Malaysia stop layanan 3G pada 2021
Kamis, 17 September 2020 7:32 WIB
Para pegawai dan anggota Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) menaikkan Jalur Gemilang pada Majelis Sambutan Hari Malaysia di Stadion Tertutup Sibu Sarawak, Rabu (16/9/2020). ANTARA Foto/Ho-Fariz Faisal KKMM
Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan Malaysia akan menghentikan layanan telekomunikasi 3G secara bertahap pada 2021.
Muhyiddin Yassin mengemukakan rencana itu saat memberikan sambutan pada Hari Malaysia 2020, yang berlangsung di Stadion Tertutup Sibu Sarawak, Rabu malam.
"Rangkaian 3G akan ditamatkan secara bertahap hingga akhir 2021 guna memantapkan rangkaian 4G serta memperkukuh rangkaian 5G. Fase kedua, yaitu peralihan kepada rangkaian 5G, akan menyusul selepas tamatnya fase pertama," katanya.
Muhyiddin mengatakan pemerintah federal juga senantiasa memberikan keutamaan kepada pembangunan Sabah dan Sarawak.
"Baru-baru ini saya telah mengumumkan program infrastruktur digital iaitu Jalinan Digital Negara atau Jendela yang akan dimasukkan dalam Program Malaysia ke-12," katanya.
Program tersebut, ujar Muhyiddin, termasuk untuk penduduk di Sabah dan Sarawak yang sebagian besar agak ketinggalan menyangkut akses ke pencapaian internet berkecepatan tinggi.
"Program ini merupakan kerja sama strategis antara Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia (KKMM), Komite Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) dan lembaga terkait," katanya.
Fase pertama akan memperluas 4G, dari 91,8 persen menjadi 96,9 persen di kawasan berpenduduk serta memberikan akses berkecepatan gigabit bagi masyarakat di 7,5 juta lokasi.
"Di Sabah, sebanyak 35 menara baru dan 1.048 alat pemancar komunikasi akan dinaikkan secara komersial bagi
meningkatkan liputan 4G. Di Sarawak pula, sebanyak 49 menara baru dan 825 alat pemancar komunikasi juga akan dinaikkan secara komersial," katanya.
Muhyiddin Yassin mengemukakan rencana itu saat memberikan sambutan pada Hari Malaysia 2020, yang berlangsung di Stadion Tertutup Sibu Sarawak, Rabu malam.
"Rangkaian 3G akan ditamatkan secara bertahap hingga akhir 2021 guna memantapkan rangkaian 4G serta memperkukuh rangkaian 5G. Fase kedua, yaitu peralihan kepada rangkaian 5G, akan menyusul selepas tamatnya fase pertama," katanya.
Muhyiddin mengatakan pemerintah federal juga senantiasa memberikan keutamaan kepada pembangunan Sabah dan Sarawak.
"Baru-baru ini saya telah mengumumkan program infrastruktur digital iaitu Jalinan Digital Negara atau Jendela yang akan dimasukkan dalam Program Malaysia ke-12," katanya.
Program tersebut, ujar Muhyiddin, termasuk untuk penduduk di Sabah dan Sarawak yang sebagian besar agak ketinggalan menyangkut akses ke pencapaian internet berkecepatan tinggi.
"Program ini merupakan kerja sama strategis antara Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia (KKMM), Komite Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) dan lembaga terkait," katanya.
Fase pertama akan memperluas 4G, dari 91,8 persen menjadi 96,9 persen di kawasan berpenduduk serta memberikan akses berkecepatan gigabit bagi masyarakat di 7,5 juta lokasi.
"Di Sabah, sebanyak 35 menara baru dan 1.048 alat pemancar komunikasi akan dinaikkan secara komersial bagi
meningkatkan liputan 4G. Di Sarawak pula, sebanyak 49 menara baru dan 825 alat pemancar komunikasi juga akan dinaikkan secara komersial," katanya.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
THR ASN telah tersalurkan Rp3,1 triliun, Menkeu targetkan selesai pekan depan
06 March 2026 22:45 WIB
Menteri PU sebut pemberian diskon tarif tol Lebaran diterapkan selama empat hari
02 March 2026 11:50 WIB
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
OPPO A6 Pro bisa dipakai untuk mengisi daya perangkat elektronik seperti powerbank
07 October 2025 19:55 WIB
Samsung debutkan Galaxy Tab S10 Lite secara global, yang diperkaya dengan fitur AI
12 September 2025 12:41 WIB