Bandarlampung (ANTARA) -

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memprediksikan trafik penumpang melewati jalur laut dari pulau Jawa ke Sumatera ataupun sebaliknya akan meningkat menjelang libur Hari Kemerdekaan RI yang ke-75 sekitar 30-40 persen dibandingkan hari libur biasanya.

"Kami pun memperkirakan trafik penumpang akan meningkat sekitar 30-40 persen menjelang Tahun Baru Islam," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin, dalam keterangannya, di Bandarlampung, Minggu.

Menurutnya, hari libur Kemerdekaan dan Tahun Baru Islam yang berdekatan dan jatuh pada akhir pekan mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan ke luar kota termasuk dari Jawa ke Sumatera.

"Data Posko Merak 24 jam mulai dari Jumat (14/8) hingga Sabtu (15/8), total penumpang yang menyeberang sebanyak 35.454 orang atau naik 29,16 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 26.676 orang," kata dia.

Sedangkan, lanjut dia, kendaraan roda dua yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera tercatat 1.849 unit atau naik 97,54 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 936 unit, kemudian, mobil pribadi tercatat sebanyak 4.249 unit atau naik 65,46 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 2.568 unit.

Sementara itu, untuk kendaraan roda empat/lebih tercatat sebanyak 7.191 unit atau naik 34,99 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 5.327 unit.

"Total kendaraan yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni tercatat 9.040 unit atau naik 44,34 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 6.263 unit,", jelasnya.

ASDP terus mengimbau kepada pengguna jasa agar melakukan reservasi tiket secara online melalui Ferizy.com, yang dapat dilakukan mulai H-60 hingga maksimal 2 jam sebelum keberangkatan.

"Ketentuan pemesanan maksimal 2 jam sebelum keberangkatan ini khusus untuk mengantisipasi puncak musim libur HUT ke-75 Kemerdekaan  Republik Indonesia yang jatuh long weekend dan Tahun Baru Islam 1442 H pada pekan depan," jelas dia.

Pada periode layanan libur panjang ini, kata dia, ASDP juga menerapkan proses penyaringan di sejumlah titik akses jalan menuju pelabuhan guna memastikan bahwa pengguna jasa sudah memiliki tiket sehingga penumpukan kendaraan di area toll gate pelabuhan dapat dihindari.

"Kami menempatkan petugas khusus yang menyaring pengguna jasa yang belum bertiket agar tidak langsung masuk ke area pelabuhan atau pengguna jasa yang datang tapi tidak sesuai jam keberangkatannya maupun tidak sesuai data identitas yang tertera di e-tiket dengan demikian tidak akan menimbulkan antrian di pelabuhan," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya pun meminta  kepada pengguna jasa kapal ekspres, khususnya di lintas Merak-Bakauheni agar melakukan perjalanan di pagi hari dan demi keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan pengguna jasa harus memperhatikan beberapa hal.

Pertama, pengguna jasa yang telah membeli tiket harus tiba di pelabuhan lebih awal untuk melakukan mendaftar dan cetak boarding pass paling lambat dua jam sebelum keberangkatan. 

Kedua, bagi pengguna jasa yang tiba di pelabuhan melebihi waktu keberangkatan, maka tiket akan hangus dan pengguna bisa membeli tiket kembali via online, namun, hal ini tidak berlaku jika dalam kondisi tidak normal seperti gangguan massal terhadap jaringan E-ticketing, kemacetan sangat padat di jalan tol atau arteri (kasuistik), hingga force majeur karena kondisi alam.

" Terakhir, jika ada kendala yang dihadapi yang dapat menyebabkan keterlambatan, dapat melakukan penjadwalan ulang tiket paling lambat 2 jam sebelum jadwal keberangkatan," jelasnya.

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2024