Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung mencatat dalam rentang beberapa bulan terakhir di daerah tersebut belum ditemukan kasus mutasi varian baru COVID-19.

"Hingga saat ini belum ada mutasi virus ataupun penularan varian baru COVID-19  di Lampung," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana di Bandarlampung, Kamis.

Dia menjelaskan meski belum ditemukan kasus mutasi ataupun penularan varian baru, langkah antisipasi telah dilakukan salah satunya dengan melakukan pemeriksaan acak sampel pasien positif COVID-19.

"Kita rutin melakukan pemeriksaan acak sampel pasien positif COVID-19 untuk pengurutan seluruh genom atau whole genome sequencing (WGS) untuk mengantisipasi varian virus baru," ucapnya.

Ia menjelaskan pengurutan genom tersebut dilakukan untuk melihat mutasi virus yang ada di Lampung.

"Kita kirim sampel setiap hari untuk diperiksa, sebab kita curiga juga bila ada kasus positif COVID-19 yang terjadi setelah pasien tersebut mendapatkan vaksinasi," katanya.

Dia mengatakan di Lampung sendiri telah ditemukan sejumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 meski telah mendapatkan dua kali suntikan vaksin COVID-19.

"Ada beberapa orang yang sudah dapat dua kali suntik vaksin namun masih terpapar, semua langsung kita ambil sampelnya dan dikirim untuk pemeriksaan genom. Untungnya semua bebas dari mutasi virus baru," ujarnya lagi.

Menurutnya, kebanyakan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang telah mendapatkan vaksin tersebut terpapar COVID-19 akibat penurunan antibodi.

"Oleh karena itu, melihat adanya kasus orang yang divaksin masih bisa terpapar COVID-19, masyarakat harus terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat meski sudah ikut vaksinasi," katanya pula.

Sebelumnya diketahui Kementerian Kesehatan saat ini tengah memperkuat laboratorium untuk genome sequence guna mengantisipasi varian baru dari mutasi COVID-19 yang berasal dari luar negeri.

Pemetaan mutasi COVID-19 tersebut akan berfokus pada varian yang berasal dari Inggris, India, dan Afrika.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2024