Mesuji (ANTARA) - Peringatan Hari Santri digelar DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung di Kabupaten Mesuji.

Seperti peringatan Hari Santri di kabupaten/kota lain di Lampung, peringatan Hari Santri di Mesuji tak kalah meriah. 

Peringatan Hari Santri digelar di Kantor PC Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Mesuji, Jumat (22/10).

Pengurus DPW PKB Lampung yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PKB Ela Siti Nuryamah hadir langsung dalam acara ini.

Selain itu, hadir pula Sekretaris DPW PKB Lampung Seh Ajeman, Anggota DPRD Kabupaten Mesuji Fraksi PKB, dan para tokoh NU se-Kabupaten Mesuji serta perwakilan ponpes dan DPC PKB. 

PKB Lampung mengikuti rangkaian Hari Santri di Kabupaten Mesuji dikemas dengan acara ‘Gus Muhaimin Menyapa.’ Dalam acara ini, para peserta juga mendapatkan ucapan selamat Hari Santri dari Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) melalui tayangan video. 

Ela dalam sambutannya kemudian menyampaikan amanat Gus Muhaimin. Ada tiga amanat yang disampaikan, yakni:

1. Pesantren harus jadi kekuatan ekonomi baru untuk membantu solusi ekonomi bangsa, 

2. Santri harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan 

3. Santri penjaga nilai dan akhlak bangsa.

“Pesantren harus jadi kekuatan ekonomi baru untuk membantu solusi ekonomi bangsa. Untuk itu, santri harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Ela menyampaikan amanat Panglima Santri – sapaan akrab Muhaimin Iskandar. 

Ela meneruskan, santri diharapkan menjadi penjaga nilai dan akhlak bangsa. Karena itu, PKB sangat konsen memerhatikan kesejahteraan pondok pesantren. 

Teranyar, Perpres Pondok Pesantren yang digagas Muhaimin Iskandar berhasil digolkan dengan ditandatangani Perpres Pesantren oleh Presiden Joko Widodo. 

“PKB telah berjuang menggolkan RUU Pesantren, dan sudah ada pula perpres tentang dana abadi pesantren yang diharapkan tahun depan sudah mulai dirasakan oleh ponpes-ponpes yang selama ini menjadi akar fondasi pendidikan dan pembangunan akhlak bangsa,” ujarnya pula. 

Ketua PC Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Mesuji Abdul Karim Mahfud yang akrab disapa Gus Karim menilai, memperjuangkan warga NU dalam dunia politik merupakan suatu keharusan. 

“Ada beberapa orang yang alergi politik, tapi saya tahu caranya, supaya kita menggerakkan. Jadi kalau ingin berjuang di politik tidak sia-sia. Tidak ada sogok-menyogok, tidak ada, kita memperjuangkan tokoh kita melalui politik, itu untuk memperjuangkan nasib kita, syariat kita, jadi gitu,” ujarnya.

Karena itu, katanya lagi, warga Nahdiyin tidak boleh alergi dengan dunia politik. Karena perjuangan nasib bangsa dapat dilakukan melalui jalur politik yang benar. 

Peringatan Hari Santri ini merupakan rangkaian acara puncak dari berbagai agenda menyambut Hari Santri Tahun 2021 di Kabupaten Mesuji. 

Rangkaian Hari Santri juga diisi dengan vaksinasi massal.
 
Sebelum acara puncak ini, diadakan lomba hadroh yang diikuti 7 kecamatan, dan dimenangkan oleh PAC Fatayat Kecamatan Simpang Pematang. Sedangkan lomba tumpeng dimenangkan Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tanjung Raya. Selain itu, juga digelar Wisuda Santri Pagar Nusa di Ponpes Darul Huda, Kecamatan Tanjung Raya, dan Kemah Santri.
Baca juga: Anggota DPR RI apresiasi kehadiran RS Darurat COVID-19 di Lampung
Baca juga: Sambut HUT PKB, Bilboard Cak Imin terpasang di semua kabupaten/kota Provinsi Lampung

Pewarta : Muklasin
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024