Klaster COVID-19 di Rwanda barat meluas
Selasa, 16 Juni 2020 6:04 WIB
Polisi Rwanda bersiap menerbangkan drone yang dilengkapi dengan megafon di lingkungan perumahan untuk menegakkan penguncian untuk membendung penyakit corona (COVID-19) wabah di Kigali, Rwanda (15/4/2020). ANTARA/REUTERS/Jean Bizimana/pri. (REUTERS/JEAN BIZIMANA)
Kigali (ANTARA) - Rwanda melaporkan lonjakan harian tertinggi kasus baru COVID-19 pada Minggu, menambah total menjadi 582 saat klaster kasus di distrik barat Rusizi terus melahirkan kasus baru, menurut Kementerian Kesehatan.
Rwanda juga melaporkan 332 pasien sembuh dan dua kematian, demikian laporan terkini kementerian.
Klaster kasus di Rusizi, yang berbatasan dengan Republik Demokratik Kongo (RDK), kebanyakan ditemukan pada sopir lintas batas, para pedagang, dan mereka yang datang lagi ke Rwanda, kata Direktur Jenderal Pusat Biomedis Rwanda, Sabin Nsanzimana kepada Xinhua.
Selain itu, Kota Rusumo di Rwanda timur, yang berbatasan dengan Tanzania, merupakan titik masuk lainnya untuk kasus impor. Pasien di pos perbatasan Rusumo, pos perbatasan satu-satunya Rwanda dengan Tanzania, mayoritas pengemudi truk lintas batas beserta kontak mereka, katanya.
"Klaster Rusizi dan Rusumo terus mendorong (kenaikan jumlah) kasus baru, menimbulkan kewaspadaan di mana-mana", menurut Kementerian Kesehatan melalui pernyataan resmi.
Sumber: Xinhua
Rwanda juga melaporkan 332 pasien sembuh dan dua kematian, demikian laporan terkini kementerian.
Klaster kasus di Rusizi, yang berbatasan dengan Republik Demokratik Kongo (RDK), kebanyakan ditemukan pada sopir lintas batas, para pedagang, dan mereka yang datang lagi ke Rwanda, kata Direktur Jenderal Pusat Biomedis Rwanda, Sabin Nsanzimana kepada Xinhua.
Selain itu, Kota Rusumo di Rwanda timur, yang berbatasan dengan Tanzania, merupakan titik masuk lainnya untuk kasus impor. Pasien di pos perbatasan Rusumo, pos perbatasan satu-satunya Rwanda dengan Tanzania, mayoritas pengemudi truk lintas batas beserta kontak mereka, katanya.
"Klaster Rusizi dan Rusumo terus mendorong (kenaikan jumlah) kasus baru, menimbulkan kewaspadaan di mana-mana", menurut Kementerian Kesehatan melalui pernyataan resmi.
Sumber: Xinhua
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes didakwa rugikan negara Rp319 M
04 February 2025 22:52 WIB, 2025
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Angka kelahiran rendah, kota-kota besar di Jepang alami penurunan populasi
01 February 2026 17:11 WIB
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB