Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) turut bangga atas penganugerahan gelar profesor kehormatan kepada Presiden Ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri dari Seoul Institute of The Arts (SIA), Korea Selatan (Korsel).

"Ibu Megawati dinilai memiliki komitmen tinggi dalam mempromosikan seni, budaya, ekonomi kreatif hingga menjamin pendidikan yang lebih baik dalam riset dan inovasi," kata Bamsoet dalam keterangannya diterima di Jakarta Rabu.
 

Termasuk, kontribusi dan komitmen kemanusiaan Megawati dalam memperjuangkan perdamaian di Semenanjung Korea serta perhatiannya terhadap demokrasi, lingkungan, dan kebudayaan, papar dia.

"Bahkan Ibu Megawati pernah menjadi Utusan Khusus Presiden Korea Selatan untuk ke Korea Utara dalam menjalankan diplomasi perdamaian," katanya.

Dia menjelaskan gelar profesor kehormatan dari SIA menjadi yang kedua untuk Megawati setelah sebelumnya pada Juni 2021 Megawati menerima gelar profesor kehormatan dari Universitas Pertahanan Indonesia di bidang kepemimpinan strategik.

 
Hal itu, tambahnya, membuktikan bahwa kiprah Megawati tidak hanya diakui dari dalam negeri melainkan dari dunia internasional.
 
"SIA merupakan institusi pendidikan ternama yang sudah berdiri lebih dari 60 tahun. Melahirkan puluhan artis ternama dan berkualitas dari Korea, antara lain, Kim Seon Ho, Son Ye Jin, Kim Ha-neul, Wooyoung, dan Yoo Jae-Suk," kata Bamsoet.
 
Menurut dia, selain gelar profesor kehormatan, Megawati telah menerima berbagai gelar doktor kehormatan dari berbagai institusi kampus ternama dunia, antara lain, gelar doktor kehormatan bidang politik dari Waseda University of Tokyo, Jepang pada 29 September 2001, Moscow State Institute of International Relations (MGIMO) Rusia pada 22 April 2003 di bidang politik.
 
 
Kemudian, gelar diberikan oleh Korea Maritime and Ocean University, Korea Selatan pada 19 Oktober 2015 di bidang politik, Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 25 Oktober 2016 di bidang politik dan pemerintahan, Universitas Negeri Padang (UNP) pada 27 September 2017 di bidang pendidikan politik.
 
Selanjutnya gelar dari Mokpo National University, Korea Selatan, 16 November 2017 di bidang demokrasi ekonomi, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) 8 Maret 2018 di bidang politik dan pemerintahan, Fujian Normal University (FNU) Tiongkok 5 November 2018 di bidang diplomasi ekonomi, dan Soka University Japan, Jepang 8 Januari 2020 di bidang kemanusiaan, ujarnya.

 

Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2024