Varian Delta di China meluas, kasus baru bertambah 75
Minggu, 1 Agustus 2021 15:07 WIB
Ilustrasi - Masa inkubasi COVID-19 varian Delta tidak sepanjang varian-varian sebelumnya sehingga bentuk pencegahannya tidak memerlukan karantina dalam waktu yang lebih lama, namun harus lebih sering tes, demikian pernyataan pakar epidemiologi terkemuka di China Prof Zhong Nanshan. ANTARA/Shutterstock/pri.
Beijing (ANTARA) - China pada Minggu melaporkan 75 kasus baru COVID-19 di wilayah daratan yang tercatat pada 31 Juli, termasuk kasus baru penularan lokal di delapan provinsi. Angka itu naik dari 55 kasus sehari sebelumnya.
Gelombang baru itu jadi bagian dari wabah varian Delta COVID-19 yang terus meluas dan makin memburuk, setelah berbulan-bulan China mencatat nol kasus atau sedikit kasus penularan lokal.
Provinsi Jiangsu di bagian timur mencatat 30 kasus baru penularan lokal, naik dari 19 dari hari sebelumnya.
Sebelumnya dikabarkan pada Sabtu bahwa sebuah klaster di ibu kota provinsi itu, Nanjing, telah meningkat menjadi 184 kasus.
Para pejabat pada Jumat mengatakan kasus awal wabah di Nanjing terkait dengan pekerja Bandara Internasional Lukou yang tertular setelah membersihkan sebuah pesawat dari Rusia yang membawa penumpang terinfeksi.
Mereka mengonfirmasi bahwa kasus-kasus tersebut disebabkan oleh varian Delta virus corona.
Sebanyak 12 kasus baru juga dilaporkan di Henan, China bagian tengah, di mana kota Zhengzhou yang terhantam banjir melaporkan 11 kasus baru pada Sabtu, selain 16 kasus tanpa gejala.
China tidak memasukkan jumlah kasus tanpa gejala ke data resmi.
Total jumlah kasus infeksi terkini China mencapai 1.022 kasus, dengan nol kematian baru yang dilaporkan. Selama pandemi, negara itu mencatat 93.005 kasus COVID-19.
Hingga 30 Juli, China telah memberikan 1,6 miliar dosis vaksin COVID-19 kepada penduduknya.
Sumber: Reuters
Gelombang baru itu jadi bagian dari wabah varian Delta COVID-19 yang terus meluas dan makin memburuk, setelah berbulan-bulan China mencatat nol kasus atau sedikit kasus penularan lokal.
Provinsi Jiangsu di bagian timur mencatat 30 kasus baru penularan lokal, naik dari 19 dari hari sebelumnya.
Sebelumnya dikabarkan pada Sabtu bahwa sebuah klaster di ibu kota provinsi itu, Nanjing, telah meningkat menjadi 184 kasus.
Para pejabat pada Jumat mengatakan kasus awal wabah di Nanjing terkait dengan pekerja Bandara Internasional Lukou yang tertular setelah membersihkan sebuah pesawat dari Rusia yang membawa penumpang terinfeksi.
Mereka mengonfirmasi bahwa kasus-kasus tersebut disebabkan oleh varian Delta virus corona.
Sebanyak 12 kasus baru juga dilaporkan di Henan, China bagian tengah, di mana kota Zhengzhou yang terhantam banjir melaporkan 11 kasus baru pada Sabtu, selain 16 kasus tanpa gejala.
China tidak memasukkan jumlah kasus tanpa gejala ke data resmi.
Total jumlah kasus infeksi terkini China mencapai 1.022 kasus, dengan nol kematian baru yang dilaporkan. Selama pandemi, negara itu mencatat 93.005 kasus COVID-19.
Hingga 30 Juli, China telah memberikan 1,6 miliar dosis vaksin COVID-19 kepada penduduknya.
Sumber: Reuters
Pewarta : Anton Santoso
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dokter spesialis: Perhatikan gejala COVID varian baru pada orang tua yang berisiko
09 January 2024 12:43 WIB, 2024
Kemenkes: Kasus COVID-19 meningkat di 21 provinsi, termasuk Lampung
14 December 2023 22:29 WIB, 2023
KKP Panjang Lampung awasi ketat simpul transportasi antisipasi varian XBB
11 November 2022 14:26 WIB, 2022
Pemkot Bandarlampung minta warga segera ikut vaksinasi ketiga untuk cegah varian XBB
10 November 2022 19:32 WIB, 2022
Semakin Berinovasi, Re.juve luncurkan varian smoothies dengan cita rasa lebih lezat dan kaya nutrisi
09 November 2022 11:54 WIB, 2022
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Pesawat tabrakan dengan mobil pemadam di Bandara LaGuardia, pilot-kopilot tewas
24 March 2026 7:37 WIB