Sertani panen padi organik di Desa Mataram Baru Lampung Timur
Senin, 22 November 2021 7:32 WIB
Serikat Tani Indonesia memanen tanaman padi yang diuji coba dikelola secara organik berada di Dusun V Desa Matarambaru Kecamatan Matarambaru Kabupaten Lampung Timur. Foto Antara/HO-Sertani
Matarambaru (ANTARA) - Serikat Tani Indonesia (Sertani) memanen tanaman padi yang diuji coba dikelola secara organik berada di Dusun V Desa Matarambaru Kecamatan Matarambaru Kabupaten Lampung Timur.
Panen padi organik dilakukan Minggu (21/11/21). Padi yang dipanen adalah milik petani dusun V Desa Matarambaru yang dikelola Sertani dan Kelompok Sadar Wisata Matarambaru dengan sistem organik / tanpa menggunakan pupuk dan obat yang mengandung bahan kimia.
Hadir di acara meman di antaranya Ketua Serikat Tani Indonesia Agus Putra Eka Jasutra, Camat Matarambaru Sriyati, mantan anggota DPD RI Anang Prihantoro, Kelompok Sadar Wisata Mataram Baru dan para petani daerah sekitar.
Ketua Sertani Agus Putra Eka Jasutra mengungkapkan panen padi itu hasilnya maksimal.
Agus Putra mengungkapkan perbandingan biaya produksi pengelolaan organik dan non organik per satu hektar.
Non organik / kimia, benih 20 kilogram Rp350.000; pupuk (NPK) 600 kilogram Rp. 1.800.000; obat pestisida/fungisida/Insektisida Rp 2.000.000;
Bajak Rp1.200.000; ongkos tanam Rp800.000
Total Rp. 6.350.000.
Adapun pola organik dengan benih padi SERTANI dalam uji coba tahap 1 di luas lahan 1.270 m2 atau 1/8 hektare sebagai berikut.
Benih 2 kilogram Rp60.000; pupuk kandang Kambing 15 Karung Rp 450.000; ongkos tanam Rp100.000; ongkos bajak Rp150.000.
Total Rp760.000.
Hasil gabah kering panen 13 Karung dengan berat per karung 50-60 kilogram
Bila dikonversi ke 1 Hektar total biaya dengan pola organik sebesar 6.080.000.
Selisih Rp. 270.000 per hektare.
"Bila petani mau memproduksi pupuk sendiri dengan memanfaatkan kotoran hewan dan bahan organik lainnya maka bisa menekan biaya produksi hingga Rp. 3.000.000 (3 Juta Rupiah) per hektare per masa tanam," jelasnya.
Di tambah lagi bonus kesuburan tanah dan kesehatan untuk konsumsi, tambah anggota DPRD Lampung Timur ini lagi.
Panen padi organik dilakukan Minggu (21/11/21). Padi yang dipanen adalah milik petani dusun V Desa Matarambaru yang dikelola Sertani dan Kelompok Sadar Wisata Matarambaru dengan sistem organik / tanpa menggunakan pupuk dan obat yang mengandung bahan kimia.
Hadir di acara meman di antaranya Ketua Serikat Tani Indonesia Agus Putra Eka Jasutra, Camat Matarambaru Sriyati, mantan anggota DPD RI Anang Prihantoro, Kelompok Sadar Wisata Mataram Baru dan para petani daerah sekitar.
Ketua Sertani Agus Putra Eka Jasutra mengungkapkan panen padi itu hasilnya maksimal.
Agus Putra mengungkapkan perbandingan biaya produksi pengelolaan organik dan non organik per satu hektar.
Non organik / kimia, benih 20 kilogram Rp350.000; pupuk (NPK) 600 kilogram Rp. 1.800.000; obat pestisida/fungisida/Insektisida Rp 2.000.000;
Bajak Rp1.200.000; ongkos tanam Rp800.000
Total Rp. 6.350.000.
Adapun pola organik dengan benih padi SERTANI dalam uji coba tahap 1 di luas lahan 1.270 m2 atau 1/8 hektare sebagai berikut.
Benih 2 kilogram Rp60.000; pupuk kandang Kambing 15 Karung Rp 450.000; ongkos tanam Rp100.000; ongkos bajak Rp150.000.
Total Rp760.000.
Hasil gabah kering panen 13 Karung dengan berat per karung 50-60 kilogram
Bila dikonversi ke 1 Hektar total biaya dengan pola organik sebesar 6.080.000.
Selisih Rp. 270.000 per hektare.
"Bila petani mau memproduksi pupuk sendiri dengan memanfaatkan kotoran hewan dan bahan organik lainnya maka bisa menekan biaya produksi hingga Rp. 3.000.000 (3 Juta Rupiah) per hektare per masa tanam," jelasnya.
Di tambah lagi bonus kesuburan tanah dan kesehatan untuk konsumsi, tambah anggota DPRD Lampung Timur ini lagi.
Pewarta : Muklasin
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga di desa Lampung Timur menanam pepaya, SPPG siap tampung hasil panen
10 February 2026 11:29 WIB
Wamentrans dukung produk program transmigrasi dari Lampung tembus pasar global
24 January 2026 22:56 WIB
Kanwil Ditjenpas Lampung: Hasil panen raya UPT untuk korban bencana Sumatera
15 January 2026 18:39 WIB
Menteri Imipas pastikan hasil panen raya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial
15 January 2026 16:42 WIB
Terpopuler - Lampung Timur
Lihat Juga
Bupati Lampung Timur mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada masyarakat
20 March 2026 23:53 WIB
Pangdam XXl/Radin Inten tinjau Bataliyon Teritorial Pembangunan 943/Darah Putih Cakti
18 March 2026 21:54 WIB
Lampung Timur Mengaji, khataman Alquran 100 kali serentak di seluruh kecamatan
18 March 2026 17:57 WIB
Bataliyon Infanteri Teritorial Pembangunan 943 Darah Putih Cakti tiba di Lampung Timur
16 March 2026 18:08 WIB
Masa depan anak-anak di Desa Sukorahayu tumbuh melalui Program Tenggiri PHE OSES
16 March 2026 17:29 WIB
Paskibra SMKN 1 Braja Selebah gelar buka bersama dan berbagi takjil untuk warga
15 March 2026 18:21 WIB