Walhi sebut Pantai Pasir Panjang jadi titik krusial kerusakan lingkungan
Senin, 30 September 2019 16:47 WIB
Kondisi di pesisir Pantai Pasir Panjang Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. (FOTO ANTARA/Maria Klau)
Kupang (ANTARA) - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Nusa Tenggara Timur menyatakan bahwa Pantai Pasir Panjang di Kota Kupang menjadi titik krusial kerusakan lingkungan di ibu kota provinsi NTT itu.
"Pantai Pasir Panjang yang ada di Kota Kupang menjadi titik krusial dari kerusakan lingkungan di daerah ini," kata Kepala Divisi Media dan Komunikasi Walhi NTT, Dominikus Karangona di Kupang, Senin.
Ia menyampaikan itu terkait bagaimana Walhi NTT melihat kerusakan lingkungan yang ada di Kota Kupang.
Menurut dia, lokasi Pantai Pasir Panjang menjadi lokasi berkumpulnya sampah-sampah plastik yang berasal dari laut dan ditambah lagi pantainya berlumpuh sehingga ketika melintas bau busuk sangat menyengat.
"Di samping itu juga pembangunan hotel sepanjang pesisir Pantai Pasir Panjang sebagai pemicu munculnya sampah-sampah tersebut," katanya.
Saat ini, kata dia, banyak warga di Kota Kupang yang enggan bermain di pantai karena sampah yang selalu berserakan di pesisir pantai pasir panjang.
"Warga kota Kupang enggan sekali untuk mandi di wilayah pesisir teluk Kupang karena banyaknya sampah-sampah plastik", katanya.
Menurut dia, masalah lingkungan itu tidak hanya ada pada sampah yang perlu diperhatikan, tetapi juga adalah masalah lain yang lebih kompleks di provinsi itu.
"Salah satu di antaranya adalah masalah penebangan hutan secara liar. Oleh karena itu pemerintah daerah harus tegas," demikian Dominikus Karangona.
"Pantai Pasir Panjang yang ada di Kota Kupang menjadi titik krusial dari kerusakan lingkungan di daerah ini," kata Kepala Divisi Media dan Komunikasi Walhi NTT, Dominikus Karangona di Kupang, Senin.
Ia menyampaikan itu terkait bagaimana Walhi NTT melihat kerusakan lingkungan yang ada di Kota Kupang.
Menurut dia, lokasi Pantai Pasir Panjang menjadi lokasi berkumpulnya sampah-sampah plastik yang berasal dari laut dan ditambah lagi pantainya berlumpuh sehingga ketika melintas bau busuk sangat menyengat.
"Di samping itu juga pembangunan hotel sepanjang pesisir Pantai Pasir Panjang sebagai pemicu munculnya sampah-sampah tersebut," katanya.
Saat ini, kata dia, banyak warga di Kota Kupang yang enggan bermain di pantai karena sampah yang selalu berserakan di pesisir pantai pasir panjang.
"Warga kota Kupang enggan sekali untuk mandi di wilayah pesisir teluk Kupang karena banyaknya sampah-sampah plastik", katanya.
Menurut dia, masalah lingkungan itu tidak hanya ada pada sampah yang perlu diperhatikan, tetapi juga adalah masalah lain yang lebih kompleks di provinsi itu.
"Salah satu di antaranya adalah masalah penebangan hutan secara liar. Oleh karena itu pemerintah daerah harus tegas," demikian Dominikus Karangona.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kinerja operasional Pelindo Regional 2 Panjang catat tren positif kuartal I 2026
15 April 2026 16:04 WIB
BPBD Lampung: Aktifkan siskamling guna deteksi dini titik api saat kemarau panjang
09 April 2026 19:53 WIB
RSUDAM Lampung: Layanan radioterapi tetap buka di masa libur panjang Lebaran
17 March 2026 21:28 WIB
Pelabuhan Panjang disiapkan jadi penyeberangan alternatif angkutan Lebaran 2026
16 March 2026 17:50 WIB
Jasamarga sebut mobilitas masyarakat di GT Cikatama pada libur Imlek tinggi
19 February 2026 4:19 WIB
Pemerintah siap optimalkan empat pelabuhan di Banten untuk kelancaran arus mudik
16 February 2026 16:12 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Wamen Koperasi dorong koperasi di Lampung Timur kelola komoditas unggulan daerah
05 May 2026 7:18 WIB