Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi Zainuddin atau Haji Oding menyebutkan sosok Abraham Lunggana atau Haji Lulung merupakan pejuang untuk kaum Betawi.

"Beliau merupakan sosok pejuang, sahabat, sekaligus politisi yang dikenal luas pergaulannya," kata Haji Oding dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Oding berdoa semoga Allah Swt. mengampuni segala kesalahan, melipatgandakan amal ibadahnya, dan memasukkan dalam golongan orang-orang husnulkhatimah.

Walaupun Bamus terbelah menjadi dua kubu dalam kepengurusan, menurut dia, hubungan persahabatan dan silaturahmi tetap berjalan baik.

Periode kepengurusan Bamus Betawi 2013—2018, Haji Oding sebagai ketua umum dan Haji Lulung sebagai wakil ketua umum.

Haji Oding mengenang bagaimana mereka bekerja bersama untuk membangun kaum betawi di Jakarta untuk lebih baik lagi.

Namun, pada periode 2018—2023, Bamus Betawi terbelah menjadi dua kubu, yakni Haji Lulung dan Haji Oding. Mereka masing-masing mengklaim sebagai ketua umum.

"Walapun berbeda pandangan dalam prinsip kebetawian, saya percaya bahwa Haji Lulung punya komitmen dan kesungguhan dalam membangun kaum Betawi," kata Oding menegaskan.

Oding mengungkapkan upaya penyatuan kembali dua kubu Bamus telah dilakukan beberapa waktu terakhir.

"Sudah ada pertemuan, dari pihak Bang Haji Lulung dan pihak saya, yang juga disaksikan Gubernur DKI," ungkap Oding.

Pertemuan itu untuk membangun kesepakatan bersama, bagaimana proses kaderisasi dan program Bamus Betawi periode akan datang.

"Yang senior-senior saatnya membangun regenerasi dan menghasilkan tokoh baru untuk memimpin penyatuan Bamus Betawi ke depannya," kata Oding.

Abraham Lunggana atau Haji Lulung meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Harapan Kita Jakarta pada hari Selasa ini di usia 62 tahun. Tokoh Tanah Abang itu lahir di Jakarta pada tanggal 24 Juli 1959.


Pewarta : Fauzi
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2024