Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau meluncurkan Calender of Event (CoE) Pariwisata 2020 Provinsi Kepri.

"Kepri merupakan provinsi pertama di Indonesia yang meluncurkan CoE 2020,” kata Plt Gubernur Kepri, Isdianto saat peluncuran CoE Kepri 2020 di Ruang Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kemenpar dan Ekonomi Kreatif di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Desa Pengujan di Bintan mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat

Isdianto mengatakan, sebanyak 200 kegiatan diluncurkan dalam kesempatan tersebut, lima di antaranya merupakan kegiatan nasional, seperti Tour de Bintan, Iron Man 70.3, Bintan Triathlon, Festival Pulau Penyengat dan Kenduri Seni Melayu.

Meski tidak masuk kalender nasional, kata dia, sejumlah kegiatan di Kepri lainnya banyak berskala besar dan melibatkan belasan negara, seperti Marching Band Internasional Turnamen yang berhadiah hampir Rp1 miliar.

Kemudian, ada juga even Regatta yang diikuti yang diikuti puluhan yatcher internasional atau turnamen golf internasional dan lainnya.

"Kami terus bersinergi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Memperbanyak kalender event wisata menjadi salah satu upaya untuk itu," ujar Isdianto.

Isdianto berharap kegiatan-kegiatan di Kepri ikut diviralkan Kemenpar dan Ekonomi Kreatif, sehingga semakin banyak wisatawan yang melancong ke Negeri Segantang Lada ini.
Baca juga: Kalender pariwisata Indonesia 2020 memasukkan 5 atraksi wisata Kepri

Dia mengatakan Kepri terus mengupayakan agar wisatawan lebih lama tinggal di Kepri. Tahun ini, rata - rata lama tinggal wisatawan yang berkunjung di Kepri 2,1 hari. Kepri ingin para wisatawan tinggal lebih lama menjadi 3 - 4 hari, sehingga devisa semakin meningkat.

"Semakin banyak yang datang, tentunya akan menambah penghasilan dan menaikkan perekonomian masyarakat Kepri. Ini semua tidak bisa dilaksanakan hanya oleh pemerintah daerah, tapi perlu bantuan dan dorongan dari kementerian,” ucapnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar dan Ekonomi Kreatif, Rizki Handayani, menegaskan pihaknya sangat mendukung pariwisata Kepri. Karena itu Kepri merupakan provinsi pertama yang meluncurkan CoE untuk 2020.

“Kepri menjadi prioritas, karena merupakan crossboarder yang bersinggungan langsung dengan negara lain. Tentunya diharapkan dapat menarik wisatawan masuk ke Indonesia,” kata Rizki Handayani.

Rizki turut menyampaikan bahwa isu utamanya adalah bagaimana menjadikan wisatawan tinggal lebih lama di Kepri. Jangan hanya pergi pagi pulang malam.

Berbagai upaya pun dilakukan pihak kementerian. Misalnya, mengampanyekan bahwa Kota Batam merupakan surga resort untuk keluarga. Karena pengunjung dari Singapura dan Malaysia merupakan young family atau keluarga baru dan masih berusia muda.
Baca juga: Lima event pariwisata di Kepri masuk Calendar of Event Kemenpar 2020

Tentang event-event di Kepri, lanjut dia, kementerian akan ikut mempromosikannya, sehingga akan lebih banyak diketahui pada pelancong.

“Kita akan saring dari 200 event di Kepri untuk kita pilih menjadi event nasional dan internasional. Kirimkan kami destinasi terbaik beserta foto dan treaser videonya untuk kita munculkan di berbagai event,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar menyatakan sampai saat ini Kepri masih menjadi pintu masuk wisman terbesar kedua di Indonesia, posisi pertama masih melalui Bali, sedangkan posisi ketiga melalui Jakarta.

Dikatakannya, selama periode Januari - Oktober 2019, Kepri telah menyumbang 17,24 persen atau 2.348.535 kunjungan wisman ke Indonesia.

"Kami optimis sampai Desember 2019 ini, kunjungan wisman ke Kepri mencapai 3.000.000 orang," kata Buralimar.


 

Pewarta : Ogen
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024