Tekan China, Menlu AS desak cara yang lebih tegas
Minggu, 26 Juli 2020 8:54 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo (kanan) disambut oleh Duta Besar AS untuk Inggris Robert Wood Johnson, saat tiba di London, Inggris, Senin (20/7/2020). REUTERS/Hannah McKay/Pool/foc/djo
Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan AS dan sekutu-sekutunya harus menggunakan "cara yang lebih kreatif dan tegas" untuk menekan Partai Komunis China agar mengubah kebijakan.
Ketika berbicara di Perpustakaan Nixon di Yorba Linda, California, Kamis (23/7), Pompeo mengulangi tuduhan yang sering kali dilontarkan AS bahwa China melancarkan praktik perdagangan tidak adil, pelanggaran hak asasi manusia dan upaya untuk menyusup ke masyarakat Amerika.
Dia mengatakan militer China telah menjadi "lebih kuat dan lebih mengancam".
Ia juga mengatakan bahwa pendekatan yang telah dilakukan selama ini belum membawa perubahan di dalam China.
"Kenyataannya adalah bahwa kebijakan kita -dan kebijakan negara-negara bebas lainnya- membangkitkan kembali ekonomi China," ujar dia.
"Kita, negara-negara yang mencintai kebebasan di dunia harus mendorong China untuk berubah ... dengan cara yang lebih kreatif dan tegas, karena tindakan Beijing mengancam rakyat dan kesejahteraan kita," kata Pompeo. Ia menambahkan, "Jika dunia tidak berubah, Komunis China pasti akan mengubah kita. "
Pompeo mengatakan "mengamankan kebebasan kita dari Partai Komunis China adalah misi kita," dan Amerika berada pada posisi yang tepat untuk memimpinnya.
Pidato Pompeo muncul pada saat hubungan AS-China merosot ke titik terendah dalam beberapa dekade.
Ikatan kedua negara memburuk karena berbagai masalah, mulai dari pandemi COVID-19 yang pertama kali dilaporkan muncul di China, hingga praktik perdagangan dan bisnis Beijing, klaim teritorialnya di Laut Cina Selatan, dan tindakan kerasnya terhadap Hong Kong.
Washington pada Selasa (21/7) memberi China waktu 72 jam untuk menutup konsulat di tengah tuduhan bahwa Beijing melancarkan aksi mata-mata secara luas.
Pompeo mengatakan konsulat telah menjadi "pusat mata-mata dan pencurian kekayaan intelektual."
China mengatakan langkah AS itu telah "merusak" hubungan kedua negara.
South China Morning Post melaporkan bahwa China dapat menutup Konsulat AS di Kota Chengdu di China barat daya, sementara satu sumber mengatakan kepada Reuters pada Rabu (22/7) bahwa China sedang mempertimbangkan untuk menutup konsulat di Wuhan. Pada awal wabah virus corona, Amerika Serikat menarik stafnya yang bertugas di konsulat tersebut.
Sumber: Reuters
Ketika berbicara di Perpustakaan Nixon di Yorba Linda, California, Kamis (23/7), Pompeo mengulangi tuduhan yang sering kali dilontarkan AS bahwa China melancarkan praktik perdagangan tidak adil, pelanggaran hak asasi manusia dan upaya untuk menyusup ke masyarakat Amerika.
Dia mengatakan militer China telah menjadi "lebih kuat dan lebih mengancam".
Ia juga mengatakan bahwa pendekatan yang telah dilakukan selama ini belum membawa perubahan di dalam China.
"Kenyataannya adalah bahwa kebijakan kita -dan kebijakan negara-negara bebas lainnya- membangkitkan kembali ekonomi China," ujar dia.
"Kita, negara-negara yang mencintai kebebasan di dunia harus mendorong China untuk berubah ... dengan cara yang lebih kreatif dan tegas, karena tindakan Beijing mengancam rakyat dan kesejahteraan kita," kata Pompeo. Ia menambahkan, "Jika dunia tidak berubah, Komunis China pasti akan mengubah kita. "
Pompeo mengatakan "mengamankan kebebasan kita dari Partai Komunis China adalah misi kita," dan Amerika berada pada posisi yang tepat untuk memimpinnya.
Pidato Pompeo muncul pada saat hubungan AS-China merosot ke titik terendah dalam beberapa dekade.
Ikatan kedua negara memburuk karena berbagai masalah, mulai dari pandemi COVID-19 yang pertama kali dilaporkan muncul di China, hingga praktik perdagangan dan bisnis Beijing, klaim teritorialnya di Laut Cina Selatan, dan tindakan kerasnya terhadap Hong Kong.
Washington pada Selasa (21/7) memberi China waktu 72 jam untuk menutup konsulat di tengah tuduhan bahwa Beijing melancarkan aksi mata-mata secara luas.
Pompeo mengatakan konsulat telah menjadi "pusat mata-mata dan pencurian kekayaan intelektual."
China mengatakan langkah AS itu telah "merusak" hubungan kedua negara.
South China Morning Post melaporkan bahwa China dapat menutup Konsulat AS di Kota Chengdu di China barat daya, sementara satu sumber mengatakan kepada Reuters pada Rabu (22/7) bahwa China sedang mempertimbangkan untuk menutup konsulat di Wuhan. Pada awal wabah virus corona, Amerika Serikat menarik stafnya yang bertugas di konsulat tersebut.
Sumber: Reuters
Pewarta : Azis Kurmala
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sambut Sekjen Partai Komunis Vietnam, Prabowo gelar upacara kenegaraan
09 March 2025 17:46 WIB, 2025
Eks pentolan Partai Komunis China divonis hukuman mati karena terima suap
18 August 2022 12:49 WIB, 2022
Partai Komunis Chini--CPC rombak pengurus partai di tengah meningkatnya kematian corona
14 February 2020 8:21 WIB, 2020
Ryamizard Ryacudu: Negara komunis kita teman, tapi tidak ideologinya
23 November 2019 12:56 WIB, 2019
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Pesawat tabrakan dengan mobil pemadam di Bandara LaGuardia, pilot-kopilot tewas
24 March 2026 7:37 WIB