Omicron di Beijing makin meluas, RS darurat Shanghai ditutup
Minggu, 15 Mei 2022 13:39 WIB
Sejumlah warga antre mengikuti tes PCR massal putaran ketiga di kawasan Dongzhimen, Beijing, China, Jumat (13/5/2022), untuk menghindari makin meluasnya wabah COVID-19 varian Omicron. ANTARA/M. Irfan Ilmie
Beijing (ANTARA) - Wabah COVID-19 varian Omicron di Beijing makin meluas, sedangkan 50 persen rumah sakit darurat di Shanghai ditutup seiring dengan terus berkurangnya kasus positif.
Sejak 22 April hingga 14 Mei 2022 terdapat 1.015 pasien COVID-19 yang dirawat di beberapa rumah sakit rujukan, demikian juru bicara Pemerintah Kota Beijing, Xu Hejian, kepada pers, Sabtu (14/5).
Pemberlakuan bekerja dari rumah (WFH) di ibu kota China itu tidak saja di Distrik Chaoyang, melainkan juga di Distrik Fangshan.
Di Distrik Fangshan yang berpopulasi 1,3 juta jiwa, semua bus kota, kereta metro, dan taksi daring dilarang beroperasi.
Sedikitnya ada delapan kluster Omicron yang terkait dengan bank, jasa konstruksi jaringan kereta api, halte bus, dan restoran.
Di Distrik Shunyi juga terdapat tiga kasus baru yang terkait dengan kluster bank. Total kasus kluster bank di distrik itu kini mencapai 37 kasus, termasuk 26 staf.
Sementara itu, di Shanghai lima dari sepuluh rumah sakit darurat telah ditutup karena penurunan kasus harian secara gradual.
Otoritas kesehatan Shanghai pada Sabtu melaporkan 194 kasus baru dan 1.487 kasus tanpa gejala.
Dengan adanya penurunan kasus itu, pasien yang dirawat di rumah sakit darurat berkurang sekitar 50.000, setengah dari jumlah kasus pada saat situasi terburuk, demikian otoritas kesehatan Shanghai.
Shanghai berencana memulai mengoperasikan lagi kegiatan usaha pada Senin (16/5), namun dengan kapasitas 50 persen.
Sejak 22 April hingga 14 Mei 2022 terdapat 1.015 pasien COVID-19 yang dirawat di beberapa rumah sakit rujukan, demikian juru bicara Pemerintah Kota Beijing, Xu Hejian, kepada pers, Sabtu (14/5).
Pemberlakuan bekerja dari rumah (WFH) di ibu kota China itu tidak saja di Distrik Chaoyang, melainkan juga di Distrik Fangshan.
Di Distrik Fangshan yang berpopulasi 1,3 juta jiwa, semua bus kota, kereta metro, dan taksi daring dilarang beroperasi.
Sedikitnya ada delapan kluster Omicron yang terkait dengan bank, jasa konstruksi jaringan kereta api, halte bus, dan restoran.
Di Distrik Shunyi juga terdapat tiga kasus baru yang terkait dengan kluster bank. Total kasus kluster bank di distrik itu kini mencapai 37 kasus, termasuk 26 staf.
Sementara itu, di Shanghai lima dari sepuluh rumah sakit darurat telah ditutup karena penurunan kasus harian secara gradual.
Otoritas kesehatan Shanghai pada Sabtu melaporkan 194 kasus baru dan 1.487 kasus tanpa gejala.
Dengan adanya penurunan kasus itu, pasien yang dirawat di rumah sakit darurat berkurang sekitar 50.000, setengah dari jumlah kasus pada saat situasi terburuk, demikian otoritas kesehatan Shanghai.
Shanghai berencana memulai mengoperasikan lagi kegiatan usaha pada Senin (16/5), namun dengan kapasitas 50 persen.
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ini kisah Hendy ajarkan Bahasa Indonesia di Beijing yang berbuah manis
15 September 2024 10:17 WIB, 2024
Yasinta Nida keluar uang pribadi demi tunaikan tugas jadi panitia pemilu di Beijing
13 February 2024 20:11 WIB, 2024
Kunjungan bisnis ke China, PLN teken kerja sama pengembangan EBT dengan perusahaan EPC di Beijing
21 May 2023 20:20 WIB, 2023
KBRI Beijing tutup sementara karena sebagian besar staf terkena COVID-19
15 December 2022 18:23 WIB, 2022
Bioskop di Beijing batalkan syarat PCR jelang pemutaran film Avatar
08 December 2022 10:24 WIB, 2022
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Angka kelahiran rendah, kota-kota besar di Jepang alami penurunan populasi
01 February 2026 17:11 WIB
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB