Jubir: Lonjakan kasus COVID-19 di Kalsel dari OTG
Rabu, 3 Juni 2020 20:09 WIB
Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan, Pengendalian dan Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan HM Muslim. (Antaranews Kalsel/Humas Pemprov Kalsel)
Banjarbaru (ANTARA) - Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan, Pengendalian dan Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan HM Muslim mengatakan lonjakan kasus COVID-19 di Kalimantan Selatan sebagian besar berasal dari Orang Tanpa Gejala (OTG).
Muslim di Banjarbaru Rabu petang, mengatakan dari 1.033 kasus positif COVID-19, sebanyak 841 kasus dalam perawatan, 101 sembuh dan 91 meninggal dunia.
Dari jumlah pasien yang dirawat, sebanyak 75,98 persen merupakan pasien tanpa gejala atau hanya dengan gejala ringan, sehingga, cukup dirawat di ruang karantina khusus.
Sedangkan sisanya merupakan pasien dengan gejala serius sehingga dirawat di berbagai rumah sakit rujukan di Kalsel.
"Mengingat tingginya kasus penularan dari orang tanpa gejala atau gejala ringan, maka masyarakat harus selalu waspada," katanya.
Menurut Muslim, masyarakat tidak boleh lengah, dengan selalu menerapkan protokol kesehatan COVID-19 sebagaimana yang ditetapkan pemerintah, dimanapun berada.
Tetap berada di rumah, kata dia, menjadi salah satu protokol kesehatan yang hingga kini masih harus tetap dilakukan, apalagi saat ini terjadi penambahan kasus yang cukup signifikan.
Kalaupun harus keluar rumah, maka warga harus menggunakan masker, selalu jaga jarak, menghindari kerumunan dan selalu cuci tangan dengan sabun maupun menggunakan hand sanitizer.
Pada kesempatan tersebut, Muslim juga mengajak, agar kegotongroyongan sosial tetap terus digalakkan, baik secara pribadi, lembaga maupun kelompok, mengingat masyarakat masih sangat memerlukan dukungan dan bantuan bersama.
Muslim di Banjarbaru Rabu petang, mengatakan dari 1.033 kasus positif COVID-19, sebanyak 841 kasus dalam perawatan, 101 sembuh dan 91 meninggal dunia.
Dari jumlah pasien yang dirawat, sebanyak 75,98 persen merupakan pasien tanpa gejala atau hanya dengan gejala ringan, sehingga, cukup dirawat di ruang karantina khusus.
Sedangkan sisanya merupakan pasien dengan gejala serius sehingga dirawat di berbagai rumah sakit rujukan di Kalsel.
"Mengingat tingginya kasus penularan dari orang tanpa gejala atau gejala ringan, maka masyarakat harus selalu waspada," katanya.
Menurut Muslim, masyarakat tidak boleh lengah, dengan selalu menerapkan protokol kesehatan COVID-19 sebagaimana yang ditetapkan pemerintah, dimanapun berada.
Tetap berada di rumah, kata dia, menjadi salah satu protokol kesehatan yang hingga kini masih harus tetap dilakukan, apalagi saat ini terjadi penambahan kasus yang cukup signifikan.
Kalaupun harus keluar rumah, maka warga harus menggunakan masker, selalu jaga jarak, menghindari kerumunan dan selalu cuci tangan dengan sabun maupun menggunakan hand sanitizer.
Pada kesempatan tersebut, Muslim juga mengajak, agar kegotongroyongan sosial tetap terus digalakkan, baik secara pribadi, lembaga maupun kelompok, mengingat masyarakat masih sangat memerlukan dukungan dan bantuan bersama.
Pewarta : Ulul Maskuriah
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nilai ekspor Lampung selama Januari-November 2025 tercatat naik 19,07 persen
05 January 2026 19:51 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kopilot pesawat F-15E AS jatuh di Iran dibawa ke Kuwait untuk perawatan medis
05 April 2026 19:54 WIB
Tiga jenazah prajurit TNI dipulangkan dari Turki, tiba di Soetta pada Sabtu sore
03 April 2026 21:43 WIB
Dompet Dhuafa Sulsel dan Keikta salurkan paket buka puasa untuk penyintas kebakaran
18 March 2026 10:14 WIB