Menkominfo ingatkan masyarakat untuk cerdas manfaatkan ruang digital
Jumat, 19 November 2021 20:17 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate dan Duta Besar Denmark untuk Indonesia Lars Bo Larsen saat ditemui awak media di Kantor Kementerian Kominfo di Jakarta Pusat, Jumat (19/11/2021). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Johnny G Plate mengingatkan masyarakat untuk cerdas dalam memanfaatkan ruang digital, terutama dalam hal penyaringan informasi.
"Masyarakat perlu tahu dua hal secara berimbang, yaitu dari hak dan kewajibannya. Termasuk di dalamnya informasi yang berimbang, berita yang benar dan salah, dan mengategorikan info yang benar atau fake. Ini adalah tugas bersama," kata Menkominfo saat ditemui di Jakarta, Jumat.
"Masyarakat dalam menerima informasi dari perangkat digital untuk melakukan kroscek dan memahami terlebih dahulu sebelum akhirnya meneruskan (informasi) ke pihak lain," ujarnya menambahkan.
Menkominfo mengatakan, pemerintah membangun infrastruktur digital secara masif dengan harapan ruang digital tersebut dapat diisi oleh masyarakat untuk hal-hal yang bermanfaat.
"Gunakan ruang digital kita secara cerdas, bermanfaat, untuk kebaikan dan kenyamanan hidup bangsa dan negara," kata Menteri Johnny.
Menambahkan, Duta Besar Denmark untuk Indonesia Lars Bo Larsen mengatakan berita bohong merupakan salah isu besar. "Sehingga, kita sebagai negara harus belajar satu sama lain untuk menemukan keseimbangan tentang fundamental dari kebebasan berpendapat," kata Larsen.
Menkominfo juga menyampaikan, literasi digital tidak lepas dari peran talenta digital. Kementerian Kominfo sendiri melakukan kerja sama dengan berbagai pihak mulai dari institusi pendidikan nasional dan internasional, hingga perusahaan teknologi global.
"Saya menyampaikan bahwa Indonesia membuka kerja sama dengan banyak negara dan institusi pendidikan dunia dengan melakukan pembangunan digital talent secara besar-besaran dan bersamaan dengan infrastruktur digital," kata Menteri Johnny.
"Ada kerja sama dnegan perusahaan teknologi dunia seperti Microsoft, Google, Apple, Huawei, Cisco, dan lainnya untuk mempertemukan keahlian (skill) dengan lapangan pekerjaan itu sendiri," kata dia.
Selain itu, ada program pelatihan bersama institusi pendidikan seperti National University of Singapore, Harvard University hingga Oxford University.
Sementara di dalam negeri, ada juga metamorfosa Sekolah Tinggi Multimedia (STMM) Kominfo untuk menghasilkan talenta digital yang lebih dibutuhkan dengan pembukaan sekolah digital yang baru.
"Masyarakat perlu tahu dua hal secara berimbang, yaitu dari hak dan kewajibannya. Termasuk di dalamnya informasi yang berimbang, berita yang benar dan salah, dan mengategorikan info yang benar atau fake. Ini adalah tugas bersama," kata Menkominfo saat ditemui di Jakarta, Jumat.
"Masyarakat dalam menerima informasi dari perangkat digital untuk melakukan kroscek dan memahami terlebih dahulu sebelum akhirnya meneruskan (informasi) ke pihak lain," ujarnya menambahkan.
Menkominfo mengatakan, pemerintah membangun infrastruktur digital secara masif dengan harapan ruang digital tersebut dapat diisi oleh masyarakat untuk hal-hal yang bermanfaat.
"Gunakan ruang digital kita secara cerdas, bermanfaat, untuk kebaikan dan kenyamanan hidup bangsa dan negara," kata Menteri Johnny.
Menambahkan, Duta Besar Denmark untuk Indonesia Lars Bo Larsen mengatakan berita bohong merupakan salah isu besar. "Sehingga, kita sebagai negara harus belajar satu sama lain untuk menemukan keseimbangan tentang fundamental dari kebebasan berpendapat," kata Larsen.
Menkominfo juga menyampaikan, literasi digital tidak lepas dari peran talenta digital. Kementerian Kominfo sendiri melakukan kerja sama dengan berbagai pihak mulai dari institusi pendidikan nasional dan internasional, hingga perusahaan teknologi global.
"Saya menyampaikan bahwa Indonesia membuka kerja sama dengan banyak negara dan institusi pendidikan dunia dengan melakukan pembangunan digital talent secara besar-besaran dan bersamaan dengan infrastruktur digital," kata Menteri Johnny.
"Ada kerja sama dnegan perusahaan teknologi dunia seperti Microsoft, Google, Apple, Huawei, Cisco, dan lainnya untuk mempertemukan keahlian (skill) dengan lapangan pekerjaan itu sendiri," kata dia.
Selain itu, ada program pelatihan bersama institusi pendidikan seperti National University of Singapore, Harvard University hingga Oxford University.
Sementara di dalam negeri, ada juga metamorfosa Sekolah Tinggi Multimedia (STMM) Kominfo untuk menghasilkan talenta digital yang lebih dibutuhkan dengan pembukaan sekolah digital yang baru.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KBRI Kuala Lumpur sebut peran penting ANTARA dalam diseminasi pariwisata
11 September 2025 13:18 WIB
Dirut LKBN ANTARA paparkan peran strategis kantor berita ke delegasi Selandia Baru
29 July 2025 22:11 WIB
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
OPPO A6 Pro bisa dipakai untuk mengisi daya perangkat elektronik seperti powerbank
07 October 2025 19:55 WIB
Samsung debutkan Galaxy Tab S10 Lite secara global, yang diperkaya dengan fitur AI
12 September 2025 12:41 WIB