Jakarta (ANTARA) - Petenis Kanada Bianca Andreescu masih menyimpan ambisi mengejar peringkat teratas petenis putri versi WTA meski sekarang masih berada dalam lockdown pandemi COVID-19.

Andreescu yang kini berada pada peringkat enam, mendulang gelar tur WTA perdananya di Indian Wells tahun lalu, mengalahkan Serena Williams pada final Piala Roger di Toronto, dan puncaknya menjuarai Grand Slam pertamanya di US Open.

"Saya ingin mencapai peringkat satu, sangat-sangat menginginkannya," kata Andreescu dalam laporan Reuters, Kamis.



Namun akibat mengalami cedera lutut kiri di WTA Finals, dia terpaksa menunda catatan gemilangnya di musim 2019 dan absen sampai WTA dan ATP memutuskan menghentikan turnamen pada Maret akibat wabah virus corona.

Cedera ini memaksanya absen pada Grand Slam pertama tahun ini di Australia Open.

Andreescu masih berkesempatan mengikuti French Open (Roland Garros) yang ditunda ke September, bernasib lebih baik dibanding Wimbledon yang dibatalkan. Sementara US Open baru akan diputuskan bulan depan.



"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya, tetapi saya akan memberikan yang terbaik, saya tidak suka kalah jadi kita akan lihat nanti. Yang jelas ini lah tujuan semua petenis pada setiap Grand Slam," kata dia.

Petenis yang pekan depan berusia 20 tahun itu mengatakan kondisi lockdown memberikan pelajaran berharga baginya.

"Saya hanya berolahraga sekarang. Untuk latihan di sini (Toronto, Kanada) sulit karena taman pun ditutup oleh otoritas, jadi tak ada yang bisa bermain tenis, basket, atau berolahraga. Tapi saya tetap menjaga mental dan pikiran, ini lah alat paling kuat yang kugunakan," pungkas Andreescu.
 

Pewarta : Roy Rosa Bachtiar
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024