Banda Aceh (ANTARA) - Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Kota Sabang Irwan Mahdi melihat pengelolaan destinasi wisata sejarah Benteng Jepang di Gampang (desa) Anoi Itam Kecamatan Sukajaya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.

"Tekat yang dilakukan Pokdarwis (kelompok sadar wisata) Anoi Itam ini akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat nantinya," kata Irwan Mahdi yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu.

Irwan mengatakan, konsep yang baik, lengkap dan tertata menjadi modal utama yang harus dimiliki Pokdarwis Anoi Itam ini dalam mengelola Benteng Jepang.

"Bicara benteng tentunya itu sejarah, jadi konsep itu sangat penting sehingga wisatawan yang berkunjung mau berlama-lama di lokasi wisata tersebut,” ujarnya.

Irwan melihat, wisatawan yang berkunjung ke Banteng Jepang selama ini durasinya hanya sekitar 15 sampai 30 menit, sehingga bisa dipastikan keuntungan warga setempat juga sangat sedikit.
Baca juga: Pemprov Bengkulu tambah waktu kunjungan ke Benteng Marlborough-Rumah Pengasingan BK


Karena itu, Irwan menyarankan pengelolaannya ke depan harus lebih profesional, sehingga wisatawan tidak hanya datang dan berswafoto.

"Sekarang kita harus lebih berfikir jadi masyarakat yang mengelola ini minimal gajinya sudah ada, kemudian bisa jual souvenir, makanan dan jasa lainnya,” katanya.

Meski demikian, Irwan mengapresiasi pengelolaan destinasi wisata Benteng Jepang secara profesional sampai hari ini.

"Kita optimis bahwa lokasi wisata Banteng Jepang akan mampu dikelola dengan baik oleh Pokdarwis Anoi Itam,"  ujar Irwan.

Baca juga: Benteng Rotterdam di Makassar jadi objek wisata edukatif

Pewarta : Rahmat Fajri
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024