Rumah warga di Sleman DIY dilempar bom molotov
Rabu, 11 Desember 2019 13:29 WIB
Pecahan botol yang diduga bekas lemparan bom molotov di rumah seorang warga di Pasekan Kidul RT 1, RW 1 Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, Rabu. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)
Sleman (ANTARA) - Teras rumah warga di Pasekan Kidul RT 1, RW 1 Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal pada Rabu (11/12) pagi.
Pemilik rumah, Ngadilah (52) mengatakan aksi pelemparan bom molotov itu diperkirakan terjadi pukul 02.45 WIB. Sesudah ia menyelesaikan shalat malam, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya.
"Saya bilang, 'siapa ya'. Nggak jawab, kacanya dipecah langsung apinya menjulat-julat," kata dia.
Tampak bekas terbakar pada teras rumah Ngadilah. Salah satu kaca muka rumah itu juga pecah, sementara bau bensin juga tercium dari tempat tersebut.
Dia menduga kaca teras rumahnya pecah akibat terkena pecahan bom molotov. Sedangkan apinya, sempat membakar gorden dan kursi kepunyaannya.
"(Yang rusak) cuma kaca sama kursi," tambahnya.
Perkiraannya, kala itu pelaku berjumlah 2 orang. Dugaannya, dari suara mesin kendaraannya, mereka menaiki sebuah motor berjenis matic.
"Saya keluar lewat pintu belakang, (pelaku) sudah pergi dan nggak sempat melihat pelakunya," kata dia.
Pemilik rumah, Ngadilah (52) mengatakan aksi pelemparan bom molotov itu diperkirakan terjadi pukul 02.45 WIB. Sesudah ia menyelesaikan shalat malam, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya.
"Saya bilang, 'siapa ya'. Nggak jawab, kacanya dipecah langsung apinya menjulat-julat," kata dia.
Tampak bekas terbakar pada teras rumah Ngadilah. Salah satu kaca muka rumah itu juga pecah, sementara bau bensin juga tercium dari tempat tersebut.
Dia menduga kaca teras rumahnya pecah akibat terkena pecahan bom molotov. Sedangkan apinya, sempat membakar gorden dan kursi kepunyaannya.
"(Yang rusak) cuma kaca sama kursi," tambahnya.
Perkiraannya, kala itu pelaku berjumlah 2 orang. Dugaannya, dari suara mesin kendaraannya, mereka menaiki sebuah motor berjenis matic.
"Saya keluar lewat pintu belakang, (pelaku) sudah pergi dan nggak sempat melihat pelakunya," kata dia.
Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Lampung hadiri visitasi KONI Pusat, perkuat sinergi kesiapan tuan rumah PON XXIII 2032
20 April 2026 10:34 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Wamen Koperasi dorong koperasi di Lampung Timur kelola komoditas unggulan daerah
05 May 2026 7:18 WIB
Pemkot Jakarta Utara tangkap 493 kg ikan sapu-sapu guna Jaga ekosistem perairan
29 April 2026 8:59 WIB