada malam Tahun Baru Imlek. ANTARA/Dian Hadiyatna
Atraksi barongsai pada malam Imlek memang salah satu momen yang ditunggu masyarakat Bandarlampung selain pesta kembang api yang setiap setahun sekali digelar di Vihara Thay Hin Bio.

Warga dari berbagai kalangan, suku, ras, agama, tua, muda, dan anak-anak, berbaur menjadi satu, rela menunggu lama untuk menanti penampilan akrobatik dari barongsai, terlebih dalam 2 tahun ke belakang penampilan barongsai ditiadakan karena pandemi COVID-19.

Meski sempat diguyur hujan pada sore hari, minat masyarakat tidak berkurang, terbukti makin malam warga tambah ramai dan memadati Jalan Ikan Kakap dan halaman Vihara Thay Hin Bio, untuk menunggu atraksi barongsai dan pesta kembang api.

Demi menyaksikan atraksi barongsai, warga Bandarlampung bernama Rezi bersama anak dan istri rela datang ke Vihara Thay Hin Bio sejak selepas magrib.

Rezi bersama keluarga memang rutin datang ke lokasi pada malam Imlek sekadar melihat penampilan barongsai. Terlebih jarak kediamannya dengan vihara memang tidak jauh.

Setiap malam Tahun Baru Imlek di vihara ini memang ramai karena ada atraksi barongsai. Apalagi sekarang tambah padat, mungkin karena tahun lalu tak ada sehingga ketika diizinkan, semua pada datang untuk melihat barongsai.

Ini merupakan hiburan tersendiri bagi warga dan sejauh ini tidak ada insiden aneh-aneh.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak seluruh masyarakat menjaga kerukunan dan persaudaraan satu sama lain sehingga tercipta keharmonisan antarumat beragama.

Provinsi Lampung selama ini telah menjadi daerah yang cukup baik dalam merawat keberagaman, suku, ras, dan agama. 

Momen Imlek bukan hanya perayaan yang dapat dinikmati oleh warga keturunan Tionghoa saja, namun juga bagi masyarakat lainnya.

Hal itu terlihat dari antusiasme masyarakat yang memadati Jalan Ikan Kakap tempat Vihara Thay Hin Bio berada untuk menyaksikan atraksi barongsai dan kembang api yang disulut tepat pada pukul 00.00 pada malam Tahun Baru Imlek 2754 Kongzili.



Editor: Achmad Zaenal M

 

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2024